Laporan terkait mengutip pernyataan para ahli terkemuka Inggris, mengatakan penelitian itu tidak memberi manfaat apa pun untuk mencegah epidemi influenza. 

Laporan itu menyebutkan, “Sebenarnya, mereka didorong oleh ambisi tanpa akal sehat. Mereka menciptakan virus berbahaya yang dapat menyebar di antara manusia. Itu adalah tindakan yang sangat tidak bertanggung jawab.” 

Laporan tersebut juga mengatakan bahwa laboratorium yang melakukan penelitian itu hanya memiliki tingkat keamanan sekunder. Laporan tersebut mengatakan bahwa itu adalah “tingkat keamanan yang tinggi”, tetapi secara aktual kemampuan perlindungannya sangatlah rendah. Tingkat keamanan tertinggi adalah Level 4 (P4 Lab). Namun, pada saat percobaan oleh tim Chen Hualan, laboratorium P4 di Harbin Veterinary Research Institute / Lembaga Penelitian Veteriner Harbin belum selesai dibangun. 

Tangkapan layar ScienceNet.cn

Chen Hualan satu-satunya fellow – anggota dari Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok di Institut Penelitian Veteriner Harbin itu secara genetik mengkombinasikan ulang virus flu burung H5N1 dan virus influenza H1N1 untuk menciptakan “virus super” yang dapat menularkan virus flu burung ke manusia, bukan hanya satu, tapi 127 jenis virus baru!

Alasannya adalah persiapan untuk mengembangkan vaksin di masa depan.

Dr. Jiang Huangrong dari Biokimia Taiwan balik bertanya, “Memangnya Anda punya vaksin untuk 127 jenis virus itu?”

Orang awam juga tahu: “Penelitian semacam ini lebih ditujukan untuk keperluan militer daripada penggunaan sipil!” 

Lembaga Penelitian Veteriner Harbin dan Institut Penelitian Virus Wuhan adalah dua institusi laboratorium P4 yang dimiliki komunis Tiongkok.

Sumber yang mengetahui hal itu menuturkan di Internet, bahwa Institut Penelitian Veteriner Harbin hanya berjarak dua atau tiga kilometer dari pangkalan pasukan 731 Jepang, yakni suatu unit rahasia untuk pengembangan senjata biologi yang dimiliki Jepang pada tahun 1937-1945.

Sumber terkait juga mengatakan bahwa setelah Perang Teluk, komunis Tiongkok merasa memiliki celah yang sangat besar dalam teknologi pertahanan dengan Amerika Serikat, sehingga meningkatkan upayanya dengan mencoba menemukan dari sisi lain yang disebut “Keunggulan asimetris”. 

Dalam hal penelitian dan pengembangan senjata biokimia, komunis Tiongkok pernah secara mendalam mempelajari semua virus paling beracun dan mematikan di dunia, semakin mematikan virus beracun itu, para ahli Tiongkok justru semakin tertarik.

Pada akhir Januari lalu, ada ahli India menerbitkan sebuah makalah yang menyatakan bahwa virus Komunis Tiongkok ditemukan ditanamkan ke dalam gen HIV, dan dengan jelas menyatakan bahwa mutasi seperti itu “tidak mungkin terjadi secara kebetulan di alam.” 

Makalah itu kemudian ditarik dan direvisi oleh penulisnya setelah sempat membuat geger. Mantan pejabat Republik China atau Taiwan mengatakan, penulis itu mungkin berada di bawah tekanan tertentu.

Dalam rangka menyerang balik propaganda negatif komunis Tiongkok, Presiden Amerika Serikat Donald  Trump menyebut Virus Wuhan sebagai virus Tiongkok. Sementara menurut NTDTV lebih akurat untuk menyebutnya sebagai “virus komunis Tiongkok”. 

Virus itui berasal dari Tiongkok di bawah kekuasaan komunis, karena komunis Tiongkok menutupi epidemi, dan menyebar ke dunia. Untuk mengoreksi nama-nama Tiongkok, komunis Tiongkok dan negeri Tiongkok harus dibedakan satu sama lain, dengan nama resminya adalah virus komunis Tiongkok. (jon)

 

 

 

Share
Tag: Kategori: SAINS SAINS NEWS

Video Popular