Epochtimes, oleh Xu Jian- Pada 6 Juni, komandan pasukan Tiongkok dan India mencapai konsensus untuk mencapai penyelesaian sengketa secara damai. Namun dalam waktu kurang dari 10 hari, kedua belah pihak bentrok konflik terbesar dalam 45 tahun.

Enam jam pertempuran di kegelapan malam, Komandan India jatuh ke jurang dan tewas. 

Media India melaporkan bahwa patroli India sedang berpatroli di daerah terjal pada saat itu. Menurut perjanjian damai yang ditandatangani oleh kedua pihak pada 6 Juni 2020 lalu, mereka yakin bahwa pasukan Komunis Tiongkok telah mundur dari wilayah itu. Namun  tiba-tiba patroli India itu bertemu dengan pasukan tentara Komunis Tiongkok.

Kedua belah pihak bertempur  secara langsung. Seorang pejabat militer senior India mengatakan kepada BBC bahwa militer Tiongkok tampaknya siap.

 “Mereka memukul kepala tentara kami dengan tongkat logam yang dibungkus dengan kawat berduri, dan pihak kami hanya menggunakan tangan kosong,” kata pejabat militer senior India itu.

Media India New indian express mengutip sebuah sumber yang menyebutkan bahwa tentara Tiongkok mengenakan helm, perisai, bantalan lutut dan topi siku, dan peralatan anti huru hara.”

Selama pertempuran, seorang komandan India didorong. Dia jatuh dari punggung bukit yang sempit dan jatuh ke ngarai.

Sumber-sumber pemerintah India mengatakan bahwa Tiongkok memiliki lebih banyak personil daripada India. India meminta bantuan dari pos sekitar 4 kilometer jauhnya, dan akhirnya sekitar 600 orang bertempur bersama.

Konflik terjadi dari hari Senin 15 Juni malam hingga Selasa 16 Juni dini hari. Kedua belah pihak bertempur di lingkungan yang hampir sepenuhnya gelap hingga enam jam. Penyebab utama korban bagi tentara kedua belah pihak adalah jatuh ke ngarai atau menabrak batu.

Pihak India mulai mengidentifikasi korban yang tewas, Komunis Tiongkok tetap diam mengenai korban

Beijing belum merilis jumlah korban. Sementara Koran India The Time of India melaporkan bahwa informasi yang diperoleh dari pemerintah India menunjukkan bahwa setidaknya 20 tentara India dan 43 tentara Tiongkok tewas dalam konflik tersebut.

Pada keesokan harinya setelah kejadian konflik antara kedua belah pihak, media berita India mulai mengkonfirmasi nama-nama tentara yang tewas dan mulai dengan jelas menggambarkan konflik itu.

Tiga orang India yang meninggal pertama kali dalam konflik itu adalah B Santosh Babu, komandan kolonel, dan dua tentara, Havildar Palani dan Sepoy Ojha.

Indian Express melaporkan bahwa kedua belah pihak telah mengevakuasi daerah konflik setelah dua bentrokan kekerasan.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Zhao Lijian menuduh insiden pasukan India “melintasi perbatasan dua kali, memprovokasi dan menyerang personil Tiongkok.

Akan tetapi juru bicara Kementerian Luar Negeri India Anurag Srivastava mengeluarkan pernyataan pada malam tanggal 16 Juni, menyangkal Zhao Lijian.

Anurag Srivastava menuding Tiongkok   tidak menghormati garis kontrol yang sebenarnya   di Lembah Gavan.

Editor yang bertanggung jawab: Li Rui #

hui/rp

Video Rekomendasi

Share

Video Popular