Epochtimes, oleh Lin Yan- Perwakilan Dagang Amerika Serikat, Robert Lighthizer dalam sebuah artikelnya menjelaskan tentang mengapa mekanisme Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) tidak mampu menyelesaikan masalah perdagangan antara Amerika Serikat dengan Tiongkok.

Melalui artikel berjudul “Kebijakan Perdagangan Trump Membuat Amerika Serikat Menjadi Lebih Kuat” yang dipublikasikan oleh majalah ‘Foreign Affairs’ pada hari Senin, 20 Juli 2020 lalu.  

Robert Lighthizer melakukan serangan balik yang tajam terhadap kritikan dari Chad Bown, seorang Ekonom Senior Perdagangan Internasional dalam Pemerintahan Obama juga seorang peneliti senior dari Institut Penelitian Ekonomi Internasional Peterson (Peterson Institute for International Economics. PIIE).

Chad Bown berpendapat bahwa masalah perdagangan Tiongkok – Amerika Serikat dapat diselesaikan melalui mekanisme yang ada pada WTO. Pada saat yang sama, ia percaya bahwa pemerintahan Donald Trump harus bertindak bersama dengan sekutunya, bukan bertindak sendirian.

Chad Bown  juga menyebutkan, laporan investigasi ‘Special 301 Report’ setebal 200 halaman yang dilakukan oleh Kantor Perwakilan Dagang Amerika Serikat yang menghabiskan waktu 8 bulan, ribuan jam kerja itu adalah alasan bagi pemerintahan Trump untuk menaikkan tarif impor bagi komoditas Tiongkok.

Lighthizer mengkritik satu per satu kritikan Chad Bown dengan menyebutkan bahwa pandangannya tidak hanya bodoh, tetapi juga penghinaan terhadap pegawai negeri yang menulis laporan dan banyak kelompok bisnis yang hadir untuk bersaksi.

Artikel itu juga memperkenalkan mengapa masalah perdagangan Amerika Serikat dengan Tiongkok tidak dapat diselesaikan melalui mekanisme WTO, dan mengapa Amerika Serikat tidak bekerja dengan sekutu untuk berhadapan langsung dengan komunis Tiongkok.

Mengapa mekanisme WTO tidak berfungsi? 

Lighthizer menjelaskan bahwa meskipun undang-undang pajak anti-dumping dan penyeimbang (AD/CVD) Amerika Serikat mencegah negara-negara asing membanjiri pasar Amerika Serikat dengan barang-barang berharga rendah atau bersubsidi yang akan merusak industri dalam negeri. Namun, ketika Tiongkok telah mengajukan tuntutan hukum terhadap Badan Banding WTO dan menantang kebijakan anti-dumping dan penyeimbang Amerika Serikat, Badan Banding itu selalu memihak Tiongkok. Badan Banding itu membatalkan putusan sebelumnya yang dibuat oleh Kelompok Penyelesaian Sengketa WTO yang mendukung Amerika Serikat.

Sejauh ini, berdasarkan interpretasi “keterlaluan” aturan WTO oleh Badan Banding itu, Tiongkok telah berhasil mengumpulkan miliaran dolar sebagai pembalasan terhadap Amerika Serikat.

Setelah tahun 2001, Badan Banding tidak memutus satu pun tindakan perlindungan yang dilakukan Amerika Serikat memenuhi aturan WTO. Akibatnya, pemerintah Amerika  bahkan menolak untuk memulai penyelidikan masalah yang berkaitan demi melindungi pekerja dan perusahaan Amerika  dari dampak lonjakan impor. Sampai pemerintahan Trump mengambil tindakan terhadap panel surya dan mesin cuci. 

Pengaruh Badan Banding WTO tidak berhenti sampai di situ. Temuan Badan Banding telah mendorong Kongres Amerika Serikat mencabut ‘Byrd Amendment’ yang memungkinkan pemerintah Trump menggunakan kebijakan anti-dumping atau penyeimbang untuk memberikan kompensasi kepada korban praktik perdagangan tidak adil. 

Laporan lain dari Badan Banding juga membuat Amerika Serikat kehilangan kemungkinan mengambil tindakan penanggulangan.

Pemerintah sebelumnya tidak melakukan hal yang benar dalam menghadapi Tiongkok

Lighthizer menjelaskan bahwa meskipun pemerintahan Bush Jr dan pemerintahan Obama sama-sama mengajukan tuntutan hukum terhadap komunis Tiongkok di WTO, tetapi langkah yang mereka ambil tidak benar.

“Saya akui bahwa kedua pemerintah mengajukan gugatan terhadap komunis Tiongkok di WTO, tetapi intinya adalah bahwa upaya itu menjadi sia-sia,” tulis Lighthizer.

Lighthizer menilai, setelah beberapa dekade kebijakan perdagangan didorong oleh geopolitik dan pengejaran efisiensi secara membabi buta, Amerika Serikat sekarang memiliki kebijakan perdagangan yang berpusat pada pekerja.

Mengapa para sekutu tidak mengikuti Amerika Serikat untuk melawan komunis Tiongkok

Soal alasan pemerintahan Trump tidak mengajak sekutu untuk bersama-sama menghadapi komunis Tiongkok, menurut Lighthizer, pada masalah Tiongkok, kepentingan Amerika Serikat dan sekutunya tidak selalu sama, dan tidak terbentuk konsensus yang sama tentang ancaman komunis Tiongkok, setidaknya sampai saat ini konsensus bersama baru muncul.

Lighthizer menunjukkan bahwa beberapa negara anggota Uni Eropa adalah negara sponsor One Belt One Road komunis Tiongkok. 

Jerman memiliki surplus barang senilai USD. 22 miliar dengan Tiongkok pada tahun 2019, alih-alih defisit USD. 345 miliar seperti Amerika, dan banyak sekutu mungkin hanya duduk dan menikmati keuntungan. Menghindari konflik, dan mungkin ingin mendapatkan lebih banyak pangsa pasar dari Tiongkok.

Lighthizer menilai, ada alasan untuk beroptimis. Dengan dorongan terus menerus dari pemerintahan Trump, Australia, India, Jepang, Inggris, dan bahkan Uni Eropa baru-baru ini mengambil langkah-langkah untuk membawa kebijakan Tiongkok mereka lebih dekat dengan kebijakan Amerika Serikat. 

Upaya pemerintah saat ini untuk terlibat dengan sekutu dalam masalah Tiongkok jauh lebih besar daripada pemerintah sebelumnya. Lighthizer dalam kesimpulannya menulis bahwa dirinya  menduga  tren ini akan lebih besar di masa mendatang.

Demikian berita ET News hari ini. Terima kasih telah menonton, dan silakan subscribe channel ini dan bagikan ke teman-teman Anda. Jika Anda memiliki opini, silakan beri komentar di bawah ini. Sampai jumpa. 

sin/rp 

Video Rekomendasi

Share

Video Popular