Wartawan NTD Xiong Bin dan Chen Jie

Sebagai dampak dari pandemi yang merebak di daratan Tiongkok, turut mempengaruhi industri perhotelan. Dilaporkan oleh NTD Asia Pasifik pada 1 Mei 2020, setelah jamuan makan dalam skala besar dilarang, kini jamuan pernikahan tak dapat lagi digelar. Sudah banyak hotel di daratan Tiongkok yang tutup.

Bahkan jika mereka tetap membuka  usaha mereka, bisnisnya masih sepi. Baru-baru ini, beberapa netizen daratan Tiongkok,  mengekspos banyaknya hidangan mahal ribuan dollar dari hotel berbintang yang dijajakan di gerai pinggir jalan.

Sebuah video dari netizen daratan Tiongkok yang beredar menyebutkan dengan menceritakan suasana penjualan itu. Pengunggah video itu mengatakan  : “Dapat dikatakan bahwa hotel berbintang dan membuka gerai di pinggir jalan.  Sekarang di hotel-hotel besar, mereka semua memasak dan menjual makanan di luar. Mari kita lihat. Ini menjual makanan apa ya? Ada ceker ayam dan trotters. Kemudian hidangan panas, hidangan dingin, dan roti kukus. Sekarang saya lihat banyak hotel membuka gerai ini di pinggir jalan. Apakah sekarang orang yang makan di hotel sangat sedikit? Ya, diperkirakan terpengaruh oleh epidemi, lho!

Sedangkan Warga Harbin mengatakan, bahwa Harbin saat ini menerapkan peraturan “jika 3 orang berkelompok berjalan akan ditahan.” Sementara itu,  industri katering yang kini berjuang untuk  bertahan hidup, memilih untuk berjualan di jalanan.

Tuan Chi, warga kota Harbin mengatakan :  “Tiga orang minum dan makan bersama akan dipenjara. Mereka tidak akan diizinkan untuk makan di restoran. Para karyawan juga harus bertahan hidup. Toko juga harus membayar sewa. Sekarang ada banyak restoran besar di Harbin. Koki telah memindahkan kompor di luar hotel. Memasak di luar dan menjual kepada orang-orang yang membawanya pulang. “

Restoran yang buka di jalanan Tiongkok

Toko-toko juga terkena dampak akibat epidemi yang membut bisnis semakin sepi. Pada tanggal 30 April 2020, beberapa netizen mengunjungi Jalanan yang biasanya sibuk dengan pejalan kaki di Nanjing Road, Shanghai. Netizen itu menemukan hanya ada beberapa orang saja yang terlihat. Pusat perbelanjaan itu kosong dan tidak ada yang datang berbelanja. Beberapa toko memilih tutup. 

Sedangkan pada malam hari, Bund Shanghai dan Kuil Dewa Kota juga terlihat sepi. Barisan toko di sana semua tutup. Pejalan kaki di Guangzhou Shangxiajiu yang semula ramai, kini menjadi sepi.  Di mana-mana terlihat toko-toko yang tutup. 

Yu, seorang mantan pedagang grosir pakaian Shenyang, mengatakan bahwa setelah membuka toko pada bulan Maret lalu, banyak pedagang masih menutup toko mereka. Pasalnya,  bisnis tak berjalan dengan baik, ditambah lagi mereka harus membayar dengan sewa yang tinggi.

Yu berkata : “Bisnis pakaian sangat buruk. Sudah ditutup. Sekarang biasanya dipesan secara online. Selain epidemi ini, tidak ada yang membuka toko. Kami di pasar dan harga sewanya sangat mahal. Ini lebih dari 200.000 yuan setahun. Tidak bebas sewa. Tidak hanya keluarga kami, tetapi juga banyak dari mereka yang harus diselamatkan. Kita tidak bisa mendapatkan apa-apa sama sekali. “

Saat ini, Heilongjiang telah menjadi yang paling terpukul oleh epidemi. Adapun Harbin juga dianggap sebagai yang terbesar kedua di Wuhan. Kini warga Harbin khawatir tentang masalah ekonomi yang disebabkan oleh pengangguran dan iri dengan kebijakan bantuan pemerintah asing.

Seorang warga Harbin, Tuan Wang berkata : “Selama epidemi, ekonomi tidak baik, dan penjualan memburuk. Kali ini wabah, saya pikir itu tak berhenti selama setengah waktu. Semuanya menjadi korban. Jika Anda tidak dapat pulih, Anda akan mengalami kesulitan. Mungkin ada orang yang tidak bisa bertahan hidup. Jika Anda mengirim uang ke luar negeri, orang-orang Tiongkok  tak punya uang sepeser pun. “

Sejak wabah merebak, perusahaan-perusahaan kecil, menengah dan mikro di daratan Tiongkok menghadapi kesulitan untuk bertahan hidup. Perusahaan-perusahaan itu menyumbang 99 persen dari total perusahaan di Tiongkok. Mereka menyumbang sekitar 60% dari PDB, dan 50% dari pendapatan pajak nasional, dan  menyediakan 80% pekerjaan. (Hui/asr)

Video Rekomendasi : 

 

 

Share

Video Popular