oleh Zhang Ting

Undang-Undang Keamanan Nasional versi Hongkong yang baru disahkan melalui Kongres Rakyat Nasional Partai Komunis Tiongkok ke-13 menambah satu lagi faktor penyulut ketegangan hubungan antara Tiongkok dengan Amerika Serikat. 

Presiden Trump dalam konferensi pers di Taman Mawar Gedung Putih pada  Jumat 29 Mei 2020 menyinggung beberapa masalah seperti Hongkong, WHO, rahasia penelitian AS dan pandemi virus komunis Tiongkok atau pneumonia Wuhan, Perdagangan dan Keuangan.

Trump pada keempatan itu berkata : “Hari ini saya di sini untuk membicarakan masalah hubungan AS dengan Tiongkok dan beberapa langkah baru untuk melindungi kemakmuran dan keamanan Amerika Serikat.”

Isu Hongkong

Trump dalam konferensi pers mengatakan, Amerika Serikat dalam waktu dekat berencana mengambil beberapa tindakan penting yang terkait dengan situasi Hongkong saat ini.

Ia mengatakan bahwa implementasi UU Keamanan Nasional versi Hongkong telah melanggar Deklarasi Bersama Tiongkok – Britania yang ditandatangani pada tahun 1984. Selain itu, melanggar Hukum Dasar Hongkong.

Trump berkata : “Ini adalah tragedi bagi rakyat Hongkong, dan kesedihan bagi rakyat Tiongkok dan rakyat dunia”. 

Presiden AS ke-45 itu menegaskan bahwa Tiongkok mengklaim bahwa mereka berupaya melindungi keamanan nasional. Akan tetapi pada kenyataannya adalah bahwa Hongkong sebagai masyarakat bebas berada dalam situasi aman dan sejahtera. Tetapi Beijing memutuskan untuk memperpanjang tentakel agen keamanan komunis Tiongkok ke dalam  benteng yang memiliki kebebasan ini yakni Hongkong.

Suami Melanie Trump itu menuturkan, dari invasi komunis Tiongkok dan perkembangan terakhir, telah melemahkan kebebasan Hongkong. Yang mana menunjukkan bahwa Hongkong tidak lagi memiliki otonomi yang cukup untuk menjamin perlakuan khusus yang diberikan kepada Hongkong sejak penyerahan kedaulatan. 

Trump mengatakan bahwa komunis Tiongkok mengganti Satu Negara Dua Sistem yang semula mereka janjikan dengan Satu Negara Satu Sistem. Dia menginstruksikan pemerintah AS untuk memulai proses pencabutan perlakuan khusus AS kepada Hongkong. Langkah itu sebagai tanggapan atas disahkannya UU Keamanan Nasional versi Hongkong yang kontroversial.

Presiden Trump menyatakan bahwa pembatalan perlakuan khusus kepada Hongkong memengaruhi seluruh ruang lingkup semua perjanjian dengan Hongkong, dari ekstradisi ke kontrol ekspor, ke teknologi penggunaan ganda hampir tanpa pengecualian.

Ia juga mengatakan bahwa AS akan melakukan penyesuaian perdagangan khusus dengan Hongkong. Kini tidak akan lagi memperlakukan Hongkong sebagai wilayah independen di luar Tiongkok. Amerika Serikat akan menjatuhkan sanksi pada pejabat komunis Tiongkok dan pejabat Hongkong yang secara langsung atau tidak langsung terlibat dalam meredam kebebasan Hongkong. “Tindakan kita akan keras dan akan sangat berarti”, kata Trump.

Trump juga mengatakan bahwa AS akan merevisi rekomendasi perjalanan ke Hongkong untuk menanggapi meningkatnya risiko pengawasan dan hukuman dari Badan Keamanan Nasional Tiongkok.

Pandemi Virus Komunis Tiongkok

Trump mengatakan : “Pemerintah Tiongkok telah melanggar komitmennya kepada kami dan banyak negara lain. Fakta-fakta ini tidak dapat diabaikan atau dilupakan. Kelalaian dalam melaksanakan tugas pemerintah Tiongkok telah menciptakan bencana bagi dunia.” 

Tak sebatas itu, Trump memaparkan bahwa Komunis Tiongkok telah menyembunyikan situasi sebenarnya tentang wabah pneumonia komunis Tiongkok, sehingga wabah menyebar dengan cepat ke seluruh dunia. Pada akhirnya memicu pandemi global yang menewaskan lebih dari 100.000 orang Amerika dan jutaan orang di seluruh dunia”.

