Ntdtv, oleh Zhong Jingming- Pada 7 Juli 2020, sebuah makalah medis dipublikasikan di sebuah blogger medis berbahasa Mandarin luar Tiongkok yang bernama ‘Yīxue Xianfeng’ (Pelopor Medis) mengungkapkan, bahwa meskipun beberapa orang yang terinfeksi virus komunis Tiongkok atau pneumonia Wuhan tidak menunjukkan gejalanya atau asimtomatik. Akan tetapi, virus itu diam-diam akan menyerang organ-organ tubuh lainnya, terutama sistem limfatik, yang kemudian menyebabkan penurunan kekebalan. Selain itu juga menimbulkan masalah pada kardiovaskular dan serebrovaskular. Kerusakan pada sel endotel vaskular dapat dengan mudah menyebabkan  trombosis.

Tak hanya itu, orang-orang tersebut juga akan mengalami fibrosis pada beberapa organ. Fibrosis ini bersifat kronis dan baru akan berakhir setelah virus dihilangkan/dimatikan, tetapi tidak mutlak. Fibrosis pada beberapa orang akan berlangsung lama. Dan, beberapa orang dengan infeksi tanpa gejala memiliki tingkat kematian virus yang sangat lambat, ada yang tidak dapat dibasmi selama satu atau dua bulan.

Bahkan, banyak mutasi telah muncul pada virus komunis Tiongkok menyebabkan gejala dan efek yang berbeda pada berbagai organ. Sekarang diferensiasi sel sudah terjadi, yang dimanifestasikan dalam fragmen gen dan kemampuan patogenik yang dibawa oleh virus. 

Evolusi virus umumnya mengikuti prediksi blogger pada bulan April lalu, yakni virus terus bergerak menuju mutasi ganas, dan infektivitasnya selain tidak menurun bahkan meningkat, hanya saja kemampuan patogennya yang berbeda.

Artikel itu juga mengatakan bahwa pasien di wilayah Timur Laut Tiongkok menunjukkan lebih sedikit pneumonia dan demam, tetapi gejalanya lebih banyak dimanifestasikan dalam penyakit yang berhubungan dengan sistem pembuluh darah. Di wilayah tersebut sekarang banyak orang yang jatuh secara tiba-tiba di jalanan, termasuk orang tua dan anak muda.

Saat ini, pemerintah komunis Tiongkok telah membersihkan secara politis jumlah orang terinfeksi baru di Beijing selama beberapa hari. Namun, blogger mengungkapkan bahwa jumlah infeksi di Beijing masih meningkat dan ratusan orang bertambah setiap hari. Adapun kebanyakan dari mereka termasuk pasien tanpa gejala pernapasan. Mereka telah meninggalkan Beijing dan pulang kampung untuk menghindari terkena wabah.

Makalah menyimpulkan, bahwa sekarang pihak medis sudah tidak memiliki panduan perawatan yang terpadu untuk mengatasi secara akurat gejala yang ditimbulkan oleh pasien yang terinfeksi. Sedangkan gejalanya akan menjadi lebih membingungkan seiring berjalannya waktu. “Saya sendiri tidak punya solusi yang lebih baik sekarang, Epidemi kali ini telah membuat umat manusia benar-benar kewalahan”, katanya.

Cuplikan layar berita “Pelopor Medis” di forum luar negeri.

Sebagian dari isi makalah ini telah dikonfirmasi oleh media asing. CNN mengutip ucapan seorang ahli patologi Amerika pada 11 Juli 2020, menyebutkan bahwa salah satu temuan paling mencolok dari pembedahan mayat pneumonia komunis Tiongkok adalah munculnya gejala trombosis. Pembekuan darah terjadi di hampir setiap bagian dari organnya.

Blogger ‘Yīxue Xianfeng’ (Pelopor Medis) itu diduga milik seseorang yang berkecimpung di industri medis Tiongkok. Sejak bulan Januari tahun ini, blogger tersebut terus mengungkap informasi tentang situasi epidemi Tiongkok, infonya seringkali beberapa hari mendahului info yang disampaikan oleh para pejabat atau pakar komunis Tiongkok. Beberapa informasi yang diungkapkan sebelumnya dan deskripsi patologis pneumonia komunis Tiongkok juga telah dikonfirmasi oleh media asing.

 Menurut data yang diungkapkan dalam makalah di ‘Yīxue Xianfeng’ bahwa sejak bulan April tahun ini, jumlah orang terinfeksi baru harian sudah mencapai ribuan. Gelombang kedua dari epidemi ini diduga telah muncul, tetapi sebagian besar orang tidak menunjukkan gejala, sehingga dimanfaatkan pejabat komunis Tiongkok untuk terus menyembunyikan fakta epidemi tersebut.

Baru-baru ini, Yan Limeng, mantan pakar virologi dari Universitas Hongkong yang melarikan diri ke Amerika Serikat juga menyampaikan kekhawatirannya tentang epidemi virus komunis Tiongkok dalam wawancara dengan Fox News. Yan Limeng berasal dari laboratorium coronavirus terkemuka di Universitas Hongkong.

Yan Limeng mengatakan bahwa, jangan mengharapkan vaksinnya karena sampai sekarang belum diketahui karakteristik virusnya, jadi tidak dapat memberikan penilaian berdasarkan karakteristik virus ini berdasarkan pengalaman sebelumnya. Sekarang ada  1 dari 600 orang terdiagnosis telah terinfeksi virus tersebut, tetapi masih akan tumbuh dengan sangat cepat. Di masa depan, mungkin akan menjadi 1 dari setiap 100 orang, kemudian 1 dari setiap 50 orang, 1 dari setiap 10 orang, yang berarti tidak ada orang yang bisa terhindar. “Sudah tersisa tidak banyak waktu lagi bagi dunia untuk melakukan hal yang benar”, kata Yan Limeng.

Saat ini, jumlah orang di luar daratan Tiongkok yang dikonfirmasi terinfeksi telah melampaui 12 juta orang. Jumlah orang yang terinfeksi di Amerika Serikat pada hari Jumat 10 Juli telah melebihi 65.000 orang, sebuah rekor jumlah infeksi baru selama beberapa hari. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia bahwa jumlah orang yang terinfeksi di seluruh dunia telah mencapai 2 kali lipat dalam 6 pekan terakhir. (Sin/asr)

Video Rekomendasi

Share

Video Popular