Epochtimes, oleh Zhang Yujie- ‘Chinese App Detector’ atau Detektor Aplikasi Tiongkok digunakan oleh pemilik ponsel pintar untuk mendeteksi, apakah ada aplikasi yang dikembangkan oleh Tiongkok yang dipasang. Tujuannya agar  pengguna sendiri yang memutuskan apakah mau dihapus atau tidak. Dengan demikian, tidak melanggar ketentuan Google dalam mempromosikan apps.

Aplikasi ‘Removed China Apps’ sebelumnya dapat digunakan untuk mendeteksi dan menghapus aplikasi. Hanya dalam 2 minggu, ia telah menerima jutaan unduhan, 140.000 penilaian dan mendapatkan rata-rata 4,9 bintang. Namun, Google Play menghapusnya dengan alasan melanggar ketentuan Google yakni, melarang aplikasi yang ditawarkan untuk mendorong pengguna menghapus atau menonaktifkan aplikasi pihak ketiga.

Setelah ‘Chinese App Detector’ ditawarkan melalui Google Play, jumlah unduhan sudah mencapai lebih dari 500 ribu dan menerima lebih dari 9.000 penilaian dengan mendapat rata-rata 4.5 bintang.

Keterangan Foto : Aplikasi ‘Chinese App Detector’ digunakan oleh pemilik ponsel pintar untuk mendeteksi apakah ada aplikasi yang dikembangkan oleh Tiongkok. (foto Twitter)

Netizens menyebutkan bahwa Aplikasi baru itu mudah dioperasikan. Setelah mengklik tombol Scan, maka aplikasi akan mencari apakah ada aplikasi yang dibuat pengembang Tiongkok dalam ponsel. Selanjutnya aplikasi akan memberitahukan pengguna aplikasi mana dan pengembang mana.

Aplikasi ‘Chinese App Detector’ ini dikembangkan oleh perusahaan India ‘Workholics Indocorp’.

Tak lama sebelum ini, pihak berwenang India pada awal bulan Juli telah memblokir 59 aplikasi yang dibuat oleh pengembang Tiongkok antara lain ‘TikTok’, ‘WeChat’ dan lainnya.

Selanjutnya, jumlah unduhan dan pengguna aplikasi produk India sendiri jadi melonjak. Bahkan merangsang perusahaan India untuk mengembangkan produk-produk aplikasi baru. Beberapa perusahaan India telah menerima pembiayaan, seperti perusahaan telekomunikasi terbesar India ‘Reliance Jio’ telah mendapatkan investasi dari Intel senilai USD. 250 juta.

Pecahnya konflik perbatasan antara India dengan Tiongkok pada pertengahan bulan Juni lalu, menyebabkan kematian lebih dari 20 orang tentara India. Komunis Tiongkok tidak mengumumkan jumlah korban, menyebabkan sentimen anti-Tiongkok di India, termasuk memboikot produk-produk buatan Tiongkok dan membakar bendera komunis Tiongkok.

Di pihak resmi India, selain memblokir 59 aplikasi buatan Tiongkok, India telah mengumumkan bahwa tidak akan berpartisipasi dalam Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) atau Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional yang dipimpin oleh Partai Komunis Tiongkok. India berencana untuk meninjau sekitar 50 rencana investasi yang melibatkan perusahaan-perusahaan asal Tiongkok, apakah sesuai dengan ketentuan baru tentang investasi di India.

Perdana Menteri India Narendra Modi pada 1 Juli menutup akun ‘Weibo’-nya dan menghapus semua foto dirinya dengan Xi Jinping. (Sin/asr)

Video Rekomendasi

Share

Video Popular