“Pejabat komunis Tiongkok mengabaikan kewajiban mereka untuk melapor kepada WHO. Ketika otoritas komunis Tiongkok pertama kali menemukan virus sedang mewabah, mereka menekan WHO untuk menyesatkan dunia”. Trump mengatakan bahwa itulah yang menyebabkan hilangnya nyawa dan kerugian ekonomi.

Trump mempertanyakan, mengapa komunis Tiongkok tidak mengizinkan warga Wuhan untuk bepergian ke bagian lain dari Tiongkok, termasuk Beijing, tetapi mengizinkan mereka  bepergian ke negara-negara lain secara bebas ?

“Dunia membutuhkan komunis Tiongkok untuk memberikan jawaban tentang virus. Kita perlu memiliki transparansi”, kata Trump.

AS Memutuskan Hubungan dengan WHO

Trump mengatakan bahwa meskipun komunis Tiongkok hanya membayar USD. 40 juta per tahun kepada WHO, sementara AS membayar sekitar USD. 450 juta per tahun. Akan tetapi komunis Tiongkok memiliki kendali penuh terhadap WHO. 

“Kita telah menetapkan bahwa (WHO) harus melakukan reformasi dan melakukan kontak langsung dengan mereka. Tetapi mereka menolak untuk bertindak”.

Trump juga mengatakan bahwa karena WHO menolak untuk melakukan reformasi yang diperlukan, “Kita akan mengakhiri hubungan kami dengan Organisasi Kesehatan Dunia hari ini” dan menggunakan dana (yang diperuntukkan kepada) WHO untuk kebutuhan kesehatan publik global lainnya yang mendesak.”

Menghentikan pemberian visa kepada sebagian pelajar dan peneliti asal Tiongkok 

Trump mengatakan : “Selama bertahun-tahun, pemerintah Tiongkok telah terlibat dalam kegiatan spionase untuk mencuri banyak rahasia industri kita”. Ia mengatakan bahwa pada hari  itu, sebuah pernyataan akan dikeluarkan untuk lebih baik dalam melindungi penelitian universitas-universitas utama AS. Amerika Serikat mengidentifikasi ini sebagai risiko keamanan di masa depan.

Negeri paman Sam itu akan menghentikan pemberian visa kepada warga Tiongkok tertentu.

Usai pidato Trump, Gedung Putih mengumumkan penghentian pemberian visa kepada mahasiswa dan peneliti asal daratan Tiongkok tertentu mulai 1 Juni.

Pernyataan Gedung Putih menyebutkan bahwa komunis Tiongkok sedang melakukan operasi besar-besaran untuk memperoleh teknologi sensitif AS dan kekayaan intelektual.  Sebagian adalah untuk kepentingan meningkatkan modernisasi dan kemampuan militer komunis Tiongkok. Hal demikian menimbulkan ancaman bagi vitalitas ekonomi jangka panjang negara  serta keselamatan dan keamanan Amerika.

Pernyataan Gedung Putih juga menyebutkan bahwa, Otoritas Tiongkok menggunakan beberapa mahasiswa Tiongkok, terutama mahasiswa pascasarjana dan peneliti pasca-doktoral, sebagai pengumpul (informasi) kekayaan intelektual non-tradisional. Oleh karena itu, pelajar atau peneliti dari Tiongkok, sarjana dan warga yang berhubungan dengan pihak militer atau yang telah melakukan kontak dengan militer, sangat mungkin dipaksa atau ditugaskan oleh otoritas. Hal ini membutuhkan perhatian khusus.

Mengingat atas hal tersebut, Presiden Trump percaya bahwa mengizinkan warga negara Tiongkok tertentu memasuki wilayah Amerika Serikat melalui visa F atau J untuk belajar atau melakukan penelitian di AS, akan membahayakan kepentingan Amerika Serikat.

The New York Times mengutip ucapan para pejabat AS pada 28 Mei melaporkan bahwa, dalam pekan ini pemerintahan Trump mulai menghentikan pemberian visa untuk pelajar dan peneliti Tiongkok yang berkaitan langsung dengan universitas militer komunis Tiongkok dan mendeportasi mereka. Kebijakan tersebut jelas berpengaruh terhadap ribuan warga Tiongkok yang belajar di AS.

Penerapan kebijakan ini akan menjadi rencana pertama untuk melarang beberapa jenis mahasiswa asal Tiongkok untuk memasuki Amerika Serikat. Saat ini, Amerika Serikat sedang berkonfrontasi dengan komunis Tiongkok pada bidang-bidang seperti perdagangan, teknologi, hak asasi manusia, dan kebijakan akses media.

