Facebook.com- Banjir melanda Provinsi Hunan, Jiangxi dan Guangxi, Tiongkok, akhir bulan Juni lalu berlanjut hingga awal bulan Juli 2020. Banjir terus berlanjut dan semakin memburuk di provinsi-provinsi itu. Banjir juga berdampak pada  daerah lain di Tiongkok, khususnya Provinsi Guizhou.

Media lokal, mengutip Kementerian Manajemen Darurat Tiongkok, menyebutkan banjir kini telah berdampak pada total lebih dari 2,6 juta orang. Sekitar 228.000 orang mengungsi dan sekitar 1.300 rumah hancur.

Di antara provinsi-provinsi yang paling terpukul adalah wilayah otonom Guangxi Zhuang di Tiongkok selatan. Ada 6 orang tewas, sekitar 1 juta orang terkena dampak dan sekitar 146.900 orang terpaksa mengungsi. 

Tujuh kematian dilaporkan di Provinsi Hunan tengah. Di provinsi ini sebanyak 321.000 orang terkena dampak dan sekitar 11.000 orang mengungsi.

Di Provinsi Guizhou, ada delapan orang tewas atau hilang setelah hujan lebat dan banjir yang menghancurkan rumah-rumah dan   menelantarkan 2.800 orang.

Di provinsi Jiangxi, banjir telah mempengaruhi hampir 380.000 orang dan menyebabkan evakuasi sebanyak 21.000 orang. 

Kota Ganzhou di selatan provinsi mencatat curah hujan 98,1 mm dalam  24 jam.

Menurut pihak berwenang setempat, tingkat sungai juga tinggi di beberapa bagian Provinsi Guangdong di Tiongkok tenggara. 

Hujan deras juga baru-baru ini dilaporkan di beberapa bagian Provinsi Hubei. 

Sementara itu, dalam 24 jam, Yichang mencatat curah hujan 147,8 mm dan Wuhan 140,4 mm. (Lim / rp) 

Video Rekomendasi

Share

Video Popular