Ntdtv.com- Presiden Prancis Emmanuel Macron mengumumkan pada hari Minggu 14 Juni 2020 lalu bahwa dirinya akan mempercepat pencabutan pembatasan penutupan dan mempromosikan pemulihan ekonomi yang cepat.

Pada hari  yang sama, restoran di Paris diizinkan untuk membuka restoran makan dalam ruangan terlebih dahulu, dan pengunjung akhirnya dapat memilih kursi favorit mereka untuk bersantap. 

Namun, pemilik restoran lokal mengatakan bahwa karena pariwisata masih jauh dari kondisi pulih, maka diperkirakan akan memakan waktu setengah tahun hingga satu tahun bagi restoran untuk kembali ke standar bisnis normal.

Ketika negara-negara Eropa mencabut kontrol perbatasan pada 15 Juni, Bandara Paris Charles de Gaulle sekali lagi dipenuhi penumpang. Para penumpang  diminta untuk mengenakan masker setiap saat dan memantau suhu penumpang.

Sementara itu di Yunani, dengan pembukaan kembali penerbangan internasional, Yunani menyambut wisatawan dan penumpang asing dalam batch pertama setelah ditutup selama tiga bulan. Penumpang harus menjalani tes virus pada saat kedatangan. Jika hasilnya positif, mereka harus dikarantina selama 14 hari. Jika  negatif, mereka juga harus dikarantina selama 7 hari.

Di Inggris, pada hari Senin 15 Juni 2020, toko ritel yang tidak penting di Inggris dibuka kembali lebih dari 80 hari setelah tutup. Banyak toko yang pembelinya sudah mengantri sejak pagi hari.

Dibandingkan dengan Eropa, epidemi India masih sangat serius. Sopir taksi New Delhi Amir Khan, yang menganggur karena epidemi virus Komunis Tiongkok, beralih menjadi supir ambulans. 

Amir Khan awalnya berencana untuk mengangkut pasien yang terinfeksi virus Komunis Tiongkok, tetapi seminggu kemudian, ambulans menjadi mobil jenazah, membawa sejumlah besar pasien yang terinfeksi ke kuburan.

Tercatat hingga hari 15 Juni 2020, jumlah kasus diagnosis virus Komunis Tiongkok di India telah melampaui 342.000, dan hampir 10.000 orang telah meninggal.

Reporter NTD Qiao En melaporkan secara komprehensif

hui/rp

Video Rekomendasi

Share

Video Popular