- Erabaru - http://m.erabaru.net -

Banyak Negara Tolak Masker Inferior Komunis Tiongkok, Harga Kain Masker Daratan Anjlok

Epochtimes.com- Menurut laporan media yang komprehensif dari daratan Tiongkok,  produsen masker Hunan mengungkapkan bahwa harga bahan baku kain meltblown telah naik dari 18.000 yuan / ton tahun lalu. Harga melonjak tinggi, tidak peduli apa tingkat kualitas kain meltblown tersebut dapat dijual dengan harga lebih dari 400.000 yuan / ton,  harga kain paling gila ini di pasaran dapat melonjak tiap jam.

Xu, yang berinvestasi dalam produksi masker di Kota Yangzhong, Provinsi Jiangsu, mengatakan bahwa harga mesin untuk memproduksi kain meltblown saat itu juga meningkat. Sebelum epidemi, harganya 12.000 yuan per unit, dan setelah kejadian epidemi, masing-masing unit mencapai 30.000 yuan. Harga itu naik menjadi 150.000 yuan, paling mahal. Dipahami bahwa seluruh kota Yangzhong menghasilkan lebih dari 5.000 mesin untuk kain meltblown.

Tetapi situasi gila itu berakhir mendadak pada 15 April 2020 lalu. Semua perusahaan produksi dan operasi kain meltblown di kota menghentikan produksi. Kain meltblown terjual maksimal 450.000 yuan per ton tiba-tiba jatuh ke minimum 2.000 yuan/ton!

Setiap perangkat seharga 150.000 Yuan sekarang “seperti sampah”

Pada saat yang sama, mesin yang digunakan untuk memproduksi masker tidak laku lagi. Setiap perangkat seharga 150.000 Yuan ini, seperti sampah, hanya dapat dijual sebagai besi tua.

Xu mengatakan bahwa seluruh Yangzhong dikatakan dulu memiliki 5.000 mesin ini,  sekarang tidak ada lagi. 

Informasi publik menunjukkan bahwa bahan yang digunakan untuk kain masker dibagi menjadi 25g dan 50g, dan efisiensi filtrasi adalah 92%, 95% dan 99%, yaitu kelas 90, 95 dan 99, yang mewakili untuk menyaring 90%, 95% dan 99% dari bahan partikulat tidak berminyak. Produk standar normal harus diatas standar 95, dan kain yang masker di bawah 80 pada dasarnya adalah limbah.

Seseorang yang bertanggung jawab atas perusahaan mengatakan bahwa sekarang mereka yang di bawah level 80 hanya dapat dijual sebagai memo. AKan tetapi  jika mereka dapat menjual seharga beberapa ribu yuan, masih belum ada pesanan. Oleh karena untuk harga di bawah level 90, harga juga telah turun secara signifikan karena persyaratan ekspor masker sipil lebih ketat, produsen hanya dapat memotong harga karena tidak ada pesanan. Ditambah perusahaan besar seperti BYD, Gree, Wuling, dan lainnya, dikonversi menjadi masker, mengambil alih pengadaan pemerintah dan pesanan ekspor. Ruang hidup pabrik kecil semakin kecil.

Sebelumnya, seorang pemegang saham perusahaan produk saniter di Yiwu, Zhejiang, bernama samaran Li Di, mengatakan kepada wartawan Epoch Times bahasa mandarin, bahwa sebagian besar masker yang diproduksi oleh perusahaan mereka diekspor ke enam negara di luar negeri. Kemudian, ketika perusahaan harus melalui prosedur ekspor yang lebih ketat, mereka harus mempunyai koneksi di departemen pemerintah. Jika tidak mereka tidak dapat menangani kualifikasi, dan  mereka akan rugi.

“Diplomasi masker” Komunis Tiongkok gagal

Beberapa analis percaya bahwa alasan jatuhnya harga kain meltblown di daratan adalah sejak merebak wabah virus Komunis Tiongkok (pneumonia Wuhan).  Komunis Tiongkok telah terlibat dalam apa yang disebut “diplomasi masker” untuk mengekspor sejumlah besar pasokan medis dan masker ke berbagai negara gagal, karena tidak memenuhi standar medis. Berikut ini beberapa contohnya:

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat mengatakan pada 7 Mei bahwa mereka telah mencabut lisensi sekitar 60 produsen  Tiongkok yang menjual masker N95 di Amerika Serikat. Alasannya, masker yang diproduksi oleh produsen ini tidak dapat memberikan perlindungan yang memadai terhadap virus Komunis Tiongkok.

Seorang juru bicara Kementerian Kesehatan Jerman mengatakan pada bulan Mei lalu bahwa sejak wabah terjadi, pemerintah Jerman telah membeli lebih dari 100 juta masker dari Tiongkok untuk rumah sakit dan klinik.  Belakangan diketahui, sekitar 20% dari masker tidak memenuhi standar.

Pada 25 April 2020, pemerintah Kanada menyatakan bahwa sekitar 1 juta masker KN95 yang dibeli dari Tiongkok tidak memenuhi standar dan tidak dapat digunakan.

Sebelumnya, pada 24 April, mekanisme perlindungan konsumen Uni Eropa mengeluarkan serangkaian pemberitahuan “peringatan serius” pada empat produk masker buatan  Tiongkok, yang menekankan bahwa kapasitas penyaringan tidak mencukupi.Selain tidak memenuhi standar Uni Eropa, juga berisiko terinfeksi.

Pada 8 April, pemerintah Finlandia menyatakan bahwa 2 juta masker pelindung yang dibeli dari Beijing “tidak memenuhi syarat” dan tidak dapat digunakan di rumah sakit.

Pada bulan April 2020, pejabat Badan Perbatasan Australia menyita sekitar 800.000 masker rusak yang dibeli dari Beijing, senilai $ 7,6 juta.

Kementerian Kesehatan Belanda mengeluarkan pernyataan pada 28 Maret 2020. Pada tanggal 21 Maret 2020, Belanda menerima 1,3 juta masker yang dibuat di  Tiongkok, ditandai dengan peringkat “KN95”, tetapi setelah dua tes, ditemukan bahwa masker itu tidak melekat pada wajah dan gagal untuk menyaring virus. (hui/rp) 

Video Rekomendasi