- Erabaru - http://m.erabaru.net -

Walaupun Sudah Lockdown, Kasus Wabah yang Dikonfirmasi dan Angka Kematian di Italia Mencapai Rekor Tertinggi

Yu Xia

Badan Pertahanan Sipil Italia mengatakan pada hari Rabu (18/3/2020), total ada 4.207 kasus yang dikonfirmasi dalam satu hari di Italia karena virus komunis Tiongkok, dan 474 orang meninggal dunia. Kedua angka tersebut tembus rekor peningkatan terbaru dalam satu hari. Sementara itu, dokter tidak dapat memastikan efektivitas penutupan kota untuk mengekang epidemi.

Sedangkan dalam 24 jam, jumlah infeksi virus komunis Tiongkok di Italia bertambah 4.207, atau meningkat 13,35%. Hingga Rabu (18/3), jumlah total mencapai 35.713 kasus.

Pada hari yang sama, jumlah kematian bertambah 475 orang, meningkat 19%, sehingga jumlah total kematian menjadi 2.978 orang. Wilayah Lombardy yang paling parah mencatat 319 kematian dalam satu hari.

Di Italia utara, karena ritual pemakaman dilarang, sehingga orang-orang yang meninggal ditumpuk dan dimakamkan.  Sementara orang-orang yang terinfeksi virus dirawat di rumah sakit lapangan dan berbaris di koridor dalam rumah sakit umum. Dokter dan perawat juga terinfeksi karena kurangnya perlindungan yang memadai.

Reuters: Angka kematian aktual mungkin lebih tinggi dari catatan statistik

Reuters melaporkan bahwa jumlah kematian di panti jompo di Italia utara meningkat secara diam-diam. Puluhan pasien meninggal setiap hari. Mereka tidak dites virus komunis Tiongkok, ini menunjukkan bahwa jumlah kematian aktual yang disebabkan oleh virus komunis Tiongkok mungkin lebih tinggi.

Laporan itu mengatakan bahwa, meskipun tidak ada data terperinci. Namun, pejabat, perawat dan tokoh-tokoh terkait mengatakan bahwa sejak merebaknya wabah virus, jumlah kematian telah melonjak di daerah-daerah yang paling parah di Italia utara, namun tidak ada dalam statistik.

Giorgio Gori, walikota Bergamo, mengatakan: “Banyak yang meninggal, tetapi kematian mereka bukan disebabkan oleh virus komunis Tiongkok, karena mereka meninggal di rumah atau di sanatorium.”

Gori mengatakan bahwa dalam dua minggu pertama bulan Maret, 164 orang meninggal, 31 di antaranya tercatat secara resmi meninggal dunia karena virus itu. Peningkatan ini menunjukkan bahwa jumlah kematian akibat virus komunis Tiongkok mungkin jauh lebih banyak daripada yang tercatat secara resmi. Sejak sekitar 2 Maret, penyebaran epidemi di Italia melonjak, kemudian jumlah kematian meningkat drastis dan “tidak wajar”.

Efektif Tidaknya Lockdwon Tidak Dapat Diprediksi

Untuk menghentikan penyebaran virus komunis Tiongkok, penutupan kota atas perintah Perdana Menteri Italia sudah hampir dua minggu. Enam puluh juta rakyat di Italia semakin tak tahan hidup di bawah penutupan kota, dan penutupan menjadi lebih ketat. Toko-toko yang masih beroperasi ditutup lebih awal, dan semakin banyak patroli polisi mendorong orang-orang untuk pulang ke rumah. Namun jumlah infeksi dan kematian terus meningkat.

Dr Giorgio Palù, seorang profesor virologi dan mikrobiologi dari Universitas Padova mengatakan kepada CNN, ia berharap untuk melihat tanda-tanda pertama perubahan setelah lebih dari seminggu di seluruh negeri dikunci, tapi itu belum terwujud.

 “Kemarin kami memperkirakan akan ada perubahan setelah hampir 10 hari dari langkah baru ini … tapi wabah masih meningkat,Jadi saya pikir kita tidak bisa memprediksinya sekarang,” ” katanya kepada CNN. 

Daftar negara-negara lain yang terkena dampak paling parah di Eropa

Spanyol sejauh ini mencatat 598 kematian dan 13.716 infeksi. Setidaknya 17 warga di panti jompo di Madrid meninggal dunia karena infeksi.

Di Prancis, jumlah kasus yang dikonfirmasi pada hari Selasa meningkat lebih dari 16% mencapai  7.730 kasus, dan jumlah kematian meningkat menjadi 175 orang, dan sekitar 7% korban tewas di bawah usia 65 tahuan.

Di Inggris, korban meninggal dunia telah mencapai 104 orang.

Sementara di Jerman, 12 orang meninggal dunia dan 8.198 orang terinfeksi.

Di Belgia, 14 orang meninggal dunia dan 1.486 orang terinfeksi. (jon)

Video Rekomendasi :