Erabaru.net. Karena jarak sosial menjadi fokus dunia setelah wabah COVID-19, tentunya ada cara-cara tersendiri pihak berwenang di berbagai negara untuk mengendalikan mereka yang melanggar hukum karantina.

Sementara pihak berwenang di Indonesia mengadopsi pendekatan ‘persuasif’, untuk meminta orang-rang yang berkumpul pulang, video tentang bagaimana pelanggar karantina ditangani di India dan negara-negara lain tentu saja menarik perhatian.

Menurut Independent, pelanggar karantina di Philipina diperlakukan dengan kejam dan menjadi sasaran penganiayaan ketika lima orang yang ditangkap karena melanggar karantina ditempatkan di dalam kandang anjing.

(Foto: ICRC)

Insiden yang terjadi di Pulau Luzon telah memasuki penutupan komunitas selama sebulan yang bertujuan untuk menghentikan penyebaran virus corona.

Saat ini, di Luzon, tindakan darurat diberlakukan yang melarang pertemuan massal, perjalanan ke dan dari Luzon serta penutupan toko-toko yang tidak penting.

Dan seperti halnya orang-orang di India dan juga Indonesia, orang Philipina juga juga kurang mematuhi aturan karantina.

Menurut Human Rights Watch, ratusan orang telah ditangkap dengan perlakukan yang tidak semestinya yang dilaporkan di selatan Manila, dengan beberapa gambar muncul di media sosial.

Salah satu dari mereka menampilkan lima laki-laki berkerumun bersama di dalam kandang sambil diawasi oleh polisi.

(Foto: Philippine Star)

Menurut Wakil Direktur Asia di Human Rights Watch, Phil Robertson, polisi dan pejabat setempat harus menghormati hak-hak mereka yang ditahan karena melanggar jam malam dan peraturan kesehatan masyarakat.

Gambar di atas hanyalah puncak gunung es, karena Independent melaporkan bahwa pelanggar juga ditempatkan di pusat-pusat penahanan yang ramai.

Bayangkan apa yang akan kita buat dari otoritas kita jika kita dibuat untuk menghadapi cobaan yang sama yang harus dihadapi negara tetangga kita dengan kewenangan mereka.(yn)

Sumber: worldofbuzz

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular