Ntdtv.com- Kantor Berita Yonhap melaporkan bahwa polisi perairan Korea Selatan menangkap seorang lelaki asal Tiongkok berusia 40 tahun yang diduga terlibat penyelundupan manusia ke Mokpo-si, Provinsi Jeolla Selatan pada 26 Mei sekitar pukul 19:55.

Pria tersebut mengaku kepada polisi bahwa ia dan 5 orang lainnya berangkat langsung dari Kota Weihai, Provinsi Shandong, Tiongkok dengan menggunakan kapal boat untuk rekreasi. Kapal yang berukuran panjang 4 meter, lebar 1,5 meter pada 20 Mei sore hari, dan tiba di Taean-gun pada keesokan harinya.

Pria yang tertangkap tersebut telah menjalani tes virus komunis Tiongkok (pneumonia Wuhan) dan dinyatakan negatif. Sedangkan kelima orang lainnya masih belum diketahui keberadaannya. Polisi menduga bahwa mereka ini mungkin sudah dijemput oleh sebuah van dan tiba di Mokpo-si.

Polisi mengusut ihwal tujuan penyelundupan para tersangka ini dan mencari tahu apakah ada kaki tangan domestik yang memberikan bantuan.

Atas kejadian ini, polisi militer yang bertugas dalam pertahanan pesisir mungkin akan mendapatkan kritikan dari pemerintah Korea Selatan. Kapal boat tersebut telah berada di pantai Taean pada 21 Mei, tetapi polisi perairan baru menerima pemberitahuan publik kemudian melakukan pengusutan pada 23 Mei.

Kabarnya, karena Sistem Layanan Lalu Lintas Kapal atau Vessel Traffic Service/ VTS saat ini tidak memiliki sistem pelacakan otomatis atau Automatic Identification System/ AIS untuk memonitor kapal berukuran di bawah 2 ton. Jadi mustahil untuk mendeteksi masuk dan keluarnya kapal berukuran tersebut yang dapat menjadi celah pertahanan pantai.

Menurut sumber yang relevan dalam industri pelayaran Korea Selatan, Semenanjung Taean di Korea Selatan berjarak sekitar 320 hingga 350 kilometer dari Semenanjung Shandong di Tiongkok. Selama bahan bakar kapal mencukupi, bukan tidak mungkin untuk menyeberang ke Taean-gun dengan menggunakan kapal boat kecil.

Keterangan foto: Semenanjung Taean di Korea Selatan berjarak sekitar 320 hingga 350 kilometer dari Semenanjung Shandong di Tiongkok. (video screenshot)

Sebelumnya, pada tahun 2009, ada 36 orang warga negara Tiongkok dan pembelot Korea Utara naik perahu dari Shandong ke Boryeong-si (Daecheon), Provinsi Chungcheong Selatan. Saat itu mereka  lolos dari pantauan pihak berwenang Korea Selatan.

Pada bulan Juni 2005, juga ada warga yang menemukan kapal berbobot 1,5 ton yang ditinggalkan di atas pantai Boryeong. Di atas kapal terdapat lebih dari 30 botol air mineral dari berbagai merek dagang Tiongkok, 4 jerigen bekas bensin, 6 buah jaket penyelamat dan sebuah kompas yang ditinggalkan di dalam kapal. Kejadiannya sangat mirip. (sin/rp) 

Video Rekomendasi

Share

Video Popular