Ntdtv, oleh Zheng Gusheng- Media India mengungkapkan bahwa reportase investigasi Australia Anthony Klan baru-baru ini merilis sebuah laporan investigasi. Laporan menyatakan bahwa Institut Virologi Wuhan dan Organisasi Ilmu Pengetahuan & Teknologi Pertahanan militer Pakistan (Defence Science & Technology Organization) mungkin telah menandatangani perjanjian kerja sama rahasia selama 3 tahun. Penelitian rahasia itu bernama “Penelitian Penyakit Menular Baru.”

Penelitian dilakukan terhadap penyakit mematikan seperti antraks dan Bacillus thuringiensis (spesies bakteri gram-positif yang berbentuk batang), dan berkomitmen untuk mengendalikan penyebaran penyakit biologis.

Anthony Klan mengutip ungkapan sumber yang mengetahui masalah itu menjelaskan bahwa proyek kerja sama  dinamakan “Kerjasama Penelitian tentang Kontrol Biologis Penyakit Menular yang Muncul dan Penyakit yang Ditularkan Vektor”  dengan dana yang sepenuhnya dikeluarkan  oleh pihak Tiongkok. 

Institut Virologi Wuhan menyediakan dukungan finansial, materi, dan ilmiah untuk memberikan pelatihan bagi para ilmuwan Pakistan dan membantu mereka dalam membangun basis data virus.

Anthony Klan menyebutkan bahwa Tiongkok dan Pakistan telah melakukan uji laboratorium pada virus jenis Crimean–Congo hemorrhagic fever. CCHF (demam berdarah Krimea-Kongo). 

Penelitian menemukan bahwa penyakit tersebut memiliki risiko serupa dengan virus Ebola dan memiliki tingkat kematian mencapai 25%. Namun, tingkat keamanan laboratorium terkait belum mencapai tingkat P4.

Anthony Klan mengutip kesimpulan para ahli menyebutkan, komunis Tiongkok memberikan bantuan dana kepada Pakistan dengan dalih untuk Anti-India, sebenarnya adalah mengambil kesempatan untuk melakukan penelitian berbahaya di tempat-tempat terpencil sehingga risiko dapat dihindari terjadi di Tiongkok.

Menurut laporan terbuka, Harbin Veterinary Research Institute juga pernah membantu sebuah universitas di Kazakhstan untuk mendirikan laboratorium keamanan hayati tingkat tinggi. 

Harbin Veterinary Research Institute, sama seperti Institut Virologi Wuhan memiliki laboratorium biologi P4. 

Para ahli dari lembaga tersebut berupaya untuk menghibridisasi antara virus flu burung dengan fatalitas tinggi dengan virus flu manusia. Mereka diyakini oleh pihak luar berupaya mengembangkan senjata biologis.

Keterangan foto: Laporan di situs web Harbin Veterinary Research Institute, bahwa pihaknya pada tahun 2018 pernah membantu sebuah universitas di Kazakhstan untuk mendirikan laboratorium keamanan hayati tingkat tinggi. ( internet).

sin/rp

Video Rekomendasi

Share

Video Popular