Ntdtv.com- Media partai komunis Tiongkok  “Xinhuanet” menyebutkan pada 25 Juni 2020 bahwa pada 23 Juni, bencana banjir di Tiongkok berdampak terhadap 11,22 juta jiwa di 26 provinsi yakni daerah otonom dan kota termasuk Guangxi, Guizhou, Guangdong, Hunan, Jiangxi, dan Chongqing.

Menurut Administrasi Meteorologi Tiongkok, hujan lebat baru-baru ini dimulai pada malam 20 – 25 Juni 2020.  berlangsung sekitar 5 hari. Hujan itu berada di bagian tengah dan hilir Sungai Yangtze.  Tinggi curah hujan dapat mencapai 200 mm  hingga 300 mm. Bahkan di beberapa daerah melebihi 400 mm.

Pemerintah Provinsi Hubei menyatakan pada 24 Juni bahwa pada 23 Juni 2020 pukul 8:00, 680 waduk provinsi telah melampaui batas banjir dan tingginya curah membanjiri waduk-waduk itu.

Pada hari itu, banjir terjadi di kabupaten Chibi, Tongshan, Xian’an, dan Chongyang di Kota Xianning, Provinsi Hubei, Tiongkok. Daerah Huangshi dan tempat-tempat lain terjadinya banjir besar. Banjir berdampak terhadap lahan pertanian. Komplek perumahan turut dilanda banjir. Lebih parah lagi, bencana seperti tanah longsor dan banjir bandang terjadi di beberapa tempat. Di antaranya , banyak bencana terjadi di Kota Daye, aliran air Sungai Qiuchuan di Kota Jinniu meluap dan banyak desa dikepung oleh banjir.

Bai, seorang warga Daye, Hubei dikutip NTD menyebutkan bahwa : “di tempat kami di sini, seluruh sistem drainase di kota tidak berfungsi. Jika ada hujan terus-menerus, akan ada banjir. Jika drainase tersumbat, maka akan terjadi banjir. Sekarang air dari Tiga Ngarai di Sungai Yangtze meluap, ini sangat serius. Jika turun hujan lagi selama musim banjir di bulan Juli dan Agustus, dan pasti akan bobol. “

Pada 16 Juni lalu, daerah perkotaan Xiangyang, Hubei, mengalami banjir yang parah karena hujan lebat. Video yang beredar menunjukkan bahwa jalan Xiangyang sudah menjadi seperti sungai.

Warga berinisial Wang, penduduk Xiangyang, Hubei mengatakan, pada Hari itu, terjadi badai hujan lebat. Aliran air mampet, dan permukaan jalan dipenuhi air. Ketika ia  berada di pabrik, ada masalah dengan drainase pabrik itu, dan dalam satu jam, di dalam pabrik  hingga ruangannya terendam hampir sepuluh sentimeter. Tersiar kabar,  sekretaris desa Yingshan hanyut dibawa air.

Warga lainnya, Jia, penduduk Xiangyang, Hubei mengatakan : “Drainase di kota tersumbat. Air tidak bisa mengalir menyebabkan banjir termasuk rumah warga.”

Selain Provinsi Hubei, Provinsi Anhui juga memiliki hampir 300 waduk yang meluap  pada pukul 4 sore pada tanggal 23 Juni 2020, termasuk Foziling, Mozitan, Bailianya, Longhekou dan waduk besar lainnya. Beberapa desa di Lu’an turut dilanda banjir parah dan menderita kerugian besar. Tiga warga desa tewas akibat banjir yang menghancurkan rumah mereka.

Penduduk desa di Xihekou, Lu’an, Anhui berkata : “Banjir pasti berdampak, semua lahan hilang dilanda banjir. Rumah-rumah juga hancur.”

Selain pintu air waduk yang diumumkan oleh pemerintah daerah. Baru-baru ini, beberapa netizen telah mengunggah video yang mengatakan bahwa Bendungan Tiga Ngarai dan Bendungan Gezhou juga diam-diam membuka pintu airnya. Namun demikian, media resmi partai Komunis Tiongkok menghindari berbicara tentang kata “debit banjir”. Laporan tersebut hanya mengklaim bahwa di hulu Sungai Yangtze tiga Ngarai, Gezhouba, Xiluodu dan Xiangjiaba , 4 pembangkit tenaga air akan “terbuka penuh” untuk pertama kalinya tahun ini.

Wang, penduduk Xiangyang, Hubei mengatakan: “Kekhawatiran terbesar adalah kerusakan bendungan. Sekarang Sungai Yangtze dan bendungan Tiga Ngarai menghadapi risiko kerusakan bendungan. Kemudian seluruh hilir mungkin berdampak. Sekarang warga mengkhawatirkannya.”

Selain di bagian tengah dan hilir Sungai Yangtze, hujan lebat  terus menerus juga menyebabkan naiknya permukaan air di banyak sungai di Guizhou, Chongqing dan tempat-tempat lainnya. Banjir melanda di daerah perkotaan dan lahan pertanian. Aliran sungai Chongqing Qijiang No. 22 menderita banjir terbesar dalam 80 tahun terakhir.

Warga bernama Wang penduduk Qijiang berkata : “Rumah-rumah dalam satu atau dua baris di sepanjang sungai dilanda banjir, mungkin terendam banjir hingga lantai kedua, tingginya lebih dari biasanya hingga sepuluh meter.”

Warga berinisial Ji penduduk Guizhou mengatakan: “Satu provinsi di kampung halamannya, semua lima kota terkena banjir. Daerah itu adalah Loushanguan, Kabupaten Tongzi, Zunyi, terletak di sebelah Sungai Qijiang di Chongqing. Air sungai yang deras dari Qijiang langsung membanjiri rumah warga. Laporan kejadian di tempat itu nyaris tak terdengar. Kejadian itu tak  dapat dilihat di media utama partai CCTV, People’s Daily, Global Times. Adapun Media Ibukota provinsi hanya sedikit melaporkannya. “

Namun demikian, media resmi tidak melaporkan keadaan di Chongqing. Bahkan para pengguna internet mengungkapkan bahwa badan keamanan publik Chongqing dengan segera memberitahukan bahwa jika seseorang mengetahui bahwa apa yang disebut “informasi banjir” yang tidak bertanggung jawab di Internet atau di publik, maka akan segera ditangkap.

Sementara itu, Administrasi Meteorologi Tiongkok mengatakan bahwa dalam tiga hari kedepan, hujan lebat akan terus terjadi. Adapun sabuk hujan akan perlahan-lahan menekan ke daerah selatan. Daerah-daerah itu adalah Guizhou tengah dan bagian selatan, Hunan tengah dan utara, Hubei tenggara, Jiangxi barat laut, Anhui selatan, Jiangsu selatan, Zhejiang barat daya dan Guangxi barat laut. Dilaporkan,  akan terjadi hujan lebat di seluruh wilayah. (Hui/asr)

Wawancara / Chen Han, Xiong Bin, Editor Luo Ya / Shang Yan Pasca produksi / Chen Jianming

Video Rekomendasi

Share

Video Popular