Reuters

Merek-merek besar menutup mata terhadap kerja paksa dalam skala yang tidak terlihat sejak Perang Dunia II, kata pengacara dan juru kampanye pada 23 April saat mereka mendesak Inggris untuk menghentikan impor barang kapas yang berasal dari wilayah Xinjiang Tiongkok.

Merek-merek besar ternama seperti H&M, IKEA, Uniqlo, dan Muji adalah di antara perusahaan yang menjual barang dagangan yang terbuat dari kapas yang berasal dari Xinjiang, tempat Perserikatan Bangsa-Bangsa memperkirakan setidaknya satu juta etnis Uyghur dan Muslim lainnya  ditahan di kamp-kamp besar.

H&M dan IKEA mengatakan organisasi sebagai pemasok sumber kapas baru-baru ini mengumumkan organisasi tersebut tidak lagi menyetujui kapas yang berasal dari Xinjiang.

Uniqlo dan Muji, yang menggembar-gemborkan kapas asal Xinjiang sebagai titik penjualan di situs webnya, tidak menanggapi permintaan komentar.

Dalam sepucuk surat kepada pemerintah Inggris, World Uyghur Congress dan Global Legal Action Network mengatakan ada “bukti yang luar biasa” bahwa warga Uyghur dimanfaatkan untuk kerja paksa di industri kapas Tiongkok.

World Uyghur Congress dan Global Legal Action Network mendesak Inggris melakukan penyelidikan dan menangguhkan impor kapas yang berasal dari Xinjiang kecuali perusahaan dapat membuktikan kapas-kapas tersebut tidak  diproduksi melalui kerja paksa. Bea cukai juga harus mempertimbangkan penyitaan kapas yang diimpor yang sudah berada di Inggris, kata mereka.

“Rantai pasokan ini dan impor kapas ini harus dihentikan,” kata Gearoid O Cuinn, Direktur Global Legal Action Network, jaringan pengacara, akademisi, dan wartawan investigasi.

“Produksinya bergantung pada penahanan sistematis terbesar terhadap sebuah kelompok etnis sejak Holocaust,” kata Gearoid O Cuinn kepada Thomson Reuters Foundation.

Tiongkok, yang mengatakan kamp-kamp itu dirancang untuk membasmi terorisme dan memberikan keterampilan kejuruan, menolak menggunakan warga Uyghur untuk kerja paksa. Kedutaan Besar Tiongkok di London tidak segera menanggapi tuduhan dalam surat itu.

Lebih dari 80 persen kapas Tiongkok berasal dari Xinjiang, suatu wilayah yang luas di barat laut Tiongkok, yang dihuni sekitar sebelas juta warga Uyghur. Dalam suratnya kepada pihak berwenang bead an cukai Inggris, Global Legal Action Network dan World Uyghur Congress mengatakan impor kapas yang bersumber di Xinjiang melanggar hukum Inggris, termasuk undang-undang yang melarang impor barang-barang yang dibuat di penjara.

Mereka menguraikan bukti yang mereka katakan dengan menunjuk Tiongkok secara luas memanfaatkan kerja paksa oleh warga Uyghur dalam industri kapasnya — dalam mengolah kapas mentah maupun dan dalam mengubah kapas menjadi pakaian dan barang lainnya.

H&M mengatakan pihaknya melarang adanya kerja paksa dalam rantai pasokannya, dan tidak pernah bekerja dengan pabrik garmen di Xinjiang.

H&M mengatakan semua kapas yang digunakan H&M berasal dari Tiongkok melalui Better Cotton Initiative, nirlaba global yang berkomitmen untuk meningkatkan kondisi kinerja di sektor tersebut.

Better Cotton Initiative mengatakan pada bulan Maret bahwa pihaknya tidak akan lagi melisensikan apa yang disebut dengan Better Cotton dari Xinjiang untuk musim kapas tahun 2020-2021 dan telah mengontrak ahli luar untuk meninjau situasi tersebut.

IKEA mengatakan pihaknya mendukung ulasan Better Cotton Initiative.  “Dalam situasi apa pun kita tidak menerima segala bentuk kerja paksa dalam rantai pasokan IKEA,” juru bicara IKEA menambahkan.

Inggris dipuji sebagai pemimpin dalam upaya global untuk mengakhiri perbudakan zaman modern, dan bergabung dengan negara-negara lain untuk mendesak Tiongkok guna menghentikan penahanan massal.

Global Legal Action Network mengatakan pihaknya akan mempertimbangkan tindakan hukum jika pemerintah Inggris tidak bertindak.

Di Amerika Serikat, anggota parlemen mengusulkan undang-undang yang ditujukan untuk mencegah impor barang yang dibuat melalui kerja paksa di Xinjiang. (vv)

Oleh Emma Batha

Video Rekomendasi : 

 

Share

Video Popular