Wartawan NTD Li Mei dan Ruili

Warga di dunia yang kini tertular virus komunis Tiongkok atau coronavirus sudah tembus lebih dari 6 juta kasus. Sejumlah kasus mengalami peningkatan di Rusia dan Korea Selatan yang sempat membuka kembali sekolah.  

Rusia melaporkan pada hari Jumat 29 Mei bahwa dalam 24 jam terakhir, 232 orang telah meninggal dunia menciptakan lonjakan angka terbaru dengan 8.572 kasus baru yang terinfeksi. Jadi total per 1 Juni 2020, kasus terinfeksi di Rusia tembus 405,843 dengan 4,693 kasus kematian. 

Laporan menyebutkan, epidemi di Moskow adalah yang paling parah, dengan 2.332 kasus baru pada hari yang sama, dengan total 175.000 kasus. Pihak berwenang memerintahkan agar langkah-langkah isolasi diri diperpanjang hingga 14 Juni 2020.  Langkah-langkah beberapa pembatasan juga dicabut.

Sementara itu, Pemerintah Spanyol menyetujui kucuran 462 euro pada hari Jumat 29 Mei 2020 yang akan dibayarkan per orang untuk 2,5 juta orang yang paling miskin dan paling terpukul akibat epidemi. Penghasilan dasar juga akan meningkat dengan jumlah anggota keluarga, hingga 1.015 euro per bulan.

Setelah sempat melakukan ‘New Normal,’ penyebaran virus di Korea baru-baru ini kembali terjadi. Sebanyak 58 kasus baru pada hari Jumat. Total per 1 Juni,  11.468 kasus yang terinfeksi. 

Sebanyak 58 kasus baru pada hari itu semuanya berasal dari daerah Seoul. Infeksi di cluster Bucheon Logistics Center terus menyebar. Lebih dari 200 sekolah di Korsel kembali menggelar pembelajaran secara online.

Sebagai langkah antisipasi damapk ekonomi, Bank of Korea menurunkan suku bunga ke rekor terendah pada hari Kamis 28 Mei 2020 dengan menurunkan 25 basis poin menjadi 0,5%. Bank itu juga memperingatkan bahwa epidemi menyebabkan resesi ekonomi yang parah di Korea Selatan. Bank sentral menurunkan prakiraan ekonomi 2020 menjadi 0,2%, lebih rendah dari perkiraan 2,1% pada Februari lalu.

Sejauh ini, Korea Selatan telah meluncurkan paket 245 triliun won, setara dengan 197,9 miliar dolar AS, yang menyumbang 12,8% dari PDB sebagai tanggapan terhadap dampak epidemi. 

Para ahli memperkirakan bahwa Korea Selatan akan mengalami kontraksi ekonomi pertama dalam 30 tahun tahun ini.

Sedangkan, Nepal memiliki 156 kasus baru pada hari Kamis 28 Mei 2020. Total hingga 1 Juni 2020,  sebanyak 1,572 kasus didiagnosis. Sebanyak 30 juta penduduk di seluruh negeri telah diisolasi selama dua bulan.

Pihak berwenang mengatakan bahwa sekitar 200.000 penduduk Nepal yang terlibat dalam ekspedisi gunung dan industri terkait lainnya, kehilangan sumber pendapatan mereka setelah wabah. (Hui/asr)

 

Video Rekomendasi

Share

Video Popular