Ntdtv.com- Ada sekitar 13,9 juta orang terinfeksi virus Komunis Tiongkok dan lebih dari 590.000 orang meninggal, hingga Jumat 17 Juli lalu, kecuali di Tiongkok. Lebih dari 1 juta kasus yang dikonfirmasi di India, dan lebih dari 2 juta di Brasil. Sementara di Amerika Serikat dilaporkan lebih dari 3,5 juta kasus.

Hingga Jumat 17 Juli 2020 wabah di Amerika Selatan masih berlanjut. Jumlah kumulatif infeksi di Brasil melebihi 2 juta kasus. Chili telah menjadi salah satu negara dengan tingkat infeksi tertinggi, mencapai 16,7%.

Masih pada hari yang sama, kasus infeksi di India telah mencapai lebih dari 1 juta kasus, dan kemungkinan masih banyak orang yang terinfeksi tanpa gejala.

Pakar epidemiologi mengatakan bahwa mungkin beberapa bulan lagi puncak epidemi akan meletus di India.

Sementara otoritas di negara bagian Victoria, Australia, mengkonfirmasi 428 kasus baru pada hari yang sama. Itu tertinggi dalam satu hari selama dua hari berturut-turut, dengan 3 kematian baru.

Negara bagian Victoria telah menerapkan lockdown di Melbourne selama lebih dari seminggu, tetapi epidemi terus menyebar. Otoritas setempat mewajibkan warga untuk mengenakan masker saat keluar.

Sementara itu epidemi di Tokyo, Jepang dilaporkan sangat parah, lebih dari 293 kasus baru dikonfirmasi, mencapai rekor tertinggi, terutama anak-anak muda yang terinfeksi.

Gubernur Tokyo, Yuriko Koike mengatakan, “Tren infeksi di sini adalah kaum muda dengan rentang usia dua puluhan dan tiga puluhan, mencapai lebih dari 70% dari semua yang terinfeksi.”

Di Hong Kong dilaporkan 58 kasus baru yang dikonfirmasi, di mana 50 kasus itu merupakan kasus lokal dan 18 kasus tidak ditemukan sumber infeksi. Jumlah kumulatif dari kasus yang dikonfirmasi meningkat menjadi 1.713 kasus.

Di Urumqi, Xinjiang, epidemi dilaporkan kembali merebak, kasus yang dikonfirmasi melonjak tajam. Saat ini, arus lalu lintas setempat dihentikan, dan hampir 90% penerbangan juga telah dibatalkan.

Ada berita yang mengatakan bahwa kota Urumqi telah ditutup. Sementara warga Xinjiang panik belanja berbagai makanan dan kebutuhan pokok di supermarket.

Sebuah video online menunjukkan warga Urumqi tampak antre di depan Rumah Sakit Rakyat untuk menunggu tes asam nukleat.

Perdana Menteri Inggris Johnson mengatakan pada hari Jumat 17 Juli itu, berharap aktivitas akan kembali normal sebelum Natal tahun ini, dan menekankan telah siap untuk menanggapi gelombang wabah kedua yang mungkin meledak di musim dingin.

Johnson mengumumkan bahwa mulai tanggal 1 Agustus, Inggris akan lebih lanjut melonggarkan langkah-langkah pencegahan-epidemi. Membiarkan pengusaha memutuskan apakah karyawan diizinkan bekerja di kantor atau tidak, dan memberi wewenang kepada otoritas setempat untuk memutuskan apakah akan menerapkan lockdown jika terjadi ledakan epidemi.

Demikian berita ET News hari ini. Terima kasih telah menonton, dan silakan subscribe channel ini dan bagikan ke teman-teman Anda. Jika Anda memiliki opini, silakan beri komentar di bawah ini. Sampai jumpa. 

Reportase NTDTV, Li Mei dan Rui-li

Johny / rp 

Video Rekomendasi

Share

Video Popular