Ntdtv.com- Pada sore hari tanggal 28 Mei 2020, Kongres Rakyat Nasional Partai Komunis Tiongkok menutup pertemuannya dan memilih  mengeluarkan Undang-Undang “Keputusan tentang Pembentukan dan Peningkatan Sistem Hukum dan Mekanisme Penegakan untuk Pemeliharaan Keamanan Nasional di Hong Kong”.

Meskipun ditentang keras oleh rakyat Hong Kong dan komunitas internasional, rancangan “Keputusan” masih di bawah tekanan dari Partai Komunis Tiongkok, dengan 2878 suara mendukung, 1 suara menentang dan 6 abstain, dan satu orang tidak menekan tombol pemilihan.

Setelah draf disahkan, Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional masih perlu merumuskan undang-undang yang relevan. Setelah menyelesaikan draf, undang-undang yang relevan akan dicantumkan dalam Lampiran III dari Undang-Undang Dasar Hong Kong. Kemudian diumumkan dan dilaksanakan oleh pemerintah Hong Kong. Dengan kata lain, rincian spesifik dan UU “versi Hong Kong dari UU Keamanan Nasional” yang terkait dengan dunia luar belum diwujudkan.

Pada hari yang sama, Menteri Luar Negeri Inggris Raab, Menteri Luar Negeri AS Pompeo, Menteri Luar Negeri Kanada Philip dan Menteri Luar Negeri Australia Payne mengeluarkan pernyataan bersama tentang masalah Hong Kong. Mereka menyatakan keprihatinan mendalam tentang keputusan Beijing untuk menerapkan Undang-Undang Keamanan Nasional di Hong Kong.

Pernyataan itu menyatakan bahwa Hong Kong yang makmur sebagai benteng kebebasan. Selain itu, kemakmuran dan stabilitas Hong Kong sangat penting bagi kepentingan jangka panjang komunitas internasional. 

Undang-undang itu langsung dikleluarkan dari Beijing, alih-alih mengizinkan Hong Kong untuk meloloskan Pasal 23 Undang-Undang Dasar. Yang mana akan membatasi kebebasan rakyat Hong Kong dan melemahkan otonomi Hong Kong.

Pernyataan tersebut menyatakan bahwa keputusan Beijing, untuk memberlakukan “Undang-Undang Keamanan Nasional” yang baru di Hong Kong merupakan konflik langsung dengan “Deklarasi Bersama Tiongkok-Inggris. ”  

Deklarasi itu mengikat secara hukum dan terdaftar di PBB. Sekaligus membuyarkan janji satu negara, dua  sistem. Bahkan, meningkatkan kemungkinan penuntutan politik di Hong Kong. Sehingga merusak komitmen untuk melindungi hak-hak rakyat Hong Kong.

Keterangan gambar ; Pernyataan Bersama Amerika Serikat, Kanada, Inggris dan Australia tentang Hong Kong. (Tangkapan layar jaringan)

Berikut ini adalah terjemahan dari pernyataan bersama AS, Australia, Kanada dan Inggris :

Para penandatangan pernyataan ini menegaskan kembali keprihatinan mendalam kami tentang keputusan Beijing untuk menerapkan Hukum Keamanan Nasional di Hong Kong.

Hong Kong yang makmur sebagai benteng kebebasan. Komunitas internasional memiliki kepentingan besar dan jangka panjang dalam kesejahteraan dan stabilitas Hong Kong. Otoritas Beijing tidak mengesahkan lembaga-lembaga Hong Kong sendiri sesuai dengan ketentuan Pasal 23 Undang-Undang Dasar Hong Kong. Tetapi secara langsung menerapkan undang-undang keamanan nasional tentang Hong Kong. Ini akan melemahkan kebebasan rakyat Hong Kong, dengan demikian sangat melemahkan otonomi Hong Kong dan sistem yang membuatnya menjadi sangat makmur. 

Keputusan Tiongkok(Komunis Tiongkok) untuk menerapkan undang-undang keamanan nasional yang baru di Hong Kong, secara langsung bertentangan dengan kewajiban internasional yang mengikat secara hukum. Yang mana ditetapkan oleh prinsip-prinsip Deklarasi Bersama Tiongkok-Inggris yang terdaftar di PBB. Undang-undang keamanan nasional akan merusak kerangka kerja “satu negara, dua sistem.”

Ini juga meningkatkan kemungkinan warga dituntut karena kejahatan politik di Hong Kong dan melemahkan komitmen yang ada untuk melindungi hak-hak orang Hong Kong, termasuk yang dinyatakan dalam Kovenan Internasional tentang Hak Sipil dan Politik dan Kovenan Internasional tentang Hak Ekonomi, Sosial dan Budaya. 

Kami juga sangat prihatin bahwa tindakan ini akan memperburuk perpecahan mendalam yang ada di masyarakat Hong Kong, undang-undang ini tidak akan membantu membangun saling pengertian dan mempromosikan rekonsiliasi di dalam Hong Kong.

