- Erabaru - http://m.erabaru.net -

Terdengar Suara Berbahasa Mandarin Diantara Demonstran yang Rusuh di Luar Gedung Putih, Amerika Serikat

Ntdtv, oleh Li Ming- Kematian George Floyd, seorang warga Amerika Serikat etnis Afrika telah menimbulkan gelombang protes di 40 negara bagian Amerika Serikat. Kerusuhan dalam tingkat yang berbeda terjadi di sejumlah  daerah. Baru-baru ini ribuan demonstran juga melakukan protes di luar Gedung Putih.

Walikota Washington mengumumkan pada hari Minggu 31 Mei lalu bahwa jam malam akan diberlakukan di kota mulai pukul 11 ​​malam hari itu. Tetapi setengah jam sebelum polisi secara resmi memberlakukan jam malam, pengunjuk rasa di luar Gedung Putih menjarah dan membakar toko-toko di jalan-jalan sekitar area unjuk rasa. Bahkan gereja yang berada di dekat Gedung Putih pun tidak luput dari aksi amuk massa. 

Polisi segera menembakkan flashbang dan gas air mata untuk menangkap para demonstran yang dicurigai melakukan kejahatan kekerasan dan membubarkan massa yang memprotes.

Seorang netizen etnis Tionghoa yang tinggal di New York, mempostingkan di Facebook pada 1 Juni, yang berisi sebuah video suasana protes yang ia rekam di sekitar Gedung Putih. Rekaman itu menunjukkan bahwa ketika kerusuhan terjadi di luar Gedung Putih pada malam 31 Mei itu, dalam suasana kacau yang penuh dengan asap dan gas air mata, beberapa pria yang mengenakan celana panjang hitam dan topeng hitam sedang melempar benda-benda tak dikenal ke arah kerumunan di luar pagar. Tiba-tiba datang seorang pria lain dengan kostum yang sama bergegas meneriaki rekan-rekannya dalam bahasa Mandarin : “Jalan, cepat jalan ! jalan, jalan, jalan, jalan, jalan !” 

Klip video itu diteruskan ke platform sosial online seperti YouTube dan twitter oleh para pengguna internet etnis Tionghoa. Peredarannya menimbulkan perhatian luas dan diskusi yang ramai di kalangan etnis Tionghoa perantauan. 

Berbagai spekulasi dan analisis bermunculan, dan beberapa dari mereka telah menunjukkan bahwa pelakunya itu mungkin adalah orang-orang yang pro-komunis Tiongkok atau bahkan agen-agen komunis Tiongkok di luar negeri yang menggunakan kesempatan untuk memainkan peran sebagai penghasut untuk memancing kerusuhan.

Beberapa netizen mempertanyakan, “Apakah mereka itu  warga Amerika Serikat etnis Tionghoa yang ikut serta dalam protes?”

Kemudian beberapa netizen lain mengomentari, “Mereka berbicara dengan standar Mandarin dengan aksen (Tiongkok) utara.”

Beberapa netizen juga meninggalkan komentar, “Saya sudah pernah mengatakan bahwa kasus ini   tidak sesederhana bayangan. Merupakan infiltrasi komunis Tiongkok di luar negeri.” 

Netizen Tong Guoliang memposting tulisan: “Agen mata-mata komunis Tiongkok ikut serta dalam kerusuhan. Kami mendapat informasi bahwa ini benar-benar perang bebas yang didanai oleh Partai Komunis Tiongkok dari balik layar. Ini adalah deklarasi perang lain melawan Amerika Serikat. Terakhir kali adalah perang virus pada akhir tahun lalu. Trump  harus melihat dengan jelas bahwa komunis Tiongkok bertekad untuk mengalahkan Amerika Serikat dengan perang yang berlebihan untuk menjatuhkan Trump. Trump sudah menjadi musuh nomor satu Partai Komunis Tiongkok!”

Netizen Grace Kuo menulis : “Para pelaku tidak takut dengan tembakan, mereka mahir dalam melawan gas air mata, semua memiliki keterampilan yang luar biasa, dengan tubuh yang kuat dan cekatan dalam bertindak, dan mengikuti perintah komandan, “Jalan, cepat jalan ! … Mereka serentak meninggalkan lokasi, tidak berbeda dengan agen-agen yang terlatih.”

Sada oka mengingatkan : “Mereka adalah organisasi teroris yang disebut ANTIFA dan mempromosikan komunisme.”

[1]

[2]
Cuplikan layar pesan dari netizen di komunitas online Taiwan.

[3]

[6]

Netizen etnis Tionghoa lain mengunggah video di twitter pada 1 Juni 2020 yang menunjukkan bahwa beberapa orang pria dan wanita muda yang dicurigai sebagai warga Tiongkok ditangkap oleh polisi selama mengikuti demonstrasi di pantai Santa Monica, Los Angeles. (sin/rp) 

Video Rekomendasi