- Erabaru - http://m.erabaru.net -

Amerika Serikat dan Rusia Mengeluarkan Pernyataan Bersama di Saat Sensitif Pandemi

 oleh Luo Tingting

Pada 25 April, Trump dan Putin untuk pertama kalinya mengeluarkan pernyataan bersama untuk memperingati Hari Elbe ke-75 tahun yakni hari bertemunya pasukan AS dan Uni Soviet di Sungai Elbe, Jerman yang menandai tahap penting menuju berakhirnya Perang Dunia II. 

Pada 25 April 1945. tentara Amerika dan tentara Uni Soviet bertemu di Sungai Elbe, dekat Torgau, Jerman. Kontak ini antara pasukan Soviet yang datang dari Timur, dan pasukan Amerika yang datang dari Barat, secara efektif berhasil memotong pasukan Nazi Jerman menjadi 2 bagian.  Yang mana, kemudian menandai tahap penting menuju berakhirnya Perang Dunia II di Eropa.

Pernyataan bersama menyebutkan bahwa ‘Semangat Elbe’ adalah contoh bagaimana meninggalkan perbedaan yang ada antar kedua negara, membangun saling kepercayaan dan bekerja sama dengan baik.  

Pernyataan bersamaa itu, di saat hari ini kedua negara berusaha untuk memenuhi tantangan paling penting dalam abad ke-21 ini. Selain itu, memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya atas keberanian para pejuang yang telah bersama-sama untuk mengalahkan fasisme. Nilai sejarah mereka tidak akan pernah dilupakan.

Selama Perang Dunia II, jutaan orang secara aktif memproduksi bahan perang. Pernyataan bersama itu memberikan pujian yang berbunyi : Pekerja dan pabrikan telah memainkan peran kunci dalam menyediakan alat bagi Sekutu untuk mencapai kemenangan.

Informasi publik menunjukkan bahwa Perang Dunia Kedua adalah konflik militer global yang terjadi dari tahun 1939 hingga 1945. Perang ini melibatkan sebagian besar negara di dunia, termasuk semua kekuatan utama. Akhirnya dibagi menjadi dua aliansi militer yang saling berseberangan, yakni Blok Sekutu dengan Blok Poros. Perang ini adalah perang terbesar dalam sejarah manusia, dan lebih dari 100 juta tentara berpartisipasi dalam konflik militer ini.

Kini 75 tahun kemudian, dunia sedang menghadapi sebuah tantangan perang dunia baru — epidemi virus komunis Tiongkok atau pneumonia Wuhan.

Presiden Trump pada pertengahan bulan Maret lalu telah mengumumkan peluncuran ‘Defense Production Act’ atau Hukum Produksi Pertahanan Nasional sebagai tanggapan terhadap virus komunis Tiongkok. Trump mengatakan : “Dalam arti tertentu, saya adalah seorang presiden masa perang”.

Jerome Adams, Direktur Medis Amerika baru-baru ini membandingkan invasi virus komunis Tiongkok sama dengan serangan Pearl Harbor dan teror 11 September.

Padahal kerusakan yang disebabkan oleh virus komunis Tiongkok di Amerika Serikat telah jauh melebihi serangan Pearl Harbor dan insiden teror 11 September terhadap gedung WTC. 

Di Pearl Harbor, lebih dari 2.400 orang tentara Amerika Serikat tewas dan hampir 3.000 orang meninggal dalam serangan 11 September. 

Tetapi tercatat hingga 26 April, virus komunis Tiongkok telah merenggut nyawa lebih dari 53.700 orang Amerika. 10 kali lipat jumlah total korban meninggal Pearl Harbor dan 11 September. Wabah itu masih terus merajalela sehingga jumlah kematian masih bisa meningkat.

Komunis Tiongkok menutup-nutupi situasi sebenarnya dari epidemi. Bahkan, terus berbohong terhadap dunia telah memicu bencana global ini. Akibatnya, memicu gelombang penggugatan masyarakat internasional. Baru-baru ini, Missouri dan Mississippi telah mengajukan tuntutan hukum terhadap komunis Tiongkok. Beberapa pihak di Amerika Serikat juga telah memprakarsai gugatan kelompok terhadap komunis Tiongkok.

Trump pada 22 April mengatakan bahwa ini hanyalah awal dari tuntutan pertanggungjawaban dan klaim yang diajukan kepada komunis Tiongkok.

Pada hari yang sama, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo juga secara terus terang mengatakan, bahwa Partai Komunis Tiongkok telah menyebabkan penderitaan besar dan hilangnya nyawa bagi manusia di dunia. Ekonomi global menghadapi tantangan. Ia mengatakan Amerika Serikat akan membiarkan Partai Komunis Tiongkok “membayar harganya yang mahal”.

Beberapa ahli mengatakan bahwa, Komunis Tiongkok mungkin menghadapi tuntutan tanggung jawab dari 80-negara. Selain Amerika Serikat, lembaga resmi atau swasta di Inggris, Italia, Jerman, Mesir, India, dan negara-negara lain telah mengajukan tuntutan hukum atau klaim terhadap komunis Tiongkok dengan jumlah total yang melebihi 43 triliun dolar AS. 

Tak hanya di AS, Masyarakat Australia juga mengatakan bahwa mereka akan mengajukan  gugatan kompensasi terbesar yang belum pernah ada dalam sejarah.

Pada saat sensitif gugatan global terhadap komunis Tiongkok, Trump dan Putin mengeluarkan pernyataan bersama. Mereka  menyatakan bahwa kedua negara akan meninggalkan perbedaan antara mereka dan bersama-sama mengatasi tantangan paling penting dalam abad ke-21. 

Makna pernyataan itu, dunia luar percaya bahwa ini merupakan sinyal yang sengaja dilepas untuk menegaskan bahwa Amerika Serikat dan Rusia akan bersama-sama untuk menghadapi komunis Tiongkok.

Tak lama setelah wabah merebak, pemerintah Rusia langsung menuding virus komunis Tiongkok sebagai ancaman biologis. Kemudian mengambil langkah pencegahan dan kontrol yang paling ketat terhadap warga asal Tiongkok. Rusia juga menutup perbatasan Rusia-Tiongkok, menghentikan semua transport antara Rusia-Tiongkok, dan melarang warga Tiongkok masuk ke wilayahnya. 

Beberapa orang warga asal Tiongkok yang dipaksa untuk menjalani karantina dikenakan denda dan dipulangkan.  Mereka juga dikenakan larangan masuk ke Rusia selama 5 tahun. Terhadap beberapa orang yang terinfeksi virus komunis Tiongkok langsung  dideportasi tanpa basa basi.

Baru-baru ini, epidemi menyebar dengan cepat di Rusia. Hingga 26 April, telah tercatat 74.588 kasus warga terinfeksi dan 681 orang meninggal dunia. 

Putin baru-baru ini memperingatkan kepada para pejabatnya supaya lebih siap dalam menanggapi situasi epidemi yang semakin memburuk.

Beberapa analis percaya bahwa kelalaian dan kecerobohan manusia merupakan penyebab virus komunis Tiongkok merebak cepat ke seluruh dunia. Sehingga menyebabkan gelombang gugatan terhadap komunis Tiongkok yang dipimpin oleh Amerika Serikat. Tampaknya, hari perhitungan akhir terhadap kejahatan komunis Tiongkok sudah tiba saatnya. (Sin/asr)

Video Rekomendasi :