Membiarkan rakyat Hong Kong menikmati hak dan kebebasan yang dijanjikan dan membangun kembali kepercayaan di seluruh masyarakat Hong Kong, adalah satu-satunya cara untuk menghilangkan ketegangan dan kekacauan di Hong Kong selama setahun terakhir.

Kekhawatiran negara-negara di seluruh dunia tentang pandemi global dari coronavirus yang baru membutuhkan peningkatan kepercayaan pada pemerintah dan kerja sama internasional. Langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya di Beijing ini mungkin memiliki efek sebaliknya.

Dikarenakan penerapan undang-undang yang baru di Hong Kong membahayakan stabilitas dan kemakmuran Hong Kong, kami menyerukan kepada pemerintah Tiongkok untuk bekerja sama dengan Pemerintah Daerah Administrasi Khusus Hong Kong dan masyarakat Hong Kong, untuk menemukan solusi yang dapat diterima bersama untuk memenuhi pendaftaran Tiongkok (komunis Tiongkok) dengan PBB. Kewajiban internasional berdasarkan Deklarasi Bersama Tiongkok-Inggris.

Demikian bunyi pernyataan bersama tersebut. 

Kongres Rakyat Nasional Komunis Tiongkok mengeluarkan “Undang-Undang Keamanan Nasional” versi Hong Kong pada 28 Mei, yang menyuarakan “Lonceng Kematian” untuk otonomi Hong Kong. (SAM YEH / AFP via Getty Images)

Sementara itu, Pada konferensi pers setelah penutupan Kongres Rakyat Nasional Partai Komunis Tiongkok, Li Keqiang ditanyai oleh wartawan apakah ia memberlakukan “Undang-Undang Keamanan Nasional” versi Hong Kong.  Ini mengindikasikan apakah pemerintah pusat akan menyesuaikan kebijakannya terhadap Hong Kong dan meninggalkan satu negara, dua sistem. Li Keqiang menegaskan kembali bahwa perlu menerapkan secara penuh dan akurat satu negara, dua sistem, rakyat Hong Kong yang memerintah Hong Kong dan otonomi tingkat tinggi.

UU Keamanan Nasional versi Hong Kong” Menimbulkan Kekhawatiran

Anggota Dewan Legislatif Demokrat Hong Kong masih khawatir tentang “versi Keamanan Nasional Hong Kong.” Dikarenakan  dapat mempengaruhi reputasi internasional Hong Kong. Anggota parlemen Demokrat Chen Shuzhuang menggambarkan bahwa Hong Kong secara resmi menerapkan “satu negara, satu sistem.”

Dalam beberapa hari terakhir, banyak negara telah menyatakan keprihatinan besar atau bahkan khawatir tentang UU Keamanan Nasional versi Hong Kong ini. 

Kementerian Luar Negeri Jepang juga mengeluarkan pernyataan yang mengatakan bahwa “sangat khawatir” tentang situasi di Hong Kong.Kemenlu  Jepang mengatakan bahwa Hong Kong adalah mitra yang sangat penting bagi Jepang. Kedua  pihak memiliki hubungan ekonomi dan perdagangan yang erat.

Presiden Taiwan Tsai Ing-wen mengatakan pada tanggal 28 Mei 2020, bahwa Komunis Tiongkok mem-Baypass  legislatif Hong Kong dan secara paksa mendorong “Undang-Undang Keamanan Nasional versi Hong Kong.” 

Tsai Ing-wen di akun Facebooknya menulis bahwa “Undang-Undang Keamanan Nasional” versi Hong Kong “secara signifikan menekan kebebasan berbicara dan kebebasan peradilan Hong Kong. Perintah Eksekutif  meluncurkan “Proyek Bantuan Kemanusiaan dan Tindakan Pertolongan Hong Kong” untuk terus merencanakan langkah-langkah bantuan seperti tempat tinggal dan pemukiman bagi rakyat Hong Kong.

Tsai Ing-wen menekankan bahwa ketika Komunis Tiongkok melanggar komitmen Hong Kong untuk “satu negara, dua sistem” dan “50 tahun tidak dapat diubah.” Sedangkan memburuknya situasi Hong Kong juga berdampak pada perdamaian dan stabilitas regional. Taiwan memiliki tanggung jawab  bekerja dengan kubu demokrasi internasional untuk terus mendukung Hong Kong dan rakyatnya. Tsai mengatakan dirinya tidak akan duduk dan menonton demokrasi, kebebasan dan hak asasi manusia mundur di Hong Kong. Secara khusus, dia mengusulkan bahwa “Taiwan yang bebas mendukung kebebasan Hong Kong.”

Sehari sebelum Kongres Rakyat Nasional Partai Komunis Tiongkok memberikan suara pada “versi Hong Kong dari Undang-Undang Keamanan Nasional”, Menteri Luar Negeri AS Pompeo mengeluarkan pernyataan yang mengatakan bahwa Hong Kong tak akan lagi memerintah sendiri. Selain itu,  tidak ada jaminan bahwa Hong Kong akan terus menikmati kebebasan hak yang dijanjikan. (Hui/asr)

(Reporter Li Yun / Editor Bertanggung Jawab: Dai Ming)

Video Rekomendasi

Share

Video Popular