Zhang Dun

Ketika virus komunis Tiongkok atau pneumonia Wuhan sedang merebak di seluruh dunia, insiden tabrakan antara kapal Tiongkok dengan kapal dari negara tetangga sering terjadi. Setelah kapal Tiongkok – Jepang bertabrakan perairan di Laut Tiongkok Timur, kapal Tiongkok – Vietnam bertabrakan lagi di perairan Laut Tiongkok Selatan. Selain itu, kapal komunis Tiongkok sering melakukan operasi militer di perairan Selat Taiwan. Para analisis percaya bahwa perilaku komunis Tiongkok tersebut bertujuan untuk mengalihkan perhatian dunia dari meminta pertanggungjawaban komunis Tiongkok terhadap penyebaran virus.

‘Harian Rakyat’ Vietnam melaporkan pada 4 April bahwa sebuah kapal nelayan Vietnam yang sedang menangkap ikan sebagaimana biasanya di perairan dekat Kepulauan Hoang Sa. Sedangkan, Tiongkok menyebutnya Paracel Islands di perairan Laut Tiongkok Selatan pada 2 April, secara tiba-tiba  dihentikan dan ditenggelamkan oleh kapal polisi maritim Tiongkok.

Juru bicara Kemenlu Vietnam Le Thi Thu Hang pada 3 April mengatakan, Kementerian Luar Negeri Vietnam telah menyampaikan surat protes kepada komunis Tiongkok melalui Kedutaan Besar Tiongkok untuk Vietnam. Negara itu meminta Tiongkok untuk menyelidiki dan mengklarifikasi insiden tersebut. Bahkan, menuntut tanggung jawab hukum terhadap personil yang bersalah dan mencegah tindakan serupa terulang kembali. Selain itu Vietnam meminta komunis Tiongkok untuk memberikan kompensasi yang layak kepada nelayan Vietnam.

Pihak Vietnam menyebutkan bahwa kedelapan personil yang berada di kapal nelayan semuanya sudah berhasil diselamatkan. Tetapi perbuatan personil keamanan maritim komunis Tiongkok tersebut telah melanggar kedaulatan Vietnam atas Kepulauan Hoang Sa. Selain itu tindakan tersebut juga telah menyebabkan kerusakan harta benda bagi nelayan Vietnam. Sehingga menimbulkan ancaman bagi kehidupan dan kepentingan mereka.

Sebenarnya, ini bukan pertama kalinya Kapal komunis Tiongkok dan Vietnam bertabrakan di perairan Laut Tiongkok Selatan. Insiden tabrakan sudah terjadi berulang kali dan beberapa kapal nelayan Vietnam telah ditenggelamkan.

Pada bulan Maret tahun lalu, sebuah kapal nelayan di Vietnam juga sedang memancing di Laut Tiongkok Selatan yang disengketakan. Akan tetapi tenggelam saat dikejar oleh kapal polisi maritim komunis Tiongkok. Sisi Vietnam pernah memprotes Kedutaan Besar Tiongkok di Hanoi, menuntut agar kapal polisi maritim Tiongkok ditangani secara serius, untuk mencegah insiden serupa terjadi lagi, dan untuk mengkompensasi kerugian.

Pada 15 Mei 2014, insiden tabrakan antara kapal komunis Tiongkok dengan kapal Vietnam. Saat itu, kapal komunis Tiongkok dan 3 kapal Vietnam konfrontasi dari jarak dekat di perairan Laut Tiongkok Selatan yang kedaulatannya disengketakan. Belasan hari kemudian, yakni pada 26 Mei, konflik Tiongkok-Vietnam meningkat dan kapal komunis Tiongkok menenggelamkan kapal nelayan Vietnam.

Kapal perusak Jepang ditabrak hingga meninggalkan sebuah lubang besar

Tiga hari sesudah kapal nelayan Vietnam ditenggelamkan, terjadi insiden tabrakan kapal komunis Tiongkok dengan Jepang.

Pada 30 Maret, Kapal nelayan Tiongkok bertabrakan dengan kapal perusak Jepang ‘USS. Shimakaze’ di laut lepas Laut Tiongkok Timur. Di atas kapal nelayan itu terdapat 13 orang anggota awak, tetapi tidak ada yang meninggal maupun hilang.

