Erabaru.net. Bukan rahasia lagi bahwa sebagian besar fungsi pesawat ditangani dengan autopilot saat penerbangan di udara, namun Airbus telah membawanya ke tingkat berikutnya dengan berhasil menguji pesawat tanpa pilot pertamanya, sepenuhnya otomatis.

Pesawat Airbus telah berhasil menyelesaikan take-off dan landing yang sukses – serta sejumlah manuver rumit – tanpa bantuan pilot.

A350-1000 XWB terbang secara mandiri, dengan kamera internal yang membantu teknologi baru. Penerbangan itu merupakan testbed yang berhasil diselesaikan dengan membuka pintu untuk penerbangan yang sepenuhnya otonom.

(Foto: Airbus)

Lebih dari 500 penerbangan dilakukan dengan Airbus A350-1000 XWB baru, dengan menggunakan ‘teknologi pengenalan gambar’ agar pesawat dapat ‘melihat’ melalui sepasang matanya sendiri. Ini, dikombinasikan dengan kamera eksterior pesawat, memungkinkan pesawat untuk menyelesaikan penerbangan, dari naik, tinggal landas dan mendarat.

Sekitar 450 penerbangan dilakukan untuk mengumpulkan data video mentah agar algoritme disetel, sementara serangkaian enam uji terbang dilakukan, masing-masing termasuk lima lepas landas dan pendaratan per berjalan.

Peluncuran pertama dilakukan pada bulan Desember, ketika Airbus pertama kali berhasil menunjukkan take-off otonom dari Bandara Toulouse-Blagnac di Perancis.

Sejumlah faktor dapat membuat pesawat keluar jalur, seperti angin, yang merupakan saat pilot harus masuk dan mengembalikan posisi kepala pesawat.

(Foto: Airbus)

Proyek tersebut, yang diberi nama Autonomous Taxi, Take-Off and Landing (ATTOL), didirikan oleh Airbus dalam upaya untuk menemukan bagaimana teknologi otonom dapat membantu pilot lebih sedikit fokus pada operasi pesawat, dan lebih banyak pada ‘strategi’ pengambilan keputusan dan manajemen misi ‘.

Penumpang di pesawat A350-1000 XWB bahkan akan dapat mengakses lepas landas dan pendaratan pesawat dari kamera unik yang terpasang pada pesawat, sebagai bagian dari pemrograman standar acara TV dan film.

Sebanyak 30 pendaratan otonom berhasil dicapai di enam penerbangan yang berbeda, membuktikan Airbus dapat mengumpulkan data yang tepat untuk menunjukkan kelayakan teknologinya.(yn)

Sumber: Unilad

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular