Epochtimes, oleh Zachary Stieber dan Gao Bin- Pada hari Sabtu, 13 Juni 2020 lalu dalam wawancara di jaringan dengan CNN, ketika Benjamin Crump ditanya soal apakah keluarga sendiri yang bermaksud mengajukan gugatan ke pengadilan atas kasus tersebut? Pengacara George Floyd itu menjawab : “Tentu saja”. 

Menurut Benjamin Crump, keluarga George Floyd berharap bahwa Derek Chauvin bertanggung jawab penuh atas kematian abnormal George Floyd dalam aspek pidana maupun perdata.

Pada hari kejadian itu, Derek Chauvin bersama ketiga orang polisi Minneapolis lainnya menerima laporan dari sebuah toko yang melaporkan tentang penggunaan uang palsu untuk belanja di toko tersebut. Pada waktu itu Floyd menolak untuk ditangkap polisi, tetapi akhirnya berhasil ditaklukkan oleh Derek Chauvin dan tiga orang polisi lainnya. 

Selama proses itu, Derek Chauvin menggunakan lututnya untuk menggencet leher Floyd, Gerakan “mencekik” ini berlangsung selama hampir 9 menit bahkan masih berlangsung setelah Floyd mengeluh tidak bisa bernapas. Setelah Floyd sudah tidak bergerak pun, Derek belum melonggarkan “cekikan”.

Hasil otopsi menunjukkan bahwa George Floyd mati lemas atau berhentinya denyut jantung ketika lehernya “tercekik”. Jadi kematiannya tergolong pembunuhan.

Derek Chauvin beserta ketiga orang polisi lainnya dibebastugaskan keesokan harinya setelah insiden itu. Derek kemudian didakwa dengan pembunuhan tingkat dua dan pembunuhan tingkat dua akibat kelalaian.

Kematian Floyd memicu protes dan kerusuhan di seluruh Amerika Serikat. Para aktivis berpendapat bahwa insiden kematian kali ini adalah bagian dari ketidakadilan rasial yang dilakukan oleh polisi, tetapi sering tidak dihukum.

Dewan Kota Minneapolis, termasuk Jaksa Agung Minnesota dan putra anggota Partai Demokrat Keith Ellison pada hari Jumat, 12 Juni, dengan suara bulat memilih untuk menggunakan sistem keselamatan publik yang dipimpin masyarakat di komunitas untuk menggantikan peran kantor polisi kedua kota tersebut. (sin/rp)

Video Rekomendasi

Share

Video Popular