Ntdtv.com- Pada hari Senin, 6 Juli Dewan Keamanan Nasional Hongkong mengeluarkan rincian implementasi dari Pasal 43 Undang-Undang Keamanan Nasional versi Hongkong. Isinya menetapkan bahwa dalam keadaan tertentu, personel polisi yang berwenang dapat meminta kepada platform elektronik untuk menghapus informasi yang membahayakan keamanan nasional. Selain itu, memberikan bantuan berupa menyerahkan catatan tentang identitas yang bersangkutan atau membuka enkripsi.

Laporan kantor berita AFP menyebutkan bahwa Microsoft dalam tanggapannya mengatakan : “Seperti halnya semua undang-undang baru, kami sedang mempelajari konten dari undang-undang itu untuk memahami kemungkinan dampaknya”.

Micorosft mengatakan : “Di masa lalu, jumlah data pribadi yang diminta oleh pemerintah Hongkong relatif sedikit, tetapi selama periode kami memantau dikeluarkannya Undang-Undang Keamanan Nasional versi Hongkong, kami terpaksa menangguhkan pemberian tanggapan mengenai hal ini untuk sementara waktu”.

Zoom, platform konferensi video yang semakin populer selama wabah penyakit virus komunis Tiongkok atau pneumonia Wuhan mengatakan bahwa, perusahaan prihatin dengan perkembangan situasi di Hongkong. Perusahaan itu berharap bahwa pemerintah AS dapat memberikan pedoman yang relevan.

“Zoom menghormati dan mendukung kebebasan, termasuk pertukaran ide dan pendapat secara bebas. Kami telah menangguhkan pemrosesan permintaan data yang relevan dari otoritas Hongkong”, demikian pernyataan Zoom.

Sehari sebelumnya, Facebook dan WhatsApp, Twitter dan mesin pencari Google juga  mengambil langkah yang sama.

Juru bicara Facebook mengatakan : “Kebebasan berekspresi adalah hak asasi manusia. Setiap individu memiliki hak untuk mengekspresikan pendapat pribadi tanpa merasa khawatir tentang keselamatan pribadi atau pengaruh lainnya”.

Twitter dan Google juga menyebutkan, bahwa dalam waktu dekat ini, mereka tidak akan memenuhi permintaan data pribadi pengguna sebagaimana yang diminta oleh otoritas Hongkong.

Peranti lunak pesan instan rahasia, Signal juga menyampaikan pesannya melalui cuitannya yang berbunyi : Kami juga mengumumkan penghentian (penyerahan data pribadi pengguna), tetapi kami selama ini tidak pernah menyerahkan data pengguna ke kepolisian Hongkong. Selain itu, kami juga tidak memiliki data pengguna untuk diserahkan. (Sin/asr)

Video Rekomendasi

Share

Video Popular