Menteri Pertahanan Jepang Taro Kono dalam cuitannya pada 31 Maret menyebutkan, bahwa lambung kapal perusak di atas permukaan air mengalami robek berlubang selebar lebih dari 1 meter. Ia juga mengatakan, bahwa tidak ada personil di atas kapal Tiongkok yang mengalami luka atau hilang. Adapun rincian kejadian sedang dalam penyelidikan.

Seorang analis militer yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan kepada wartawan dari Central News Agency Taiwan bahwa, dilihat dari lokasi kejadian, kapal perang Jepang sedang berlayar mendekati perairan Shanghai, Ningbo dan Kepulauan Zhoushan di sepanjang pantai Tiongkok. Daerah ini adalah daerah sensitif. Komando Armada Laut Tiongkok Timur berada di Ningbo dan di Kepulauan Zhoushan pun terdapat banyak pangkalan kapal angkatan laut, di sana pasti ada kapal selam yang keluar masuk.

Analis tersebut berpendapat, bahwa insiden tabrakan kapal nelayan Tiongkok dengan kapal perang Jepang tidak mengesampingkan unsur kesengajaan yang diciptakan oleh komunis Tiongkok.

Kapal Tiongkok bertabrakan dengan kapal negara tetangga di perairan kedaulatan yang disengketakan, sementara virus komunis Tiongkok lagi menyebar ke seluruh dunia, segera menarik perhatian dari dunia luar.

Analis : Komunis Tiongkok dengan sengaja ingin mengalihkan perhatian dunia

Selain insiden tabrakan dengan kapal tetangga, komunis Tiongkok juga acap menciptakan gangguan terhadap kedaulatan Taiwan dengan mengirim pesawat tempurnya terbang di perbatasan.

Dari tanggal 9, 10, 28 Februari, 16 dan 17 Maret, pesawat tempur Tiongkok telah terbang di udara sekitar Taiwan. Karena itu, pesawat tempur Taiwan terpaksa segera lepas landas untuk memberikan peringatan atau menghalau jika sampai masuk udara teritorial.

Pada tanggal 18 Maret, 4 unit kapal perang komunis Tiongkok berlayar melalui perairan timur Taiwan. Pada 16 Maret, sebuah insiden laut terjadi di perairan Kinmen, dimana belasan kapal cepat Tiongkok menabrak kapal patroli maritim Taiwan.

Shi Shi, seorang komentator politik mengatakan bahwa akibat komunis Tiongkok menyembunyikan fakta epidemi, menekan para dokter dan warga yang menyebarkan kebenaran epidemi, sehingga menyebabkan virus menyebar cepat ke seluruh dunia.

“Pada saat komunis Tiongkok mendapat kutukan dunia, insiden tabrakan kapal Tiongkok dengan kapal Jepang dan Vietnam terjadi, bahkan acap kali mengirim pesawat tempur untuk mengganggu Taiwan. Jadi, tidak menutup kemungkinan komunis Tiongkok memang berniat untuk mengalihkan perhatian dunia luar dari menuntut komunis Tiongkok bertanggung jawab atas penyebaran virus”, kata Shi Shi. Tindakan pihak Komunis Tiongkok itu juga telah menarik perhatian Amerika Serikat.

Pada 25 Maret, sebuah pesawat pengintai EP-3E milik militer AS terbang di perairan barat daya Taiwan, USS McCampbell (DDG-85) juga melintasi perairan Selat Taiwan dari selatan ke utara.

Dari tanggal 15 hingga 18 Maret, kapal induk USS. Theodore Roosevelt dan kapal serbu amfibi ‘USS. America’ melakukan latihan bersama di Laut Tiongkok Selatan.

Pada tanggal 19 Maret, USS. Roosevelt melakukan latihan tembak langsung di perairan Laut Filipina dan meluncurkan rudal.

Shi Shi mengatakan bahwa tindakan militer AS tersebut harusnya merupakan tanggapan AS terhadap tindakan komunis Tiongkok, memperingatkan mereka, dan dimaksudkan untuk melindungi sekutunya. (Sin/asr)

Video Rekomendasi :

Share

Video Popular