Epochtimes.com- Pasca konflik serius pecah di perbatasan pada 15 Juni lalu,  antara Tiongkok dan India, yang menewaskan 20 perwira dan tentara India, permintaan memboikot produk-produk Tiongkok di India menjadi semakin tinggi.

Reuters mengutip laporan berita DHL bahwa baru-baru ini barang impor yang memasuki India telah diblokir. Akibatnya DHL Express India untuk sementara menangguhkan layanan pengiriman dari Tiongkok daratan, Hong Kong dan Macau ke India.

Fedex juga menunjukkan bahwa karena masalah barang yang menumpuk saat ini yang tidak dapat dikontrol, membuat pengiriman terlambat. Menurut laporan, juru bicara Fedex mengatakan bahwa perusahaan akan memonitor perkembangan terbaru dan akan melanjutkan layanan pengiriman normal jika keadaan memungkinkan.

Sementara itu sebuah laporan oleh Kantor Berita Pusat, menyebutkan kalau petugas bea cukai di Chennai, pelabuhan utama India, telah menahan pengiriman dari Tiongkok, termasuk ponsel, pupuk dan produk minyak bumi, guna inspeksi tambahan.

Reuters melaporkan pekan lalu karena penahanan barang-barang impor dari Tiongkok oleh pelabuhan-pelabuhan India, menyebabkan perusahaan-perusahaan Amerika Serikat  seperti Apple Inc., Cisco Systems Inc. dan Dell Inc, terkena imbasnya karena konflik antara Tiongkok dan India.

Deutsche Welle melaporkan bahwa pengiriman dari Tiongkok baru-baru ini, barang-barang  ditahan oleh bea cukai di pelabuhan-pelabuhan utama India. Barang-barang itu seperti mainan, kosmetik dan tas hingga peralatan rumah tangga, bahan baku farmasi, suku cadang mobil dan baja. Tiongkok telah mengekspor lebih dari 3.000 produk ke India.

Kementerian Perdagangan Komunis Tiongkok menggelar konferensi pers pada 2 Juli 2020 lalu. Juru bicara Gao Feng menanggapi insiden tersebut dengan menuding pihak India melakukan praktik-praktik terkait.

Sebelumnya, pada malam 29 Juni, pemerintah India mengumumkan larangan penggunaan 59 aplikasi Tiongkok dengan alasan keamanan nasional. Daftar ini termasuk piranti lunak sosial Tiongkok tiktok dan WeChat, peramban UC Alibaba dan lain-lain. Media India menafsirkannya sebagai sinyal dari pemerintah India.

Hal itu ditegaskan Kementerian Teknologi dan Informasi India dalam sebuah pernyataan yang berbunyi, “Pemerintah India telah memutuskan untuk tidak mengizinkan penggunaan aplikasi tertentu … Keputusan ini bertujuan untuk melindungi keamanan kedaulatan India di bidang Internet.” 

Pernyataan itu juga menyatakan bahwa aplikasi yang dilarang itu merusak kedaulatan dan integritas wilayah India, dan merusak pertahanan nasional India, keamanan nasional, dan ketertiban umum. “

Qatar Al Jazeera berkomentar pada 29 Juni bahwa ketika ketegangan dengan India meningkat, setiap gerakan Komunis Tiongkok diawasi dengan ketat oleh orang-orang India. Setiap masalah dengan Komunis Tiongkok diperbesar. 

Belakangan berita di India dan diskusi publik didominasi soal konflik perbatasan dengan Tiongkok. Namun hampir tidak menjadi berita utama di Tiongkok. Kesenjangan persepsi ini, ditambah dengan perselisihan sejarah dan diplomatik, telah memperburuk ketegangan antara Tiongkok dan India. (hui/rp) 

Video Rekomendasi

Share

Video Popular