Xu Jian

Pengadilan Distrik Pusat Seoul menghukum Kim Jong-un atas tuntutan tahanan perang korsel,  Han Jae-bok dan Ro Sa-hong pada Selasa 7 Juli 2020.  Mereka masing-masing harus menerima kompensasi sebesar 17.570 dolar AS dari Kim Jong-Un.

Selama Perang Korea antara tahun 1950 dan 1953,  mereka ditangkap. Dengan status tahanan perang, mereka dipaksa untuk bekerja di Korea Utara selama hampir 50 tahun.

Kedua warga Korsel itu pertama kali dipaksa bekerja sebagai buruh budak selama 33 bulan di kamp kerja paksa. Kemudian bekerja di tambang batu bara selama beberapa dekade.  Mereka kemudian melarikan diri pada tahun 2000 dan 2001.

Mereka mengajukan gugatan terhadap pemerintah Korea Utara dan para pemimpin tertinggi Korut pada tahun 2016. Pengadilan Korea Selatan menemukan Korea Utara dan Kim Jong Un harus bertanggung jawab.

Ini adalah pertama kalinya pengadilan Korea Selatan menjatuhkan vonis terhadap para pemimpin Korea Utara dengan kompensasi, yang dapat membantu membawa kasus serupa terhadap rezim Korea Utara.

Han Jae-bok  menyatakan kegembiraannya ketika keluar dari pengadilan Seoul. “Saya sangat senang, Saya diperlakukan sebagai anjing sebelumnya (di Korea Utara), dan sekarang saya telah diakui oleh pengadilan Korea. Dan menuntut kompensasi, yang menakjubkan. “

Tahun lalu, pengacara Korea Selatan awalnya meminta rezim Korea Utara untuk memberikan kompensasi kepada semua orang atas kerugian sipil sekitar US$ 145.000. Kemudian, pengacara mengusulkan agar Kim Jong-un sendiri membayar jumlah yang lebih kecil yaitu US$ 17.570.

Pengacara Korea Selatan Eom Tae-seob mengatakan bahwa perang dilakukan oleh ayah dan kakek Kim Jong-un. Sedangkan Kim Jong-un hanya mengambil bagian dalam kompensasi untuk itu. Hakim dalam kasus setuju untuk mempertimbangkan ini.

Park Sun-young, pimpinan Mulmangcho, sebuah kelompok yang mendukung tawanan perang Korea, mengatakan pihaknya  berberkompetisi dengan Kim Jong Un di pengadilan dan menang.

Apakah kedua orang ini benar-benar akan menerima kompensasi dari Kim Jong Un masih menjadi pertanyaan.

Setelah pelajar Amerika Serikat Otto Warmbier meninggal setelah dipenjara di Korea Utara pada tahun 2017, orang tuanya mengajukan gugatan di Pengadilan Federal Washington.

Pemerintah memutuskan bahwa Korea Utara perlu memberikan kompensasi lebih dari 500 juta dolar AS, yang juga menyebabkan dana 24 juta yuan Korea Utara dibekukan di Amerika Serikat yang secara tak terduga terekspos. (Hui/asr)

Video Rekomendasi :

 

Share

Video Popular