- Erabaru - http://m.erabaru.net -

Amerika Serikat akan Batasi Produsen Chip Global yang Memasok Produk ke Huawei

Epochtimes, oleh Zhang Ting- Kementerian Perdagangan Amerika Serikat mengeluarkan pengumuman di situs web resminya bahwa Kementerian Perindustrian dan Keamanan (BIS) pada hari Jumat  15 Mei 2020 lalu mengumumkan rencana untuk membatasi Huawei menggunakan teknologi, perangkat lunak Amerika  dan pembuatan semikonduktor di luar negeri untuk melindungi keamanan nasional Amerika Serikat.

BIS merevisi peraturan ekspor untuk memperkuat kontrol

Kementerian Perdagangan mengatakan bahwa pengumuman itu mencegah upaya Huawei untuk mengganggu kontrol ekspor Amerika Serikat. BIS sedang merevisi aturan produk langsung yang diproduksi asing  atau foreign-produced direct product rule yang sudah lama ada dan daftar entitas  yang juga dikenal sebagai daftar hitam, untuk secara efektif mencegah Huawei menggunakan perangkat lunak dan teknologi Amerika Serikat tertentu untuk membuat semikonduktor.

Menurut Kementerian Perdagangan Amerika Serikat, sejak BIS menambahkan Huawei Technologies dan 114 cabangnya di luar negeri ke dalam daftar entitas atau daftar hitam pada tahun 2019, perusahaan yang ingin mengekspor barang Amerika Serikat harus mendapatkan lisensi. 

Namun, Huawei terus menggunakan perangkat lunak dan teknologi Amerika  untuk desain semikonduktor dengan mempercayakan produsen chip luar negeri yang menggunakan peralatan Amerika Serikat. Hal itu merusak tujuan keamanan nasional dan kebijakan luar negeri dari daftar fisik untuk melindungi Amerika Serikat.

“Terlepas dari Kementerian Perdagangan tahun lalu telah menggunakan daftar entitas, Huawei dan afiliasinya di luar negeri meningkatkan upaya mereka untuk melemahkan pembatasan berbasis keamanan nasional ini melalui tindakan pelokalan”, kata Sekretaris Perdagangan Amerika Serikat, Wilbur Ross.

Menurut Wilbur Ross, pendekatan Huawei masih mengandalkan teknologi Amerika. 

“Ini bukan tindakan kewarganegaraan perusahaan global yang bertanggung jawab. Kita harus mengubah aturan yang digunakan oleh Huawei dan HiSilicon dan mencegah teknologi Amerika Serikat digunakan untuk melakukan tindakan jahat yang bertentangan dengan keamanan nasional dan kepentingan kebijakan luar negeri Amerika Serikat,” kata Wilbur Ross.

Peraturan ekspor yang direvisi menetapkan perusahaan asing yang menggunakan peralatan pabrikan chip Amerika Serikat harus mendapatkan lisensi ekspor Amerika Serikat sebelum memasok jenis chip tertentu kepada Huawei atau perusahaan semikonduktor Hisilicon.

Jika Huawei ingin menerima chipset tertentu atau menggunakan desain semikonduktor tertentu yang terkait dengan perangkat lunak dan teknologi Amerika  tertentu, maka Huawei memerlukan izin dari Kementerian Perdagangan Amerika Serikat.

Wilbur Ross kepada Fox Business Network mengatakan bahwa kontrol ekspor sebenarnya memiliki celah teknis yang sangat tinggi yang memungkinkan Huawei menggunakan produsen chip asing untuk menggunakan teknologi Amerika.

Menurut Ross, revisi peraturan ekspor adalah untuk menyumbat kebocoran ini.

Demi mencegah dampak ekonomi langsung yang merugikan pada pengecoran  asing yang menggunakan peralatan manufaktur semikonduktor Amerika Serikat, Kementerian Perdagangan menetapkan bahwa jika peraturan pengecoran ini sudah memulai produksi sesuai dengan parameter desain Huawei sebelum peraturan baru berlaku, Kementerian Perdagangan akan mengizinkan perusahaan-perusahaan ini menyerahkan hasil produknya kepada Huawei. 

Asalkan pengiriman diselesaikan dalam 120 hari terhitung mulai hari Jumat 15 Mei 2020. Chipset harus dimasukkan ke dalam produksi sebelum 15 Mei 2020, jika tidak berarti tidak sesuai dengan peraturan tersebut.

Menurut Reuters, perubahan aturan ini merupakan pukulan bagi Huawei dan pukulan bagi TSMC. TSMC adalah produsen chip utama bagi HiSilicon. TSMC pada hari Kamis malam 14 Mei 2020, mengumumkan bahwa mereka akan membangun pabrik chip senilai USD. 12 miliar di Negara Bagian Arizona, Amerika Serikat.

Baik ponsel maupun peralatan telekomunikasi Huawei memerlukan semikonduktor. Menurut sebuah laporan yang dirilis oleh Everbright Securities tahun lalu, sebagian besar pembuat chip mengandalkan peralatan yang diproduksi oleh perusahaan Amerika Serikat seperti KLA, Lam Research dan Applied Materials.

Amerika Serikat terus membujuk negara sekutu untuk menyingkirkan peralatan Huawei dari jaringan 5G generasi berikutnya dengan alasan bahwa peralatannya dapat digunakan oleh Beijing untuk melakukan spionase. Meskipun Huawei telah berulang kali membantah tuduhan ini.

Amerika Serikat memperpanjang lisensi sementara Huawei selama 90 hari

Kementerian Perdagangan pada hari Jumat 15 Mei 2020 juga mengeluarkan pengumuman lainnya yang berisi perpanjangan waktu selama 90 hari “lisensi umum sementara” untuk Huawei. 

Lisensi sementara ini semula dijadwalkan berakhir pada Jumat 15 Mei 2020 ini, dengan perpanjangan waktunya akan memungkinkan beberapa perusahaan Amerika Serikat   untuk melakukan bisnis dengan Huawei sebelum berakhir 13 Agustus 2020. Namun Kementerian Perdagangan juga memperingatkan bahwa perpanjangan ini diharapkan menjadi perpanjangan yang terakhir kali.

“Lisensi umum sementara” ini memungkinkan Huawei untuk membeli komponen buatan Amerika Serikat untuk memelihara jaringan yang ada dan memberikan pembaruan perangkat lunak ke ponsel Huawei yang ada. Langkah yang dilakukan oleh Kementerian Perdagangan ini adalah untuk meminimalkan interferensi dengan pelanggan Huawei yang ada. Namun, tanpa mendapatkan persetujuan, Huawei masih dilarang untuk membeli suku cadang produksi terkini Amerika Serikat.

Kementerian Perdagangan menjelaskan dalam sebuah pengumuman pada hari Jumat 15 Mei 2020. Menurut  Kementerian Perdagangan, perpanjangan 90 hari itu adalah untuk memungkinkan para pengguna dan penyedia telekomunikasi yang menggunakan peralatan Huawei di Amerika Serikat, terutama yang di daerah pedesaan Amerika Serikat, agar mereka sementara masih dapat terus mengoperasikan peralatan Huawei dan jaringan yang ada sementara dalam masa peralihan ke pemasok lain.

sin/rp

Video Rekomendasi