Reuters juga mengutip pernyataan dari 2 orang dalam (salah satunya adalah pejabat AS saat ini) mengabarkan bahwa, langkah itu dapat memengaruhi 3.000 hingga 5.000 orang siswa asal Tiongkok yang belajar di AS.

Ketika Amerika Serikat berencana untuk mengumumkan pembatasan pemberian visa, pada saat itulah komunis Tiongkok secara paksa memberlakukan Undang-Undang Keamanan Nasional versi Hongkong. 

Sumber yang mengetahui masalah ini mengatakan bahwa, walaupun rencana untuk membatasi visa tidak secara langsung berkaitan dengan ketegangan di Hongkong, tetapi tampaknya kebijakan ini merupakan bagian dari tekanan menyeluruh AS terhadap komunis Tiongkok.

Isu Perdagangan

“Kecurangan-kecurangan yang dilakukan komunis Tiongkok sudah dikenal luas”. Trump mengatakan bahwa selama beberapa dekade, komunis Tiongkok telah menjarah kekayaan AS. Negara itu sudah kehilangan ratusan miliar dolar setiap tahun dalam berurusan dengan komunis Tiongkok, terutama selama pemerintahan terdahulu berkuasa.

Trump mengutuk komunis Tiongkok. Dikarenakan menjarah pekerjaan orang Amerika dan melanggar komitmennya di Organisasi Perdagangan Dunia.

“Hal yang lebih buruk adalah bahwa mereka (komunis Tiongkok) menganggap negaranya adalah negara berkembang dan terus mendapatkan berbagai manfaat yang tidak dapat dinikmati negara lain, termasuk Amerika Serikat”.

Trump mengatakan, komunis Tiongkok melakukan penjarahan, tetapi pemerintah (AS) terdahulu bahkan terhindar dari tanggung jawab.

“Tiongkok secara ilegal menyatakan hak teritorial di wilayah Lautan Pasifik, mengancam kebebasan navigasi dan perdagangan internasional. Ia juga melanggar komitmennya yang  mempertahankan otonomi Hongkong kepada dunia”.

Trump menambahkan : “AS berharap dapat membangun hubungan yang terbuka dan konstruktif dengan Tiongkok, tetapi untuk mencapai tujuan ini, diperlukan dengan sepenuh tenaga untuk mempertahankan kepentingan nasional kita”.

Perusahaan Tiongkok yang terdaftar di bursa AS wajib ikuti standar akuntansi dan audit AS

Trump juga mengatakan bahwa AS segera akan mengambil tindakan berupa mewajibkan perusahaan Tiongkok dan perusahaan asing lainnya yang terdaftar di Bursa Keuangan AS, tak lain untuk mematuhi standar akuntansi dan audit AS.

“Ini demi melindungi integritas sistem keuangan AS, saya mengambil tindakan”, ujar Trump.

Trump akan menginstruksikan kelompok kerja kepresidenan yang bergerak dalam bidang pasar keuangan, tak lain untuk mempelajari berbagai perilaku perusahaan Tiongkok. Yang mana, terdaftar di bursa Amerika Serikat untuk melindungi investor Amerika.

Trump juga mengatakan bahwa perusahaan investasi tidak dibenarkan untuk membiarkan investor menanggung risiko keuangan yang tidak perlu, yang mana dibawakan oleh perusahaan-perusahaan Tiongkok go public di AS yang tidak mengikuti aturan.

“Warga negara Amerika Serikat berhak untuk memiliki hak atas keadilan dan transparansi”, kata Trump.

Senat AS pada 20 Mei menyetujui RUU ‘Holding Foreign Companies Accountable Act’. 

RUU tersebut menetapkan bahwa jika Public Company Accounting Oversight Board atau PCAOB gagal untuk meninjau laporan perusahaan akuntansi perusahaan asing yang terdaftar di AS selama 3 tahun berturut-turut, itu akan melarang perusahaan untuk berdagang di bursa AS. Kemudian akan meminta perusahaan yang terdaftar untuk mengungkapkan apakah mereka adalah perusahaan milik negara asing atau berada di bawah kendali mereka.

Pada hari RUU disahkan, saham perusahaan Tiongkok jatuh. Sebelum RUU ini keluar, beberapa perusahaan go public Tiongkok dituduh telah melakukan penipuan keuangan, termasuk Ruixing Coffee, iQiyi, GSX Edu, TAL Edu.

