Ntdtv, oleh Li Yun- Pada tanggal 29 Mei, Presiden Trump dalam konferensi pers yang diadakan di Kebun Mawar Gedung Putih mengatakan bahwa selama bertahun-tahun, pemerintah Tiongkok telah terlibat dalam kegiatan spionase untuk mencuri banyak rahasia industri AS. Agar dapat lebih baik dalam melindungi kegiatan penelitian universitas nasional penting di Amerika Serikat, Pemerintah AS untuk sementara waktu akan menangguhkan masuknya warga asal daratan Tiongkok ke wilayah negeri paman Sam itu.

Usai Trump mengumumkan hal ini, Gedung Putih langsung mengumumkan bahwa mulai 1 Juni, AS akan menghentikan pemberian visa bagi warga asal daratan Tiongkok. Selain itu, melarang para pelajar atau peneliti asal daratan Tiongkok masuk ke AS, termasuk mereka yang memiliki gelar sarjana atau lebih tinggi yang memiliki kontak, hubungan dengan militer komunis Tiongkok.

Pada 30 Mei, Kedutaan Besar Tiongkok di Amerika Serikat mengeluarkan pemberitahuan darurat sesuai petunjuk Kementerian Luar Negeri Tiongkok dalam mengatur pemulangan mahasiswa, termasuk melalui penerbangan charter dari bandara di Washington menuju Shenzhen.

Maskapai Air China akan memberitahukan kepada para mahasiswa asal Tiongkok yang memenuhi kriteria, sesuai daftar yang diberikan kedutaan besar Tiongkok di AS untuk segera membeli tiket. Penerbangan charter diperkirakan akan berangkat dari Dulles International Airport di Washington pada 4 Juni sore waktu Amerika Timur.

Penumpang selain memenuhi persyaratan, juga perlu mengisi daftar kesehatan sesuai dengan peraturan Kedutaan Besar Tiongkok di Amerika Serikat. Mereka yang menderita gangguan kesehatan tidak diperkenankan turut dalam penerbangan. Mereka mungkin menghadapi tanggung jawab hukum jika membuat laporan palsu.

Pada tanggal 30 Mei, Kedutaan Besar Tiongkok di Amerika Serikat mengeluarkan pemberitahuan mengatur penerbangan sementara untuk menjemput siswa internasional untuk kembali ke Tiongkok. (Screenshot halaman web)

Kedutaan Besar Tiongkok di Amerika Serikat memberitahukan kepada bahwa beberapa warga Tiongkok, baru-baru ini melaporkan bahwa mereka diinterogasi cukup lama oleh petugas ketika melalui pos imigrasi  saat hendak meninggalkan AS.  Mereka juga mengalami pemeriksaan isi ponsel, laptop, dan peralatan elektronik lainnya. Bahkan ada beberapa peralatan elektronik dari mereka yang ditahan sementara untuk pendalaman lebih lanjut.

Sebelum ini, New York Times melaporkan bahwa Amerika Serikat berencana untuk membatalkan visa bagi ribuan orang mahasiswa pascasarjana asal daratan Tiongkok. Dikarenakan administrasi Trump percaya bahwa mereka ini memiliki hubungan dengan militer Tiongkok.

Mahasiswa asal daratan Tiongkok adalah kelompok pelajar asing terbesar di Amerika Serikat. Saat ini terdapat sekitar 360.000 orang mahasiswa Tiongkok yang belajar di Amerika Serikat. Kebijakan ini jelas berpengaruh terhadap 3.000 hingga 5.000 orang mahasiswa Tiongkok.

Laporan yang mengutip ucapan pejabat AS itu berbunyi, yang menjadi kekhawatiran AS terhadap para mahasiswa tersebut adalah mereka sebelum datang telah menerima pelatihan spionase. Dalam banyak kasus, pemerintah komunis Tiongkok memilih siswa yang berafiliasi dengan militer untuk belajar di luar negeri. Selain itu, mewajibkan mereka untuk mengumpulkan intelijen demi kepentingan komunis Tiongkok sebagai imbalan atas beasiswa yang mereka terima.

Mahasiswa asal universitas di Tiongkok yang terkena larangan untuk mendalami ilmu di universitas AS itu termasuk Universitas Politeknik Northwestern, Universitas Teknik Harbin, Institut Teknologi Harbin, Universitas Aeronautika dan Astronautika Beijing, Institut Teknologi Beijing, Universitas Sains dan Teknologi Nanjing, dan Universitas Aeronautika dan Astronautika Nanjing. 

Ketujuh perguruan tinggi dan universitas ini dijuluki ‘7 Anak Pertahanan Nasional’ yang langsung di bawah pengaturan Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi Partai Komunis Tiongkok.

Di bawah larangan baru tersebut para mahasiswa pascasarjana Tiongkok yang termasuk dalam institusi yang disebutkan di atas, akan terkena pembatalan visa mereka dan dideportasi. Para mahasiswa asal daratan Tiongkok yang saat ini berada di luar Amerika Serikat tidak akan diizinkan untuk kembali ke Amerika Serikat.

