Katabella Roberts

Banyak pasien kasus virus Komunis Tiongkok atau Pneumonia Wuhan yang dipastikan di New York City adalah orang muda, menurut data terbaru dari Departemen Kesehatan New York City.

Data dari NYC Health menunjukkan bahwa orang berusia 18 tahun hingga 44 tahun berjumlah lebih dari 40 persen kasus virus Komunis Tiongkok yang dipastikan di New York City, sementara kira-kira satu dari lima pasien yang dirawat inap berusia 18 tahun hingga 44 tahun.

Tetapi sementara banyak orang muda tertular virus Komunis Tiongkok, data Departemen Kesehatan New York City menunjukkan bahwa orang lanjut usia masih merupakan sebagian besar kasus yang dirawat inap dan kasus kematian di New York City, di mana 714,43 kasus per 100.000 orang berusia 45 tahun hingga 64 tahun, 717,33 kasus per 100.000 orang berusia 65 tahun hingga 75 tahun, dan 706,8 kasus per 100.000 orang berusia lebih dari 75 tahun.

Data sebelumnya yang diterbitkan oleh Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit AS pada Maret, sejauh ini menunjukkan orang berusia 20 tahun hingga 44 tahun menyumbang 29 persen kasus di Amerika Serikat dan 20 persen kasus yang dirawat inap.

Angka-angka tersebut berdasarkan pada analisis 2.449 kasus dari total 4.226 kasus yang dipastikan di Amerika Serikat pada tanggal 16 Maret. Hanya 5 persen kasus terjadi pada anak-anak dan remaja berusia 19 tahun ke bawah.

Koordinator Tanggap Coronavirus Gedung Putih Debbie Birx sebelumnya menyebut kaum milenial sebagai “kelompok inti yang akan menghentikan virus ini,” dan mendesak kaum milenial untuk waspada dalam menjaga jarak setelah dilaporkan bahwa beberapa orang muda di Prancis dan Italia sakit parah akibat virus tersebut pada bulan Maret.

Berbicara pada konferensi pers Gedung Putih pada tanggal 18 Maret, Debbie Birx menyatakan keprihatinan atas laporan tersebut, meskipun mencatat bahwa Amerika Serikat belum menunjukkan “kematian anak-anak yang bermakna.”

“Saya meminta generasi milenial… kita butuh mereka tetap sehat,” kata Debbie Birx sebelum mendesak generasi milenial untuk menjaga jarak dan hindari pertemuan besar karena mereka “berpotensi untuk menyebarkan virus tersebut kepada seseorang yang memang memiliki kondisi yang tidak diketahui oleh  kita dan menyebabkan orang tersebut mengalami bencana.”

Pada hari Rabu, Gubernur New York Andrew Cuomo mengumumkan taman bermain di seluruh negara bagian New York akan ditutup karena orang-orang telah gagal untuk mematuhi protokol jaga jarak, meskipun Andrew Cuomo mengeluarkan beberapa peringatan.

“Topik favorit saya — orang muda harus mematuhi pesan ini. Dan mereka masih tidak mematuhi pesan itu. Anda masih melihat terlalu banyak keadaan yang dipadati oleh orang-orang muda. Mereka dapat tertular. Mereka membahayakan nyawanya sendiri. Hal ini dapat membunuh orang-orang muda. Keadaan yang jarang terjadi, tetapi dapat terjadi. Anda terinfeksi, anda menularkannya kepada orang lain. Jadi pikirkanlah orang lain. Dan saya sudah mengatakan hal ini dengan 100 cara berbeda,” ujarnya.

“Kepatuhan masih tidak dilakukan di mana seharusnya dilakukan. Anda melihat model pada diferensial dalam kepatuhan versus kepatuhan utama dan kepatuhan kecil. Jadi kita mengambil tindakan yang lebih dramatis. Kita akan menutup taman bermain di New York City,” tambahnya.

“Saya sudah membicarakan hal ini selama berminggu-minggu. Saya memperingatkan orang-orang bahwa jika mereka masih saja berkerumun dan bermain di taman bermain — anda tidak dapat main basket; anda tidak dapat kontak satu sama lain,” kata Andrew Cuomo kepada wartawan.

Hingga 6 April 2020, ada 356.418 kasus virus Komunis Tiongkok yang dipastikan di Amerika Serikat dan 10.490 kasus kematian dikaitkan dengan virus Komunis Tiongkok. Dari kasus yang dipastikan, 130.689 kasus berada di New York, yang sejauh ini telah mengumumkan 4.758 kasus kematian di pusat wabah di Amerika Serikat. (vv)

Video Rekomendasi :

Share

Video Popular