Epochtimes, oleh Xu Jian- ‘Financial Times’ melaporkan bahwa Presiden Amerika Serikat, Donald Trump awalnya berencana mengadakan pertemuan Konferensi Tingkat Tinggi/ KTT G7 di Gedung Putih bulan depan. KTT  mengundang negara-negara anggota Jerman, Prancis, Kanada, Jepang, Italia dan Inggris untuk hadir, tetapi Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan bahwa ia menolak menghadiri pertemuan dengan alasan wabah. Trump akhirnya menunda pertemuan.

Trump dalam penerbangan pulang dari menyaksikan peluncuran roket SpaceX di Florida mengatakan kepada wartawan bahwa pola forum G7 sudah tidak mewakili apa yang terjadi di dunia saat ini. 

“Ini adalah kelompok negara yang sangat ketinggalan zaman”, kata Trump.

Menruut Trump, dirinya ingin mengundang para pemimpin Rusia, India, Australia dan Korea Selatan untuk berpartisipasi dalam pertemuan tersebut. Waktu pertemuan direncanakan pada bulan September 2020 mendatang, atau dapat diadakan setelah pemilihan presiden bulan November 2020.

“Mungkin saya akan mengadakan pertemuan setelah pemilihan, tetapi saya pikir sebelum pemilihan adalah saat yang lebih tepat,” kata Trump.

Ketika Trump berbicara tentang acara ini, Trump menyebut pertemuan G10 dan G11. Disebut G11 karena keikutsertaan Rusia belum pasti.

Alyssa Farah, direktur komunikasi strategis Gedung Putih mengatakan bahwa Presiden Trump berharap untuk mengundang beberapa sekutu tradisional Amerika Serikat dan negara-negara yang menjadi korban virus komunis Tiongkok untuk bersama-sama membahas bagaimana menghadapi komunis Tiongkok. 

Trump pada pekan lalu telah mengumumkan sanksi terhadap komunis Tiongkok, termasuk penangguhan status khusus Hongkong dan sanksi terhadap pejabat Hongkong dan Tiongkok.

Pekan lalu, ‘Times’ Inggris melaporkan bahwa pemerintah Inggris bermaksud untuk mempromosikan 10 negara demokratis di seluruh dunia untuk membentuk aliansi teknologi ‘D10’, sebagai sumber pasokan alternatif peralatan 5G dan teknologi lainnya untuk menekan komunis Tiongkok. 

Dikabarkan bahwa ‘D10’ adalah negara yang tergabung dalam G7 ditambah Australia, Korea Selatan dan India. Secara kebetulan negara yang akan diundang Trump adalah sama dengan ‘D10’ ditambah Rusia.

Dunia luar percaya bahwa Rusia mungkin sulit untuk dapat bergabung karena sejak Rusia mencaplok Crimea dari Ukraina, ia telah diusir dari Kelompok Delapan pada tahun 2014. Mengingat pentingnya strategi global Moskow, Trump berulang kali mengusulkan untuk mengundang Rusia ikut dalam KTT, tetapi ditentang oleh beberapa negara.

Seorang pejabat pemerintah Korea Selatan mengatakan kepada Reuters pada hari Minggu 31 Mei 2020 lalu bahwa Korea Selatan sudah mengetahui adanya undangan dari Presiden Trump dan sedang dibahas bersama Amerika Serikat. (sin/rp)

Video Rekomendasi

Share

Video Popular