Epochtimes.com- Dalam sebuah pernyataan  Dewan Negara, Sekretaris Negara  Amerika Serikat Mike Pompeo mengatakan bahwa Komunis Tiongkok dengan kejam menggunakan kematian tragis George Floyd untuk menemukan legitimasi atas veto otoriternya atas martabat dasar manusia. Sebuah langkah yang sekali lagi mengungkap wajah aslinya.

“Sama seperti kediktatoran sejarah, selama melayani keinginan partai untuk berkuasa, tidak ada kebohongan akan terasa terlalu tidak senonoh. Propaganda konyol seperti itu seharusnya tidak menipu siapapun. Kontras antara Amerika Serikat dan Partai Komunis Tiongkok  sudah sangat jelas,” kata Pompeo. Pompeo mengutip beberapa contoh perbandingan Amerika Serikat dengan Tiongkok dalam pernyataannya.

Pompeo mengatakan bahwa di Tiongkok, ketika sebuah gereja dibakar, hampir pasti itu serangan yang disutradarai Komunis Tiongkok. Di Amerika Serikat, ketika sebuah gereja dibakar, pelaku pembakaran akan dihukum oleh pemerintah. Pemerintah akan membawa mobil pemadam kebakaran, air, bantuan dan penghiburan kepada umat gereja. 

Menurut Pompeo, di Tiongkok, pengunjuk rasa damai dari Hong Kong ke lapangan Tiananmen akan dipukuli oleh personel bersenjata hanya karena mereka berpidato, dan wartawan yang mengungkap kejahatan ini dijatuhi hukuman penjara jangka panjang. 

Di Amerika Serikat, lembaga penegak hukum negara bagian dan federal akan membawa perwira polisi nakal ke pengadilan dan menyambut protes damai. Pada saat yang sama, mereka akan menghentikan perampokan dan kekerasan, dan menggunakan kekuatan untuk melindungi properti dan kebebasan semua orang di bawah konstitusi. “Liputan media bebas kami dapat menembus ke setiap sudut, sehingga seluruh dunia bisa melihatnya,” tegas Pompeo.

Pompeo menegaskan,  di Tiongkok, ketika dokter dan jurnalis memperingatkan tentang bahaya penyakit baru pneumonia virus Komunis Tiongkok, maka Komunis Tiongkok membungkam mereka dan membuat mereka menghilang, dan berbohong tentang jumlah total kematian dan tingkat epidemi. 

“Di Amerika Serikat, kami menghargai nyawa, dan membangun sistem transparan untuk menyediakan perawatan, penyembuhan, dan penjaminan emisi, lebih dari negara lain, untuk menyediakan solusi pandemi virus secara global,” kata Pompeo.

Pompeo memberi perbandingan lagi, di Tiongkok, ketika warga memiliki pendapat berbeda dari dogma Komunis Tiongkok, maka rezim Komunis Tiongkok akan menempatkan mereka di kamp pendidikan ulang. Orang-orang di Hong Kong dan Taiwan serta Tiongkok daratan berakar pada peradaban yang menakjubkan selama ribuan tahun. Ketika orang-orang ini memeluk kebebasan, kebebasan ini akan ditekan oleh Komunis Tiongkok dan orang-orang akan menyerahkan berdasarkan pesanan dan persyaratan partai. 

Sebaliknya, di Amerika Serikat, bahkan dalam kerusuhan yang tak terkendali, menurut Pompeo, “Kami telah menunjukkan komitmen yang kuat terhadap supremasi hukum, transparansi, dan hak asasi manusia yang tidak dapat dicabut.”

Menurut Pompeo  dalam beberapa hari terakhir, Beijing telah menunjukkan penghinaan terhadap kebenaran dan penghinaan terhadap hukum. Propaganda Komunis Tiongkok berupaya untuk membingungkan tindakan George Floyd di Amerika Serikat dengan penolakan terus menerus atas hak asasi manusia dan kebebasan dasar. Aksi propaganda Komunis Tiongkok adalah bentuk penipuan.

“Pada saat terbaik, Republik Rakyat Tiongkok telah tanpa henti menerapkan komunisme. Dalam tantangan yang paling sulit, Amerika Serikat telah memastikan kebebasan,” kata Pompeo.

Mellaui tweetnya, Pompeo menyatakan bahwa upaya Komunis Tiongkok untuk menggunakan kematian tragis George Floyd untuk melayani kepentingan politiknya akan gagal. Dia sekali lagi menekankan perbandingan Amerika Serikat dengan Tiongkok yang dinyatakan dalam pernyataan Dewan Negara. (hui/rp)

Video Rekomendasi

Share

Video Popular