Ntdtv, oleh Wang Yuhe- Para peneliti menyelinap ke dalam goa-goa di bawah laut yang gelap di Semenanjung Yucatan Meksiko. Mereka menemukan situs bekas pertambangan besar sekitar 12.000 tahun yang lalu. Mereka juga menemukan oker merah berusia 2.000 tahun. Bahan bijih tambang ini cukup berharga.

Roberto Junco, wakil direktur arkeologi bawah air di Institut Nasional Antropologi dan Sejarah mengatakan : “Peradaban prasejarah masih meninggalkan sejumlah misteri bagi para peneliti. Penemuan situs ini membuka lebih banyak wawasan tentang masa lalu”.

Para ilmuwan mengumumkan pada 3 Juli bahwa lebih dari 100 kali penyelaman dengan menghabiskan waktu lebih dari 600 di Quintana Roo yang terletak di Meksiko timur, akhirnya berhasil menemukan banyak artefak penambangan, termasuk lubang penambangan oker, palu batu dan alat galian lainnya. Temuan lainnya, alat bor kecil yang dibuat dari stalagmit, alat membantu penambang untuk mengetahui arah mata angin dan perapian yang digunakan untuk memberikan cahaya.

Saat itu situs tersebut tidak berada di bawah air. Penambangan rupanya baru dimulai ketika daerah itu mulai terjadi perkembangan populasi. Kemudian goa-goa ini ditinggalkan selama ribuan tahun. Sekitar 8.000 tahun yang lalu, situs ini menjadi berada di bawah air karena kenaikan permukaan laut setelah zaman es terakhir.

Tim penyelaman menjelajahi lorong bawah tanah sepanjang kira-kira 7 kilometer di tiga goa yang berbeda, dan jangkauan proyek penambangan prasejarah itu melebihi 900 meter.

Para peneliti juga menemukan tulang belulang manusia di dalam goa.

Pada saat yang sama, para ilmuwan di Wina sedang berusaha mengurutkan genom tanaman berbunga kuno, yang diyakini telah terkubur oleh tupai zaman es di dekat tepi Sungai Colima pada 32.000 tahun yang silam.

Para ilmuwan mengekstraksi jaringan benih beku dari tanah berkedalaman 20-40 meter. Mereka  berhasil menghidupkannya kembali, tanaman tersebut mulai tumbuh tunas.

Sekarang para ilmuwan berusaha untuk mengklarifikasi rahasia DNA mereka, berharap mendapatkan alasannya bagaimana benih tersebut mampu bertahan selama 32.000 tahun. (Sin/asr)

Video Rekomendasi

Share
Kategori: PRASEJARAH SAINS

Video Popular