Ntdtv.com- Kim Jong Un menghadiri acara pemotongan pita Pabrik Pupuk Sunchon pada tanggal 1 Mei 2020 lalu. Media resmi pertama kali menerbitkan laporan foto, kemudian merilis sejumlah video langsung  di lapangan dengan maksud mengirimkan pesan bahwa Kim Jong-un dalam “kondisi sehat”. 

Dalam video itu menunjukkan, Kim Jong-un tidak hanya selalu tersenyum, raut wajahnya juga tampak gemuk dan merokok tanpa henti. Kim tampak tertawa ceria saat ngobrol dengan Kim Yo-jong dan para pejabat lainnya. Namun netizen juga menemukan banyak hal yang mencurigakan.

Ada netizen mengatakan, kedua kaki Kim Jong-un tampak tidak stabil ketika berjalan. Langkah kakinya tampak terseok-seok, terutama ketika berjalan di karpet merah, jelas satu kakinya menyeret kaki lainnya. Beberapa netizen Korea mengatakan itu adalah gejala stroke ringan. 

Selain itu, video juga menunjukkan, Kim Jong-un tampak menumpangi skuter taman yang ditunjukkan di Facebook Thae Yong-ho, pembangkang Korea Utara yang melarikan diri ke Korea Selatan, saat memeriksa pabrik. Seakan itu menunjukkan bahwa Kim Jong-un tidak bisa berjalan lama.

Beberapa netizen di twitter juga menemukan bahwa pandangan mata Kim tampak kosong ketika mendengarkan laporan di dalam ruangan. Matanya sayup dan tak bergairah. Itu menunjukkan ada sesuatu yang aneh. Beberapa netizen mengatakan, ada kemungkinan dia sosok pameran pengganti Kim Jong-un.

Netizen juga mendapati bahwa Kim Yo-jong, yang menemani Kim Jong-un pada 1 Mei 2020 itu, raut wajahnya juga terlihat sangat jauh berbeda dari sebelumnya. Dia tampak 10 tahun lebih muda. Ada yang bilang itu karena faktor makeup, namun ada juga yang mengatakan Kim Yo-jong itu adalah sosok pameran pengganti.

Keterangan foto: Kiri: Kim Yo-jong yang hadir di acara pemotongan pita oleh Kim Jong-un di pabrik pupuk Sunchon 1 Mei 2020. Kanan: Kim Yo-jong. (Internet)

Sejak Kim Jong-un menghilang pada 12 April 2020 lalu, ada yang melaporkan bahwa  Kim Jong-un mengalami kecelakaan saat melakukan operasi jantung. Ada juga laporan bahwa ia menderita stroke pendarahan otak dan berada dalam kondisi kritis.

Selama ini, pejabat atau orang-orang media dari Korea Selatan, Jepang, dan Hong Kong menegaskan bahwa Kim Jong-un telah meninggal. Namun, setelah Kim Jong-un menampakkan diri, orang-orang secara berturut-turut meminta maaf, menyayangkan informasi dari sistem totaliter Korea Utara yang tidak transparan. 

Johny/ rp 

Video Rekomendasi

Share

Video Popular