Epochtimes oleh Lin Nan- Pada 25 Mei The Guardian melaporkan bahwa seorang juru bicara pemerintah Inggris mengatakan : “Setelah Amerika Serikat mengumumkan sanksi lebih lanjut terhadap Huawei, National Cyber ​​Security Center (NCSC) sedang mempelajari secara saksama mengenai kemungkinan dampaknya terhadap jaringan Inggris”.

Laporan menyebutkan bahwa tinjauan NCSC dimaksudkan untuk membuka jalan bagi Downing Street menyingkirkan peralatan Huawei dari jaringan telepon Inggris sebelum tahun 2023, dan menenangkan suara anti-Huawei yang terus dihembuskan oleh anggota parlemen konservatif.

NCSC adalah bagian dari kantor pusat intelijen Inggris, Government Communications Headquarters (GCHQ). Juru bicara dari kantor pusat tersebut mengatakan kepada BBC News : “Keamanan dan ketahanan jaringan kita sangat penting”.

Hari Jumat 22 Mei 2020  lalu, ada sumber yang mengungkapkan bahwa Downing Street sedang bersiap untuk memusatkan perhatian pada menggeser Huawei dari pasar Inggris dalam waktu 3 tahun ke depan. 

Langkah ini berarti bahwa pemerintah Inggris membalikkan keadaan dimana pemerintah Inggris pada bulan Januari lalu pernah menyebutkan bahwa Huawei akan berpartisipasi sebesar 35% dalam pembangunan jaringan 5G Inggris.

Pada bulan Mei tahun 2019, Amerika Serikat memasukkan Huawei dan 68 perusahaan afiliasi ke dalam daftar entitas. Sanksi Amerika Serikat secara langsung membatasi Huawei untuk menggunakan teknologi dan perangkat lunak Amerika Serikat untuk merancang semikonduktornya. Gedung Putih menuduh komunis Tiongkok menggunakan teknologi perusahaan tersebut untuk memantau Barat.

Pekan lalu, Amerika Serikat kembali memperketat larangan ekspor bagi Huawei, mengharuskan produsen di luar Amerika Serikat untuk mengajukan izin ekspor ketika akan mengekspor chip semikonduktor yang menggunakan teknologi Amerika Serikat ke Huawei.

Amerika Serikat mencegah Huawei menggunakan semikonduktor dan perangkat lunak Amerika Serikat untuk membuat peralatan 5G, dan akan memaksanya membeli komponen alternatif. Namun, keamanan dari komponen alternatif yang tidak dikenal dan tidak teruji ini mengkhawatirkan.

Ada komentar yang menyebutkan bahwa terkena larangan Amerika Serikat berarti hampir semua peninjauan memiliki kesimpulan yang sama, yakni produk Huawei menimbulkan risiko keamanan.

Huawei telah berulang kali membantah tuduhan tentang teknologinya digunakan untuk memantau kegiatan telekomunikasi asing.

Huawei saat ini adalah salah satu perusahaan pemasok peralatan 5G. Pasar ini pada awalnya didominasi oleh Ericsson dari Swedia dan Nokia dari Finlandia. Namun melalui banting harga, Huawei berhasil menarik minat operator seluler utama Inggris, BT dan Vodafone untuk bekerja sama.

Namun, sejak virus komunis Tiongkok menyebar ke seluruh dunia, sikap orang Inggris terhadap komunis Tiongkok telah berubah.

Sir Iain Duncan Smith dan Sir Bob Seely memimpin sekelompok anggota parlemen Konservatif yang selalu mendesak pemerintah Inggris untuk menghentikan kerja sama dengan Huawei. Mereka mengatakan bahwa sekarang sudah ada sejumlah besar anggota parlemen untuk mencegah pemerintah merealisasikan kerjasama dengan Huawei.

Matthew Henderson, direktur Asian Research Center dari Henry Jackson Institute mengatakan : “Karena banyak suara keberatan dari Parlemen dan sekutu kami, hasil kesimpulan dari tinjauan NCSC itu jelas mengarah pada keputusan pemerintah sebelumnya mengenai kerjasama dengan Huawei itu kurang berdasar sehingga sulit dipertahankan”. (sin/rp)

Video Rekomendasi

Share

Video Popular