- Erabaru - http://m.erabaru.net -

Tiga Orang Tionghoa Dibunuh di Zambia, Akibat Virus Komunis Tiongkok Memicu Diskriminasi Terhadap Orang Tionghoa

Ntdtv.com- Pada tengah hari pada 24 Mei 2020 waktu setempat, sebuah kasus kriminal yang kejam terjadi di gudang perusahaan Tiongkok di Lusaka bagian selatan, Zambia, Afrika Tengah. Dua pria dan seorang wanita membobol gudang milik orang Tionghoa   melakukan perampokan dan menewaskan tiga warga Tiongkok marga Cao, marga Fan dan marga Bao yang bekerja di gudang pada waktu itu. Perampok membakar gudang  dalam upaya untuk memusnahkan barang bukti.

Polisi Zambia awalnya tiba di tempat kejadian setelah menerima alarm kebakaran dan menemukan bahwa pemilik gudang tidak ada. Polisi menggeledah rumah di belakang gudang dan menemukan parang berdarah di lantai di samping tempat tidur di kamar.  Polisi kemudian menemukan mayat seorang wanita Tionghoa yang hangus di lokasi kebakaran.

Setelah penyelidikan dan pemeriksaan lebih lanjut, polisi mengkonfirmasi bahwa itu adalah tubuh marga Cao, seorang anggota staf gudang. Polisi lalu mengetahui bahwa ada dua wanita Tionghoa di dalam gudang pada saat kejadian, yang diperkirakan telah terbunuh, tetapi mayat kedua wanita tersebut masih dalam pencarian.

Pada hari kejadian, polisi mengklarifikasi kasus umum melalui investigasi, dan dengan cepat menangkap dua tersangka pria, tetapi masih ada seorang tersangka wanita sudah buron dan polisi masih mencarinya.

Setelah kejadian itu, staf yang dikirim oleh Kedutaan Besar Tiongkok di Zambia tiba di tempat kejadian untuk mendalami kasus tersebut, namun Kedubes hanya menyatakan “keprihatinan yang besar” terhadap kasus itu kepada polisi dan tidak mengajukan kecaman atau protes.

Baru pada tanggal 25 Mei 2020,  Li Jie, duta besar Tiongkok untuk Zambia, menawarkan “negosiasi” kepada Menteri Luar Negeri Zambia Malanji atas nama kedutaan, menyatakan “kecaman keras” atas kekerasan ganas ini dan menuntut agar Zambia mengambil langkah-langkah untuk melindungi keselamatan dan keamanan warga Tiongkok di Zambia.

[1]
Keterangan foto: Cuplikan layar situs web resmi Kedutaan Besar Tiongkok di Zambia.

Ketika insiden ganas ini terungkap secara online, menyebabkan kekhawatiran yang meluas di kalangan orang Tionghoa perantauan. Beberapa netizen Tiongkok mengungkapkan kemarahan  kepada kedutaan besar Komunis Tiongkok di Zambia yang hanya menyatakan “keprihatinan” pada hari insiden tersebut. 

Mereka mencurigai bahwa tanggapan langsung duta besar Komunis Tiongkok adalah “toleransi dan menahan diri”. Keesokan harinya, pernyataan gaya retorika dikeluarkan untuk Kementerian Luar Negeri Zambia. Netizen menilai, Kedubes  khawatir bahwa pengaruh insiden itu akan menghancurkan apa yang disebut “persahabatan” antara pemerintah Komunis Tiongkok dan pemerintah Zambia, daripada prihatin terhadap wanita Tionghoa terbunuh di negara asing. 

[2]
Keterangan foto: Gambar tersebut menunjukkan Duta Besar Komunis Tiongkok untuk Zambia Li Jie. (Gambar internet)

Beberapa netizen menunjukkan bahwa apa yang disebut sebagai fenomena “diskriminasi terhadap orang Tionghoa” dan “kebencian terhadap orang Tionghoa” di beberapa negara Afrika bukan tanpa disengaja. Ini mungkin karena pejabat Komunis Tiongkok pada bulan April tahun ini menerapkan tindakan “pencegahan epidemi” yang sangat keras terhadap orang Afrika-Amerika di Tiongkok yang memicu badai opini publik “diskriminasi terhadap orang Afrika.” 

Pada waktu itu, pemerintah atau departemen diplomatik banyak negara Afrika pernah mengutuk pejabat Komunis Tiongkok, yang pernah berevolusi menjadi badai diplomatik antara pemerintah dan daratan Tiongkok. Jadi dalam analisis terakhir, Komunis Tiongkok yang telah merugikan orang Tionghoa.

Netizen Jerry lee meninggalkan pesan di Twitter dan menunjukkan, “Organisasi paling anti-China di dunia adalah Partai Komunis Tiongkok.”

Akun Twitter @ chang31725572 memposting sebuah pos yang mengejek (wumao) lima sen Komunis Tiongkok: “Dimana serigala perang? Mereka yang melanggengkan keagungan saya, mengirim pasukan untuk mempromosikan prestise nasional. Serigala perang seharusnya segera untuk bertindak!”

Sementara akun @ringbird mencemooh pemerintah Komunis Tiongkok, dengan mengatakan: “Pergilah ke negara saudara Afrika kamu untuk menetapkan undang-undang keamanan nasional pertama, (seseorang di sana) membahayakan keselamatan orang Tionghoa.”

hui/rp

Video Rekomendasi