Erabaru.net. Apa yang telah kita lakukan saat kuncian ini? Jika Anda produktif, Anda akan mengatakan “berolahraga” atau “memasak” atau bahkan mengerjakan “tugas”, tapi itu hanya sebagian kecil.

Sebagian besar dari kita pastin akan menonton Netflix atau bermain game sepanjang hari saat kuncian berlangsung. Nah, remaja ini adalah pengingat bahwa apa pun yang Anda lakukan, Anda harus melakukannya dalam jumlah yang sewajarnya.

Xiaobin yang berusia 15 tahun dari Nanning, Tiongkok, dilarikan ke rumah sakit setelah tiba-tiba pingsan di rumahnya. Dia segera mengetahui bahwa dia tidak dapat menggerakkan lengan dan tangan kirinya!

(Foto: Nanning Television)

Mengapa bocah yang tampaknya sehat ini pingsan dan menghadapi kelumpuhan mendadak?

Sejak Tiongkok memberlakukan kanrantina karena COVID-19, Xiaobin telah terkurung di kamarnya, bermain video game selama 22 jam sehari selama sebulan!

Nanning Television melaporkan bahwa bocah itu telah tinggal di rumah sejak sekolah-sekolah di seluruh Tiongkok ditutup karena wabah. Orangtuanya juga tidak mengetahui kegiatannya di balik pintu kamarnya yang terkunci.

(Foto: Nanning Television)

Ketika orangtuanya bertanya, dia hanya mengatakan dia mengambil kelas online.

“Dia menutup jendela dan mengunci pintu. Kami tidak tahu apa yang dia lakukan di sana, ”kata orangtuanya kepada wartawan.

“Saya melihat percakapan online-nya dengan teman-teman. Dia mengatakan dia tidak cukup istirahat dan tidur paling banyak dua jam sehari, ” tambahnya.

Xiaobin saat ini menjalani perawatan di rumah sakit tetapi masih belum jelas apakah dia akan sepenuhnya pulih.

Dr Li, seorang spesialis otak di rumah sakit, mendiagnosisnya dengan stroke otak. Dia menambahkan bahwa kondisinya karena bermain video game secara berlebihan dan kurang tidur.

Stroke datang dari kurangnya nutrisi dan istirahat, sehingga menyebabkan berkurangnya jumlah darah dan oksigen yang mencapai otaknya.

(Foto: Nanning Television)

Tentu saja, kami tidak meminta Anda untuk benar-benar memutuskan diri dari bermain video game tetapi menemukan moderasi di dalamnya. Selain efek fisik jangka panjang pada tubuh Anda, itu juga dapat memengaruhi Anda secara psikologis.

Menurut Unity Point, kecanduan video game dapat menyebabkan lekas marah, cemas atau depresi sehingga memengaruhi kinerja seseorang di sekolah atau di tempat kerja.

Kecanduan jangka panjang dapat menyebabkan obesitas, kelemahan atau mati rasa di tangan dan bahkan pembekuan darah. (yn)

Sumber: worldofbuzz

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular