Ntdtv, oleh Qiao An- Setelah pengumuman larangan pemberian visa kepada pejabat komunis Tiongkok pada 26 Juni lalu, Sekretaris Negara Amerika Serikat, Mike Pompeo mengumumkan bahwa mulai hari Senin 29 Juni 2020, Amerika Serikat menghentikan ekspor produk pertahanan nasional ke Hongkong.

Dalam pernyataan Pompeo pada hari Senin,  29 Juni 2020 lalu itu disebutkan bahwa akibat komunis Tiongkok memutuskan untuk merampas kebebasan Hongkong, hal itu memaksa pemerintah Amerika Serikat, Donald Trump untuk mengevaluasi kembali kebijakannya terhadap Hongkong. Karena  Komunis Tiongkok memaksakan pengesahan Undang Undang Keamanan Nasional versi Hongkong, maka Amerika Serikat memutuskan untuk menghentikan ekspor peralatan pertahanan yang diproduksi oleh Amerika Serikat.

Selain itu, Amerika Serikat juga masih akan melakukan kontrol ekspor teknologi pertahanan militer dan sipil ke Hongkong yang sama seperti ke daratan Tiongkok. 

“Amerika Serikat terpaksa mengambil tindakan ini untuk melindungi keamanan nasional Amerika Serikat,” kata Pompeo.

Itu karena Amerika Serikat  tidak ingin membiarkan peralatan dan teknologinya jatuh ke tangan tentara komunis Tiongkok yang berarti mempertahankan kediktatoran Partai Komunis Tiongkok.

Pompeo juga menekankan bahwa Amerika Serikat sebenarnya tidak mau mengambil tindakan seperti itu. Namun ini terjadi sebagai konsekuensi langsung dari keputusan komunis Tiongkok yang dengan sengaja melanggar Deklarasi Bersama Tiongkok – Britania dan mengubah kebijakan Satu Negara Dua Sistem menjadi Satu Negara Satu Sistem. 

Tindakan tegas Amerika Serikat tersebut hanya ditargetkan kepada rezim komunis Tiongkok bukan kepada rakyat Tiongkok.

Komunis Tiongkok pada bulan Mei 2020 lalu mengumumkan rencana menerapkan Undang Undang Keamanan Nasional versi Hongkong. Pada waktu itu, Presiden Trump segera mengumumkan bahwa hal tersebut dapat membuat Amerika Serikat membatalkan status khusus yang diberikan kepada Hongkong dan menjatuhkan sanksi pada pejabat komunis Tiongkok yang relevan beserta keluarga mereka.

Sanksi berturut-turut yang dikeluarkan mulai tanggal 26 Juni hingga 29 Juni itu hanyalah awal dari serangkaian sanksi yang dijatuhkan administrasi Trump kepada komunis Tiongkok. (sin/rp) 

Video Rekomendasi

Share

Video Popular