Ntdtv.com- Perdana Menteri India, Narendra Modi tiba-tiba mengunjungi wilayah Ladakh di utara Himalaya pada 3 Juli 2020,  Ia menyidak secara langsung  tentara India yang ditempatkan di daerah perbatasan Tiongkok-India ini. Sebelumnya, pada 15 Juni 2020, tentara Tiongkok dan India terlibat konflik berdarah paling serius antara kedua negara di Lembah Galwan yang disengketakan selama 40 tahun terakhir.

Menurut Reuters, Modi tiba di pangkalan perbatasan didampingi oleh Kepala Staf Pertahanan Jenderal Bipin Rawat dan Panglima Militer Jenderal Manoj Mukund Naravane.

Modi mengatakan kepada para prajurit angkatan bersenjata yang ditempatkan di Nimu bahwa keberanian, ksatria, dan tekad mereka untuk mempertahankan kehormatan negara adalah yang tidak tertandingi. Ia menegaskan, keberanian mereka lebih tinggi daripada dataran tinggi yang  ditempati pada hari ini.

PM India itu tak secara langsung menyebut nama Komunis Tiongkok dalam pidatonya. Akan tetapi ia mengatakan bahwa era ekspansionisme telah berakhir. Sekarang adalah era pembangunan dan kompetisi secara terbuka. Pembangunan adalah masa depan. Modi juga mengatakan, selama abad terakhir, banyak negara mengadopsi ekspansionisme dan mengancam perdamaian dan sejarah dunia. Modi menegaskan, sejarah membuktikan bahwa ekspansionisme pada akhirnya akan punah atau mundur.

Perdana Menteri India Narendra Modi tiba-tiba pergi ke pangkalan militer di Ladakh (Nimu) pada tanggal 3 untuk memeriksa pasukan perbatasan yang berpatroli. (Tangkapan layar video)

Modi juga mendatangi rumah sakit militer setempat pada hari itu. Ia u mengunjungi tentara yang terluka dalam konflik.

Selama konflik yang meletus di Lembah Galwan pada 15 Juni, 20 tentara India terbunuh dan setidaknya 76 orang terluka. Pemerintah Komunis Tiongkok tak pernah mengungkapkan jumlah korban.

Ada netizen yang mengetahui insiden bentrokan itu, memposting video beberapa hari lalu bahwa 38 orang meninggal dunia di Tiongkok. Sementara itu, daftar nama spesifiknya juga disampaikan. 

Pihak yang mengetahui masalah ini secara khusus menyebutkan bahwa tentara Hunan Shaotan dan Wang Shaobai tewas dalam konflik itu. Akan tetapi atasannya meminta keluarganya untuk merahasiakannya dan menguburnya dengan diam-diam. Menurut media India yang mengutip dari sumber  militer India, setidaknya 40 tentara Tiongkok tewas atau terluka parah dalam pertempuran itu.

Media India percaya bahwa konflik di India dianggap sebagai invasi Komunis Tiongkok. Insiden itu menekan Modi dan menyerukan menanggapinya secara tegas. 

Merespon tekanan di dalam negeri, Modi memeriksa pasukan perbatasan. Tak diketahui apa dampaknya terhadap konflik perbatasan Tiongkok-India. Akan tetapi dunia luar percaya bahwa bagaimana manajemen puncak Komunis Tiongkok menanggapi hal tersebut.

Laporan media bertanya-tanya, Modi secara pribadi menginstruksikan di garis depan perbatasan Tiongkok-India, di mana Xi Jinping?

Dapat dipahami bahwa setelah konflik, militer Tiongkok dan India mengadakan tiga pertemuan komandan militer. Akan tetapi tampaknya saling percaya belum terbentuk. Pihak Tiongkok dan India malah mengirim pasukan untuk memperkuat perbatasan setelah insiden itu.

Kantor berita AFP menganalisis bahwa konflik Tiongkok-India adalah konflik berdarah pertama antara kedua kekuatan nuklir dalam 45 tahun. Anehnya, pihak Tiongkok tetap diam tentang berapa banyak tentaranya yang tewas atau terluka. 

The Hindustan Times mengutip berita tingkat tinggi dari India dan mengungkapkan detail lain yang menunjukkan, bahwa semua komandan utama dan wakil pasukan di dekat stasiun patroli ke-14 militer Komunis Tiongkok yang terlibat secara langsung dalam konflik antara kedua belah pihak ikut terbunuh.

Banyak warga Tionghoa di Internet mempertanyakan, apakah nyawa para prajurit Tiongkok bukan nyawa? India dapat mengadakan pemakaman kenegaraan bagi para prajurit yang terbunuh. Mengapa Komunis Tiongkok bahkan tidak dapat mempublikasikan daftar tentaranya yang terbunuh atau terluka?

Beberapa analis percaya bahwa ini adalah karena Komunis Tiongkok tidak lagi ingin menambah bahan bakar ke nasionalisme yang sudah terbakar. Pasalnya, itu adalah pedang bermata dua. Apalagi tidak mau mengakui bahwa telah mengalami kerugian besar, sehingga kaum nasionalis frustasi, dan kemarahan dibakar ke pihak berwenang Beijing.

Setelah konflik berdarah di perbatasan Tiongkok-India, hubungan kedua negara tegang. Di India, demonstrasi anti-Tiongkok terus meletus. Tentara India segera meningkatkan pasukannya. Bahkan, menambahkan pasukan di pegunungan, pesawat tempur, dan tank ke perbatasan, termasuk helikopter serang Apache yang dilengkapi dengan rudal.

Perdana Menteri India Narendra Modi dan Menteri Pertahanan India menyatakan bahwa pasukan perbatasan India tidak akan terikat oleh larangan penggunaan senjata api. Ini berarti bahwa kemungkinan eskalasi konflik antara kedua pihak meningkat.

Pada 1 Juli, media India melaporkan bahwa Modi memutuskan untuk mundur dari Weibo dan menyerahkan lebih dari 240.000 penggemar daratan.  Dikarenakan, ketegangan baru-baru ini di perbatasan Tiongkok-India. Saat ini, akun Weibo Modi telah menghapus gambar profilnya, termasuk menghapus fotonya dengan Xi Jinping. (Hui/asr)

(Reporter Li Yun / Editor Bertanggung Jawab: Dai Ming)

Video Rekomendasi

Share

Video Popular