Erabaru.net. Sebuah kuil berusia 500 tahun yang hilang karena ‘bencana’ banjir telah ditemukan kembali setelah permukaan air sungai menyusut mengungkapkan tempat persembunyiannya.

Kuil itu terletak di tengah-tengah tujuh desa, secara kolektif disebut Satapatana, di Odisha, India bagian timur, tetapi Sungai Mahanadi mulai menelan desa-desa setelah banjir besar, yang diperkirakan telah terjadi antara tahun 1830 dan 1850. Penduduk meninggalkan desanya dan memindahkan rumah mereka ke tempat lain.

(Foto: Pen News)

Kuil itu telah ditelan oleh sungai, dan pada tahun-tahun selanjutnya berakhir di tengah sungai. Kuil telah tecatat, sebelumnya muncul di bulan-bulan musim panas ketika permukaan air surut, tetapi menjadi hilang ketika serangkaian pembangunan di sekitar sungai dan permukaan air dinaikkan.

Kuil ini belum muncul ke permukaan dalam 20 tahun, dan Anil Dhir, pemimpin tim penemuan dari Indian National Trust for Art and Cultural Heritage (INTACH), mengatakan “hanya orang-orang tua yang tahu tentang itu.”

Tim INTACH ditugaskan untuk menemukan kuil, dan Dhir mengatakan mereka telah menjelajahi di daerah itu, tetapi mereka belum berhasil menemukannya.

Begitulah, sampai puncak kuil tiba-tiba muncul dari kedalaman sungai minggu lalu, dengan penduduk setempat memberi tahu tim bahwa struktur itu muncul.

(Foto: Pen News)

Gambar yang diambil oleh tim INTACH menunjukkan amalaka, cakram batu bertakik yang memahkotai menara utama kuil Hindu, terlihat di air, meskipun sebagian besar struktur tetap terendam di pasir di bawah.

Dhir menjelaskan pasir telah membantu menjaga candi tetap utuh, dengan mengatakan: “Ini dalam kondisi pelestarian yang sempurna.”

(Foto: Pen News)

Strukturnya diperkirakan setinggi sekitar 18 meter, tetapi yang 15 telah terkubur di pasir, dengan hanya sekitar 3 meter di dalam air.

“Hampir semua sungai di Odisha memiliki kuil-kuil yang tenggelam, tetapi banyak di antara mereka yang hancur. Kuil-kuil dibangun di tikungan sungai, dan semua sungai ini rawan banjir, sehingga erosi tepian mengakibatkan banyak dari mereka hancur atau terendam air,” kata Dhir.

Kuil itu diyakini dibangun oleh raja setempat pada abad keenam belas atau ketujuh belas, dengan strukturnya dalam gaya Arsitektur Kalingan klasik Rekha Deul.

(Foto: Pen News)

Meskipun itu benar-benar terpelihara, Dhir menekankan saat ini tidak ada rencana untuk menggali.

Kuil ini juga terletak di ‘bentangan berbahaya’ sungai, dengan ‘arus deras’ yang akan membuat penggalian menjadi sulit.

Sebagai bagian dari proyek mereka, tim INTACH merekam semua warisan berwujud dan tidak berwujud di kedua tepi lembah Sungai Mahanadi, dengan luas 10 kilometer.(yn)

Sumber: Unilad

Video Rekomendasi:

Share
Tag: Kategori: SAINS SAINS NEWS

Video Popular