Ntdtv, oleh Li Yun- Menurut laporan media The Sun’, pemimpin Korea Utara Kim Jong-un merumuskan serangkaian kebijakan gizi untuk mengatasi masalah krisis pangan di dalam negeri. Termasuk sangat merekomendasikan warganya untuk makan daging kura-kura. Karena kura-kura mengandung protein, asam amino, dan vitamin yang secara efektif dapat mengendalikan hepatitis, tekanan darah tinggi dan penyakit lainnya.

Kim Jong-un mengklaim bahwa darah kura-kura juga efektif untuk pengobatan diabetes. Dia juga mengatakan bahwa dapat dimakan mentah, direbus dalam sup atau bubur. Ia juga mengatakan bahwa kura-kura telah dibuat menjadi masakan kelas atas, karena rasanya yang enak plus kaya akan nutrisi.

Kim Jong-un menyarankan warganya agar mengkonsumsi daging kura-kura untuk memperkaya nutrisi. (Pixabay)

Laporan juga menyebutkan, Kim Jong-un memerintahkan para ilmuwan untuk mengembangkan obat penurun berat badan dan teh penurun berat badan. Tujuannya guna membuat orang merasa kenyang setelah mengonsumsinya, sekaligus menurunkan berat badan sebanyak 10 kilogram dalam waktu 40 hari. Para ilmuwan mengatakan : “Sebenarnya obesitas dapat diatasi jika orang tersebut bertahan untuk melakukan pekerjaan keras”.

Selain produk menurunkan berat badan, situs web resmi Korea Utara juga mendorong warga masyarakatnya untuk mencari makanan sendiri, seperti burung pegar, kelinci dan sebagainya.

Keterangan gambar : Situs web resmi Korea Utara juga mendorong warga masyarakatnya untuk mencari makanan sendiri, seperti burung pegar, kelinci dan sebagainya. (Pixabay)

Pejabat PBB : Sebagian rakyat Korea Utara mungkin Meninggal kelaparan

Pada 9 Juni, Tomas Ojea Quintana, Pelapor Khusus PBB untuk Situasi Hak Asasi Manusia di Korea Utara memperingatkan bahwa kekurangan pangan dan bencana kelaparan yang semakin meluas di Korea Utara, dapat diperburuk dengan penutupan perbatasan antara Korea Utara dengan Tiongkok dan langkah-langkah isolasi epidemi.

Quintana mengatakan, epidemi telah menyebabkan Korea Utara menghadapi kesulitan ekonomi yang serius. Dari bulan Maret hingga April, perdagangan antara Korea Utara dengan komunis Tiongkok, telah menurun hingga 90%, yang mengakibatkan penurunan tajam dalam pendapatan perdagangan luar negeri Korea Utara.

Ada laporan bahwa di kota-kota besar Korea Utara, pandemi komunis Tiongkok telah menyebabkan lebih banyak orang menjadi gelandangan dan melambungkan harga obat-obatan.

Quintana dalam sebuah pernyataannya mengemukakan, bahwa semakin banyak keluarga Korea Utara hanya makan 2 kali dalam sehari, atau hanya makan jenis sereal. Sebagian warga mungkin mati kelaparan.

Quintana mendesak Pyongyang untuk mengizinkan bantuan kemanusiaan dari luar negeri tanpa batasan. Dia juga mendesak Korea Utara untuk membebaskan tahanan selama epidemi berkecamuk. Banyak tahanan meninggal dunia karena mengeluarkan tenaga untuk kerja berlebihan, sedangkan kurang makan, tertular penyakit dan sel yang penuh sesak.

Sementara itu, Quintana juga mendesak Dewan Keamanan PBB untuk mempertimbangkan kembali putusan karena rencana senjata nuklir Korea Utara dan langkah-langkah embargo yang dikenakan, sehingga dapat menjamin pasokan makanan bagi masyarakat di sana.

Menurut laporan, meskipun rakyat Korea Utara menderita kelaparan sejak lama, para pejabat senior Korea Utara dan Kim Jong-un masih menikmati hidangan-hidangan mahal.

Elisabeth Byrs, juru bicara Program Pangan PBB mengatakan kepada media, bahwa situasi hak asasi manusia di Korea Utara masih sangat parah. Sekitar 40% dari penduduk negara tersebut atau sekitar 10 juta orang sangat membutuhkan bantuan kemanusiaan.

Ia mengatakan, Program Pangan PBB (WFP) berharap tahun ini ada 1,2 juta orang yang dapat menerima bantuan dari mereka.

Elisabeth Byrs mengatakan, krisis pangan yang panjang dapat merusak kesehatan dan perkembangan anak-anak. Seperlima dari anak-anak berusia di bawah 5 tahun menderita cacat. Sedangkan kesehatan ibu hamil dan ibu yang menyusui juga terpengaruh. (Sin/asr)

Video Rekomendasi

Share

Video Popular