- Erabaru - http://m.erabaru.net -

Drummer Band Black Angel, Will Carrol Mengaku Setelah Terinfeksi Epidemi dalam Keadaan Koma Melihat Setan

Epochtimes, oleh Li Yan- Drummer band musik cadas, Black Angel, Will Carroll sempat melakukan perjalanan ke Eropa. Akan tetapi setelah pulang ke Pusat Medis Pasifik California, ia dinyatakan sebagai seorang pasien virus Komunis Tiongkok atau pneumonia Wuhan yang parah. Selama dua minggu di sana, dia memakai ventilator dan dalam keadaan koma. Laporan ini disampaikan oleh “San Francisco Chronicle” pada bulan Maret lalu. 

Carroll membuat pengakuan yang mengejutkan. Ia mengatakan bahwa ketika dia dalam keadaan koma, seperti dalam mimpi buruk. Ia mengaku melihat “Setan”. 

Sosok itu adalah iblis perempuan.  Setan itu menegurnya karena malas, dan mengubahnya menjadi “monster seperti Jabba the Hutt.”Ia memuntahkan darah sampai mengalami serangan jantung.

Untuk  diketahui, Jabba the Hutt adalah monster dalam film fiksi ilmiah “Star Wars” dan terlihat persis seperti alien. Dalam film itu, makhluk itu  adalah salah satu anggota geng yang paling kuat di galaksi. Ia memiliki dampak mendalam pada dunia politik dan kriminal.

Will Carroll  sadar pada 30 Maret dan melihat “tabung masuk dan keluar di dalam tubuh saya” di sampingnya ada seorang perawat yang menjaganya.

“Kalimat pertamaku adalah,” Apakah aku masih di neraka?.  Carroll kemudian berkata, si perawat mengabaikanku.”

Drummer ini mengatakan bahwa perjalanan ke neraka membuatnya memutuskan untuk berubah pikiran. Kini ia berusaha untuk berhenti minum alkohol dan menghisap mariyuana. Ia kini percaya tentang adanya kekuatan yang lebih tinggi. 

Carol berkata ; “Saya sebenarnya sudah akan mati, setelah siuman, saya merasa seperti dilahirkan kembali.”

Carroll mengatakan kepada San Francisco Chronicle: “Dalam hal kehidupan dan pengalaman pribadi saya, saya tidak berpikir Setan sama kerennya dengan yang dulu saya pikirkan.” 

Carriol merasa bahwa doa-doa keluarga dan teman-temannya yang membantunya melewati badai. Terlebih lagi, dia sekarang meyakini adanya “kekuatan yang lebih tinggi”. (Hui/asr)

Video Rekomendasi