Epochtimes.com- Pasukan Tiongkok dan India telah berulang kali bentrok di daerah perbatasan dalam beberapa tahun terakhir, dan tentara dari kedua negara kembali bentrok di daerah perbatasan antara Tiongkok dan India pada awal Mei 2020 lalu. Bentrok itu melukai 5 tentara India dan 7 tentara Tiongkok. Negosiasi pada 19 Mei antara kedua belah pihak gagal. Beberapa pejabat India mengungkapkan pada tanggal 25 Mei lalu bahwa mereka siap menghadapi konfrontasi jangka panjang dengan Tiongkok.

Menurut laporan, Kepala Staf Angkatan Darat India yang setara dengan Panglima Angkatan Darat, M. M. Naravane telah memerintahkan pengiriman beberapa divisi infanteri ke Ladakh timur untuk bala bantuan.

Setiap divisi infanteri di India memiliki sekitar 10.000 hingga 12.000 tentara. Ketegangan di perbatasan Tiongkok-India telah meningkat. Informasi yang diperoleh oleh pihak India menunjukkan bahwa Tiongkok memiliki lebih banyak pasukan dan perilaku agresif di perbatasan. Diketahui bahwa tentara Tiongkok tidak dikirim oleh komandan lokal, tetapi oleh militer Tiongkok Komando Teater Barat yang bertanggung jawab.

India selain mengirim divisi infanteri dekat garis kontrol yang sebenarnya,  sebuah skuadron bawah laut dari divisi tentara Ali dari pasukan Komunis Tiongkok yang biasa dikenal dengan Armada Laut Barat, juga dituduh ditempatkan di Pangong Tso. 

Gambar-gambar baru-baru ini mengenai konfrontasi antara tentara Tiongkok dan India menunjukkan bahwa deretan kapal militer Komunis Tiongkok berada di danau. Sementara tentara India menunjukkan spanduk peringatan yang memintanya untuk mematuhi perjanjian dan menarik diri dari wilayah India.

Jenderal M. M. Naravane tiba-tiba memimpin stafnya ke perbatasan barat Tiongkok dan India. Pada 23 Mei, ia secara khusus memeriksa markas Tentara ke-14 Angkatan Darat India yang ditempatkan di Leh, Ladakh.

“Indian Times”, “Hindu Times” dan media lainnya menganggapnya sebagai tanda bahwa situasinya sudah sangat serius.

New Delhi Television (NDTV) mengungkapkan pada 24 Mei bahwa patroli gabungan Polisi Perbatasan India-Tibet (ITBP) dan Angkatan Darat India di bawah Kementerian Dalam Negeri India ditangkap oleh tentara Tiongkok pada tanggal 20 Mei  di zona sengketa perbatasan barat.

Angkatan Darat India segera mengeluarkan “pernyataan resmi menutupi rumor” pada 24 Mei. Juru bicaranya Kolonel Aman Anand mengatakan bahwa tidak ada tentara Angkatan Darat India yang ditangkap dan dilucuti di perbatasan Tiongkok-India.

Menurut laporan media dari New Delhi Television dan media lain, tim polisi militer India ini, bersama dengan peralatan yang mereka pegang, dibebaskan oleh Tiongkok setelah beberapa jam kemudian.

Para pejabat senior angkatan bersenjata Tiongkok dan India juga dengan cepat berkomunikasi, dan informasi yang relevan juga dikirimkan kepada Perdana Menteri India Narendra Modi.

Konflik antara Komunis Tiongkok dan India meningkat!

Konfrontasi antara kedua pasukan terungkap.

Tentara Komunis Tiongkok dan tentara India bentrok pada 5 Mei di perbatasan Lambada (Pangong Tso).Kedua pihak tidak menggunakan senjata standar, tetapi kedua belah pihak melemparkan batu pada ketinggian sekitar 4267 meter. Kedua belah pihak terluka. 

Pada tanggal 9 Mei, kedua belah pihak mengalami konflik fisik lainnya di Sikkim di India utara. Sebanyak 150 tentara Tiongkok dan India berpartisipasi. Banyak tentara Tiongkok dan India terluka.  (hui/rp)

Video Rekomendasi

Share

Video Popular