NTDTV.com

Beberapa hari terakhir, pemerintah kota Beijing mengumumkan memasuki “periode yang tidak biasa” karena kasus wabah virus Komunis Tiongkok yang dikonfirmasi secara beruntun.

Sejak Sabtu 13 Juni 2010 sore, tingkat risiko di 4 area termasuk Beijing, termasuk Yuetan subdistrict, Luoyuan street di distrik Fengtai, wilayah Huaxiang, dan kota Changyang distrik Fangshan, telah ditingkatkan dari risiko rendah ke sedang. Pada saat yang sama, banyak daerah mulai menerapkan manajemen tertutup atau lockdown.

Penutupan itu, terutama pada pasar grosir Xinfadi yang dicurigai sebagai asal mula gelombang baru epidemi. 

Perkembangan situasi itu mendorong pemerintah untuk sementara waktu menutup pasar, sebagian atau secara keseluruhan menutup lima ibu kota, dan kembali memberlakukan lockdown terhadap 11 komplek pemukiman. 

Setiap komplek dijaga 24 jam oleh petugas. Warga tidak diizinkan masuk dan keluar sesukanya. 3 sekolah dasar dan 3 taman kanak-kanak yang sempat dibuka kembali setelah lockdown, belakangan ditutup kembali.

Karena takut kekurangan stok makanan di rumah karena komplek  pemukiman ditutup, warga Beijing berbondong-bondong ke supermarket untuk memborong makanan. Pasar swalayan besar di Beijing kehabisan stok sejak siang hari pada Sabtu 13 Juni 2020 lalu. Meskipun setiap pedagang memiliki stok darurat dan mengisi kembali, namun, pada Minggu 14 Juni kembali terjadi gelombang “memborong makanan” oleh warga kota Beijing.

Pengacara Tiongkok Liang Xiaojun mengatakan di akun Twitter yang dipostingnya beberapa hari yang lalu.   Liang Xiaojun mengetahui dari lingkaran teman-temannya di WeChat bahwa karena epidemi baru, warga Beijing memborong makanan dan sayur-sayuran, sehingga terjadi kekurangan pasokan. Sedangkan salmon telah dikeluarkan dari rak. Saat ke pasar dan membeli beberapa sayuran,  Liang Xiaojun baru tahu harga sayuran telah melonjak dua sampai tiga kali lebih mahal dari sebelumnya. Buah semangka juga jauh lebih mahal dari sebelumnya.

Sementara itu, seorang netizen Tionghua perantauan meneruskan video tentang suasana warga yang memborong makanan di supermarket Beijing ke akun twitternya.

Dia menyindir  dengan mengatakan, “Barang-barang di supermarket Beijing habis diborong, ayo, mari kita berseru bersama,  mengorbankan sebuah kota, untuk melindungi segenap rakyat negeri, ayo Beijing tetap semangat!” 

Suasana warga yang panik memborong makanan, memicu diskusi hangat di antara netizen Tionghua perantauan di twitter. Berikut ini beberapa akun twitter yang berkomentar. 

@ nekojima1101 memposting: “Virus itu sangat cerdas, telah berevolusi hingga tahu menyusup ke jajaran elite Partai Komunis Tiongkok, harus gigih dan menyelinap ke Zhongnanhai!” 

Zhongnanhai adalah komplek pemerintahan Komunis Tiongkok semacam Gedung Putih di Amerika Serikat. 

@ n97170020 berkomentar ironis: “Mengorbankan sebuah kota untuk melindungi segenap rakyat negeri ~~ Saatnya Beijing yang berkorban ~~ Ayo tetap semangat.”

@ Pioneer02650062 mengatakan : “Seharusnya mengorbankan sebuah lubang dan melindungi sebuah negeri! Mari kita berseru bersama, ayo Zhongnankeng-lubang Zhongnan-hai (plesetan dari zhongnanhai), Zhongnankeng memang hebat!” 

@ zz00461976 berkomentar: “Meskipun perilaku sederhana dan kasar dari negara-negara komunis bisa dengan cepat mencapai tujuan mereka, tetapi bencana kemanusiaan yang mereka bawa seringkali jauh lebih mematikan daripada virus apa pun.”

Selain itu, beberapa netizen mengatakan dalam postingannya, bahwa karena penutupan darurat enam pasar grosir utama oleh otoritas Beijing,  sayur-mayur tidak dapat memasuki pasar setelah diangkut ke Beijing. Akibatnya, sayuran pun dibuang sia-sia. Situasi konyol di Beijing ini juga menuai kritik dari para netizen.

 Beijing yang segera menutup enam pasar grosir, membuat warga Beijing tidak bisa makan makanan apa pun. Sementara di Xinfadi, Beijing, sayuran yang tidak bisa masuk ke pasar dibuang begitu saja. 

@Haoguanxianshi menyindir dengan meninggalkan pesan: “Sayang sekali sayuran hasil petani, bisa gak sih jangan dibuang begitu saja. Sayuran itu tidak salah, dan tidak beracun.” 

@NeverSettledCCP : “Sayuran yang dibuang sekarang karena politik, besok akan menjadi kelaparan yang dijatuhkan dari Atas.”

@ 9981yew menyindir dengan berkata ironis, “Mending membuang-buang sayuran, daripada orang-orang di pasar itu lenyap…seharusnya berterima kasih kepada partai.”  (Jon/rp)

Reporter Zhu Ying / editor : Ming Xuan 

Video Rekomendasi :

Share

Video Popular