Pakar urusan Asia : Trump menggunakan aksi untuk melawan musuh, komunis Tiongkok

Harry Kazianis, direktur senior Center for the National Interest dan seorang pakar tentang masalah-masalah Asia dalam menanggapi konferensi pers Trump mengatakan : “Presiden Trump hari ini telah dengan tegas mengumumkan bahwa komunis Tiongkok adalah musuh AS, ia selain mengecam secara verbal, tetapi juga melalui aksinya untuk melawan musuh tersebut.

Dia mengatakan bahwa Trump sekarang tampaknya ditakdirkan untuk mengubah Beijing menjadi musuh dalam Perang Dingin, musuh seperti Uni Soviet di masa lalu, dan Amerika Serikat harus menahan tindakannya.

Dia mengatakan bahwa sejak Trump mengumumkan penarikan diri AS dari Organisasi Kesehatan Dunia dan menuduh komunis Tiongkok mengenai penanganan virus komunis Tiongkok, hingga sekarang sedang berusaha meminta pertanggungjawaban Beijing atas tindakannya di Hongkong. Pertikaian negara adidaya yang berbahaya sedang terjadi. Hal tersebut berpotensi menjadi petunjuk arah kebijakan luar negeri AS dalam sepuluh tahun ke depan atau mungkin lebih.

Presiden Trump menerbitkan pesan tweet pada hari Jumat pagi 29 Mei yang berbunyi : Tiongkok !  Memicu spekulasi tentang permasalahan apa saja yang berhubungan dengan Tiongkok yang akan dibicarakan dalam konferensi pers.

Menjelang konferensi pers Trump, para pejabat Gedung Putih telah mengungkapkan bahwa pemerintah Trump sangat tidak puas dengan komunis Tiongkok. 

Larry Kudlow, kepala penasihat ekonomi Gedung Putih mengatakan dalam sebuah wawancara dalam acara ‘Fox and Friends’ pada hari Jumat 29 Mei : “Pemerintah AS merasa marah terhadap apa yang telah dilakukan komunis Tiongkok dalam beberapa hari, minggu dan bulan terakhir. Tindakan mereka (komunis Tiongkok) tidak baik. Mereka telah kehilangan kepercayaan dari seluruh masyarakat Barat”.

Ia menambahkan, Trump akan menggunakan konferensi pers untuk mengungkapkan sejumlah komentar dan gagasannya dalam meminta pertanggungjawaban komunis Tiongkok.

“Perilaku komunis Tiongkok sangat buruk, kurangnya informasi tentang virus, kurangnya transparansi, kurangnya kerja sama, sehingga menimbulkan lebih banyak kerusakaan dengan Organisasi Kesehatan Dunia”, kata Larry Kudlow.

Maria Bartiromo, pembawa acara Fox News mengatakan sebelum konferensi pers Trump pada hari Jumat lalu, bahwa menurut sumber yang ia peroleh, pengumuman Trump tentang isu-isu yang berkaitan dengan Tiongkok akan memiliki nilai signifikan. Bahkan, menandakan suatu perubahan besar dalam kebijakan Amerika terhadap komunis Tiongkok.

Kongres Rakyat Nasional ke-13 Partai Komunis Tiongkok pada 28 Mei telah mengesahkan UU Keamanan Nasional versi Hongkong. Tindakan itu meningkatkan ketegangan antar kedua negara. Presiden Trump mengatakan pada hari Kamis sore akhir bulan lalu ketika dia menandatangani perintah eksekutif di media sosial : “Kita akan mengadakan konferensi pers tentang permasalahan dengan komunis Tiongkok. Kita akan membuat beberapa keputusan tertentu dan besok akan kita bahas”.

Ketika ditanya oleh wartawan soal apakah Amerika Serikat masih akan terus mempertahankan perjanjian perdagangan dengan Tiongkok, dia mengatakan : “Akan kita umumkan besok. Dan kita merasa tidak puas dengan komunis Tiongkok. Kita tidak puas dengan apa yang terjadi”.

Selain masalah Hongkong, pemerintah AS telah memberikan tekanan pada Beijing selama beberapa minggu terakhir. Hal demikian atas perilaku menutup-nutupi fakta tentang epidemi yang terjadi di negara mereka.

Trump berulang kali secara terbuka mengutuk komunis Tiongkok karena tindakan tersebut. Dalam konferensi pers mengenai musim topan 2020 pada hari Kamis sore, Trump sekali lagi berbicara tentang pandemi virus komunis Tiongkok. Ia mengatakan : “Tiongkok harus menghentikan penyebaran (virus) dari sumbernya, tetapi itu tidak mereka lakukan”.  (Sin/asr)

Video Rekomendasi :

Share

Video Popular