Ntdtv.com- Hujan lebat yang mengguyur daratan Tiongkok menyebabkan banjir di sejumlah wilayah di Tiongkok. Stasiun Pemantauan Hidrologi Kotamadya Chongqing, Tiongkok, mengeluarkan peringatan banjir merah pada pukul 11:50 pagi pada tanggal 22 Juni 2020 waktu setempat. 

Peringatan itu menunjukkan bahwa karena curah hujan yang tinggi dan gelombang aliran hulu. Diperingatkan seluruh bagian Chongqing dari DAS Qijiang akan diserang banjir yang sangat bersejarah sejak tahun 1940 dalam 8 jam ke depan.  Diramalkan oleh dari Stasiun Wucha Distrik Jiangjin di Qijiang, bahwa ketinggian air  akan melebihi batas pengendalian banjir sekitar 5,7 hingga 6,3 meter, dengan peningkatan sekitar 10 hingga 11 meter.

Menurut laporan media di daratan Tiongkok, ketinggian air Sungai Qijiang terus meningkat pada tanggal 22 Juni 2020. Putaran pertama Hong Feng mencapai bagian Chongqing sekitar pukul 3 sore pada tanggal 22 Juni 2020 waktu setempat. Saat ini, Sungai Qijiang sudah melampaui batas pengendalian banjir setinggi 4 meter. Hingga menyebabkan jalan raya di sepanjang sungai dilanda banjir. Tinggi air sungai terus naik. Peningkatannya mencapai sekitar 10 hingga 11 meter. Pemerintah setempat mengklaim bahwa mereka sudah mengevakuasi 40.000 warga.

Karena hujan lebat yang terus-menerus, bagian jalan raya K29 + 800 dari Chongqing Nanwan Expressway ambruk pada tanggal 22 Juni 2020. Dampaknya lainnya membuat jalanan rusak terputus. 

Pada pukul 8 pagi pada hari yang sama, curah hujan di Distrik Nanchuan, Chongqing selatan mencapai 129,6 milimeter. Genangan air terjadi di kota.

Keterangan gambar : Chongqing, Tiongkok, menghadapi banjir terbesar dalam 80 tahun terakhir, dan beberapa daerah telah mengalami genangan air yang parah. (Gambar Weibo)

Banyak netizen di Chongqing mengunggah video pendek tentang banjir di komunitas daring mereka. Seperti yang dapat dilihat dari video, pada pagi hari tanggal 22, banyak area di sepanjang Sungai Qijiang di Kota Chongqing dilanda banjir parah. Di beberapa daerah, jalan-jalan bak sungai. Luapan banjir mengalir ke rumah-rumah yang menghadap ke jalan.  Sedangkan di beberapa daerah, banjir bak air terjun. Beberapa rumah bahkan hanyut diterpa banjir.  Jembatan kereta api rusak diguyur  banjir. Netizen mengatakan bahwa level air Qijiang masih terus naik.

Keterangan gambar : Banjir terjadi di Qijiang, Chongqing, Tiongkok pada 22 Juni, dan seluruh rumah di tepi sungai tersapu banjir. (Tangkapan layar video)

Media daratan Tiongkok  mengatakan bahwa sejak tanggal 21 Juni 2020, sudah terjadi hujan sedang hingga lebat di tenggara Chongqing dan selatan-barat daya Chongqing. Hujan mengguyur di 9 kabupaten dan kota termasuk Youyang, Xiushan, Pengshui dan Wulong. Dipengaruhi oleh curah hujan, sungai-sungai berukuran sedang dan kecil seperti Xiushan Youshui, Sungai Youyang Ganlong, Sungai Wulong Shiliang, Sungai Qijiang Tonghui, Sungai Nanchuan Yuquan dan sungai-sungai kecil dan menengah lainnya meluap dengan volume air yang dahsyat.

Menurut Kementerian Sumber Daya Air dari Partai Komunis Tiongkok, sampai sekarang, ada 198 sungai di 16 provinsi dan daerah otonom di seluruh negeri yang  melampaui level peringatan. Diantaranya 8 sungai  melampaui banjir historis. Dalam 20 hari sejak banjir seluruh negara pada bulan Juni 2020, total 171 sungai di 16 provinsi dan daerah otonom mengalami banjir di atas tingkat peringatan super. Xijiang, Beijiang di daerah selatan Tiongkok, dan Sungai Kuning di daerah utara Tiongkok semuanya mengalami banjir pertama pada tahun ini.

Selain itu, Kabupaten Yanhe, Kota Tongren, Provinsi Guizhou, banyak rumah runtuh di banyak tempat akibat dilanda hujan lebat. Dampak lainnya,  jalan raya di sepanjang sungai ke Guanzhou terputus karena longsor di pegunungan. (Hui/asr)

(Reporter Zhu Ying laporan komprehensif / editor yang bertanggung jawab: Ming Xuan)

Video Rekomendasi

Share

Video Popular