Ntdtv.com- Epidemi di Tiongkok terus terjadi secara silih berganti. Pada 17 Juli lalu, Pemerintah daerah  Xinjiang mengumumkan bahwa kasus corona baru setempat yang dikonfirmasi telah melampaui dua digit dan belum ditelusuri sumber infeksi. 

Pihak berwenang mengumumkan situasi Urumqi telah memasuki mode “masa perang” pencegahan epidemi. Pengujian asam nukleat dilakukan di seluruh kota. 

Angka resmi dari pejabat Partai Komunis Tiongkok selalu menyusut, dan serangkaian tindakan oleh pihak berwenang menunjukkan bahwa epidemi mungkin di luar kendali.

Kantor Informasi Pemerintah Xinjiang mengumumkan pada konferensi pers pada Sabtu sore 18 Juli 2020 bahwa Kota Urumqi telah memasuki mode “masa perang” sebagai tanggapan pencegahan epidemi untuk mencegah penyebarannya. Otoritas setempat juga memobilisasi warga Urumqi untuk tidak meninggalkan kota jika tidak ada keperluan mendesak.

Selain itu, pemerintah setempat telah meluncurkan rencana tanggap darurat, membentuk 15 kelompok kerja khusus. Kelompok itu mengambil berbagai langkah pencegahan dan pengendalian, termasuk penyelidikan epidemiologi, penyemprotan desinfektan di area utama.

Sementara itu pejabat Komisi Kesehatan Kota Urumqi  akan melakukan tes asam nukleat di seluruh kota.

Kota Urumqi mengumumkan diagnosis kasus infeksi lokal yang tidak diketahui sumbernya, pada 16 Juli lalu.  Belakangan diumumkan 90% penerbangan akan ditunda dan satu-satunya jalur kereta bawah tanah di kota tersebut akan ditangguhkan. 

Netizen setempat menuturkan bahwa sejak 17 Juli pukul 00:00, semua lingkungan komunitas di kota akan ditutup selama seminggu. Pemerintah setempat mengumumkan akan mendistribusikan barang-barang kebutuhan pokok secara seragam. Karena otoritas setempat hanya memberi warga beberapa jam untuk merespon, beberapa warga di lingkungan komunitas mulai panik dan kalap belanja barang-barang kebutuhan pokok.

Selain kemungkinan terjadinya ledakan epidemi virus di Urumqi, diduga juga telah terjadi epidemi di Xinjiang selatan dan Yili, utara Xinjiang.

Menurut pejabat Xinjiang pada 17 Juli lalu, ada 16 kasus lokal baru yang dikonfirmasi belum ditelusuri sumber infeksinya. Partai Komunis Tiongkok selalu menyembunyikan situasi epidemi yang sebenarnya. 

Belum lama, jumlah diagnosis baru secara nasional tetap dalam satu digit dalam banyak kasus. Diagnosis baru di Xinjiang tiba-tiba menembus dua digit, kalangan luar menduga mungkin telah terjadi ledakan epidemi, sama seperti epidemi di Beijing bulan lalu.

Reporter Zhong Jingming / Editor : Ming Xuan

Johny/ rp 

Video Rekomendasi

Share

Video Popular