Pejabat AS percaya bahwa personel intelijen Tiongkok telah lama menggunakan visa pelajar AS untuk melakukan kegiatan spionase dan pencurian hak kekayaan intelektual.

Amerika Serikat telah meningkatkan tindakan kerasnya terhadap spionase akademik di perguruan tinggi dan universitas. Selain itu, telah memasukkan beberapa universitas yang dianggap terkait dengan militer komunis Tiongkok dalam daftar kontrol ekspor.

Peter Wyatt Wood, presiden National Association of American Scholars kepada VOA mengatakan bahwa, komunis Tiongkok telah menyalahgunakan kebebasan dan keterbukaan secara luas yang diberikan oleh akademik dan universitas-universitas Amerika Serikat. Mereka melakukan penekanan-penekanan terhadap orang asing untuk memaksa mereka terlibat dalam kegiatan ilegal.

Robert Daly, penanggung jawab Woodrow Wilson Center for International Scholars, juga berpendapat bahwa siswa yang lulus dari akademi militer dan sekolah yang berafiliasi dengan komunis Tiongkok, dapat menggunakan keahlian apa pun yang diperoleh dari Amerika Serikat untuk meningkatkan kekuatan militer Komunis Tiongkok.

Pada 30 Mei, Kedutaan Besar Tiongkok di Amerika Serikat mengeluarkan pemberitahuan yang berisikan pengaturan kepulangan sejumlah mahasiswa asal Tiongkok yang belajar di AS. (Daniel Slim/AFP/Getty Images)

Zhang Xiaogang, Sarjana asal Tiongkok yang tinggal di Australia mengatakan kepada NTDTV bahwa komunis Tiongkok telah lama mengirim berbagai personel, terutama yang berlatar belakang militer untuk pergi ke negara Barat. Banyak dari mereka menyembunyikan identitas kaitan mereka dengan pihak militer, menerima pelatihan dari militer atau memang pernah kerja untuk pihak militer, sehingga mereka dapat dengan mudah mencuri teknologi dari negara-negara Barat dan memberikan intelijen kepada komunis Tiongkok.

Pejabat AS yang mendukung dibatalkannya visa kepada sejumlah mahasiswa / warga asal Tiongkok mengatakan, militer Tiongkok sering memilih mahasiswa dari akademi militer Tiongkok yang berpotensi untuk pergi ke luar negeri dengan memberi mereka biaya sekolah. Namun siswa yang terpilih itu wajib mengumpulkan intelijen luar negeri alias menjadi informan bagi komunis Tiongkok.

Zhang Xiaogang mengatakan, selain pihak militer, sesungguhnya para calon mahasiswa atau pascasarjana asal daratan Tiongkok itu sebelum meninggalkan Tiongkok telah menerima pelatihan-pelatihan dari baik pihak militer, biro intelijen, lembaga keamanan nasional dan lainnya, setelah membekali mereka dengan cara-cara mencuri teknologi kunci di luar negeri, kemudian mewajibkan mereka memberikannya kepada negara. Ini sangat berbahaya. Membantu komunis Tiongkok untuk menghancurkan masyarakat demokratis, menentang dunia bebas, dan akhirnya mengekspor ideologi otoriter.

Ia percaya bahwa semua negara demokratis di dunia harus mengambil tindakan untuk memberikan sanksi kepada komunis Tiongkok dan tidak membiarkannya memperoleh pijakan di negara yang demokratis dan bebas. Dia mengatakan bahwa jika negara-negara Barat dapat bersatu padu, Partai Komunis Tiongkok pasti binasa.

Sejumlah netizen daratan Tiongkok langsung memberi dukungan setelah berita di atas beredar di Weibo. Kebanyakan mereka berkomentar : Amerika Serikat telah melakukan tindakan yang benar ! Para anggota rombongan yang meminum darah rakyat akhirnya terkena deportasi !

Komentator Xing Tianxing mengatakan bahwa para keturunan birokrat komunis Tiongkok yang memiliki kekayaan dan kekuasaan, terutama pejabat korup, terutama yang berkedudukan  tinggi, anak-anak mereka membeli properti di luar negeri, dan mereka menekan demokrasi dan kebebasan di dalam negeri. Oleh karena itu, rakyat Tiongkok yang memahami fakta merasa sangat kesal, mereka berharap Amerika Serikat melakukan pukulan keras untuk membatasi komunis Tiongkok.

Selain mendeportasi mahasiswa asal daratan Tiongkok, 2 orang senator Partai Republik di Amerika Serikat juga mengusulkan ‘Safe Campus Act’ yang melarang pemberian visa kepada warga asal daratan Tiongkok untuk belajar atau mengikuti program pascasarjana, doktoral di bidang STEM (Science, Technology, Engineering and Mathematics). (Sin/Asr)

Video Rekomendasi

Share

Video Popular