Epochtimes, oleh Zhong Yuan- Pada 13 Juli 2020, Perdana Menteri Tiongkok Li Keqiang kembali tampil memimpin simposium mengenai situasi ekonomi dengan para ahli dan pengusaha. Li Keqiang terakhir kali tampil di depan umum pada 7 Juli 2020 lalu saat melakukan inspeksi di Guizhou. 

Selama bulan Juli ini, 4 orang anggota Komite Tetap dari Biro Politik Partai Komunis Tiongkok masih saja tidak pernah tampil. Sementara 3 orang lainnya memang sengaja tampil. 

Li Keqiang malahan yang tampil seminggu sekali, tetapi penampilannya tidak mampu menyembunyikan keadaan kosong manajemen puncak komunis Tiongkok.

Selama bulan Juli, kegiataan Pemimpin Tiongkok, Xi Jinping yang dilaporkan dalam berita utama di media corong pemerintah setiap harinya  melakukan pembicaraan melalui sambungan telepon, memberi petunjuk, menulis buku, menulis surat dan lainnya. Namun Xi Jinping tetap tidak tampil di depan umum. 

Pada 12 Juli, Xi Jinping kembali memberi instruksi dalam upaya pencegahan dan bantuan banjir. Dia mengatakan bahwa situasi pencegahan banjir sangat serius. Xi Jinping meminta para kader-kader terkemuka di semua tingkatan untuk pergi dan memimpin penanggulangan dari garis depan.

Dia juga menginstruksikan tentara untuk secara aktif berpartisipasi dalam pekerjaan penyelamatan dan bantuan bencana.

Saat ini, kota Chongqing, provinsi Jiangxi, Anhui, Hubei, Hunan, Jiangsu, Zhejiang dan diporak-porandakan oleh banjir parah. Situasinya kritis dan kerugian yang dialami mereka sangat serius. 

Xi Jinping meminta semua jajarannya untuk memimpin penanggulangan banjir dari garis depan, tetapi ternyata tidak seorang pun dari pimpinan puncak komunis Tiongkok yang turun ke garis depan. 

Xi Jinping kemudian juga meminta agar secepatnya memulihkan produksi dan tatanan hidup masyarakat untuk mencegah kemiskinan akibat bencana. Gagasan pihak berwenang dan rakyat yang dilanda bencana benar-benar sangat jauh.

Pada 7 Juli, Li Keqiang berkunjung ke provinsi Guizhou untuk melakukan inspeksi bencana. Tetapi ia menghindari menuju lokasi bencana yang paling parah, meskipun sengaja menginjak lumpur agar sepatunya terlihat berlumpur-lumpur. Seharusnya hal ini memang ia sengaja. 

Sementara Li Keqiang bertahan tampil di depan umum sekali seminggu untuk menunjukkan mempunyai perbedaan dengan Xi Jinping.  Li Keqiang memimpin simposium tentang situasi ekonomi dengan para ahli dan pengusaha Tiongkok, dan konferensi video. 

Semua orang yang hadir di simposium itu tahu bahwa komunis Tiongkok menyembunyikan fakta epidemi virus Komunis Tiongkok dengan akibatnya yang sangat serius. Li Keqiang mengadakan simposium yang tidak mutlak perlu diadakan, lebih terlihat seperti ia hanya berniat “asal muncul setiap minggu”. 

Dalam simposium itu Li Keqiang mengatakan bahwa ekonomi terkena dampak yang belum pernah terjadi sebelumnya. Semua pihak harus melakukan pekerjaan dengan baik dalam menormalkan pencegahan dan pengendalian situasi epidemi.

Li Keqiang kemudian menyebutkan pentingnya “6 stabilitas” dan “6 jaminan”. Wakil Perdana Menteri Sun Chunlan, Hu Chunhua dan Liu He juga menghadiri simposium itu.

Han Zheng juga ikut nimbrung di simposium tersebut. Memasuki bulan Juli, Han Zheng-lah pejabat paling rajin menampakkan diri dalam berbagai kegiatan. Misalnya pada 3 Juli ia menghadiri konferensi video dan telepon soal insiden sewenang-wenang menguasai tanah pertanian untuk didirikan rumah. 

Meskipun konferensi dilangsungkan melalui video, tetapi  Han Zheng ngotot untuk tampil. Dan temanya pun tidak kritis.

Pada 10 Juli, Han Zheng menyelenggarakan forum tentang keuangan dan perpajakan. 

Pada 13 Juli, Han Zheng bersama Li Keqiang menghadiri simposium situasi ekonomi. 

Pada 14 Juli, Han Zheng menyelenggarakan forum pertemuan antar Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional. Han Zheng lebih rajin  mengikuti pertemuan daripada Li Keqiang, ia sudah berpartisipasi dalam 3 kali pertemuan dan 1 kali konferensi video dan telepon. Aneh! 

Apakah Han Zheng tidak ada tugas-tugas yang serius untuk diselesaikan?  Apa kerjanya cuma menampakkan diri saja?

Wang Yang, anggota Komite Tetap ini 2 kali tampil selama bulan Juli. Pada 3 Juli, Wang Yang mengikuti kegiatan membaca yang diadakan oleh anggota Konferensi Permusyawaratan Politik Rakyat Tiongkok. 

Pada 10 Juli, Wang Yang memimpin pertemuan konsultasi jarak jauh tentang merawat anak-anak desa yang tertinggal. Tampaknya Wang Yang juga sengaja untuk menampakkan dirinya “sibuk” dengan kegiatan.

Beberapa anggota Komite Tetap Partai Komunis tidak menampakkan hidungnya. Sementara beberapa anggota lainnya sengaja tampil di berbagai kesempatan yang tidak ada hubungannya dengan mereka.

Itu seakan-akan sengaja menunjukkan bahwa tidak ada tugas-tugas penting yang perlu dilakukan. Akan tetapi mereka tidak pergi ke lokasi banjir untuk memimpin penanggulangan warganya yang sedang sengsara. 

Dipercayai bahwa tidak hanya masyarakat yang menggelengkan kepala tidak mengerti, bahkan para pejabat Partai Komunis Tiongkok di semua tingkatan juga bergumam di dalam hati mereka. Entah masih berapa lama keadaan kosong manajemen puncak komunis Tiongkok ini masih akan berlanjut?

Di antara para pemimpin puncak Partai Komunis Tiongkok, beberapa orang menempatkan  keselamatan pribadinya lebih penting daripada apa pun, sehingga mereka tidak berani tampil di sembarang tempat. 

Beberapa orang sengaja sesekali tampil untuk membentuk citra kontras. Kekacauan dalam Partai Komunis Tiongkok telah menubuatkan bahwa rezim komunis Tiongkok sewaktu-waktu bisa ambruk. 

Ini mungkin juga menjadi alasan utama mengapa pejabat senior Partai Komunis Tiongkok enggan mengisi lowongan dalam manajemen yang menjadi tanggung jawabnya, lantaran menghindari tanggung jawab. (sin/rp) 

Video Rekomendasi

Share

Video Popular