Oleh Tian yun

Pada 1994, Partai Komunis Tiongkok telah memulai pembangunan sistem Navigasi Satelit Beidou. Beidou secara harfiah bermakna “Bintang Biduk atau Gayung Besar adalah sebuah asterisma yang tersusun atas tujuh bintang yang cukup terkenal dalam berbagai budaya. 

Setelah 26 tahun beroperasi, pada 23 Juni lalu telah diluncurkan satelit terakhir. Media massa Partai Komunis Tiongkok  mengatakan, sebanyak 120 negara telah menggunakan sistem Beidou ini. Sebenarnya pengguna utamanya hanyalah pemerintah negara Asia dan Afrika yang menjalin hubungan baik dengan Tiongkok.

Pada 23 Juni lalu, situs kepu.gov.cn menerbitkan artikel berjudul “10 Pertanyaan Beidou” yang telah mengungkap kegunaan strategis dari sistem tersebut, di antaranya terdapat sinyal yang memicu kewaspadaan.

Artikel itu banyak mengkritik atribut militer sistem GPS Amerika, namun berdalih pentingnya keberadaan sistem navigasi Beidou. Sebagai contoh, artikel itu mengatakan karakter GPS milik Amerika Serikat adalah sistem navigasi satelit militer yang digunakan oleh Angkatan Udara Amerika. Saat ini hampir digunakan di setiap persenjataan militer Amerika yang membutuhkan penentuan posisi. 

GPS Amerika telah berkontribusi dalam melancarkan serangan akurat laiknya pembedahan dalam perang manusia, “memusnahkan pada posisi”, “aksi pemenggalan”, dan lain sebagainya.

Artikel itu menyebutkan, “Dalam praktiknya, teknisi satelit tidak hanya bisa melakukan gangguan sinyal dan teknik penipuan, juga bisa menghentikan layanan di wilayah tertentu, hak menetapkan harga chip dan hak penggunaan, dan lain sebagainya. Begitu memasuki peperangan, cukup dengan memutus layanan bagi musuh yang tergantung pada GPS, maka peperangan pun menjadi tidak berimbang.”

Penulisnya menyebutkan, “Dibangunnya sistem Beidou, berarti Partai Komunis Tiongkok tidak hanya bisa melakukan segala hal yang bisa dilakukan oleh GPS, juga mampu tidak terkendala oleh manusia. Makna pentingnya bagi pertahanan negara teramat krusial. Baik menyangkut keamanan pertahanan, atau kepentingan bisnis yang besar dalam aplikasi di pasar, Tiongkok harus memiliki sistem navigasi satelit sendiri, bidang ini tidak eksis kerja sama internasional dalam makna yang sesungguhnya.”

Informasi di atas cukup untuk menjelaskan bahwa tujuan Partai Komunis Tiongkok  membangun sistem navigasi satelit Beidou adalah untuk melepaskan keterkaitannya dari GPS, dan sebagai persiapan menghadapi perang berteknologi tinggi.

Partai Komunis Tiongkok telah meniru dua kapal induk ringan dengan teknologi terbelakang dari bekas Uni Soviet, meski bahkan tak mampu mengangkut lengkap 24 pesawat kapal induk. Juga telah rampung meniru Amerika Serikat dalam membangun kapal perusak kelas 10.000 ton ke atas namun tanpa sistem pertahanan rudal. Kapal perusaknya saja tidak dapat mempertahankan dirinya sendiri, apalagi  mempertahankan kapal induk itu.

Rudal Dongfeng-41 telah diuji-coba pada tahun 2012 silam, sekarang hanya ada 18 buah. Rudal jarak menengah Dongfeng dikenal sebagai pembunuh kapal induk. Dongfeng-26 dan Dongfeng-21 total ada 205 buah, tapi untuk satu serangan saturasi saja tidak mencukupi.

Pada tanggal 23 Maret 1983, Presiden Reagan memberikan pidato di TV, pertama kali berbicara tentang “Proyek Star Wars.” (Area publik)

Partai Komunis Tiongkok juga telah meniru pesawat tempur siluman Amerika Serikat. Sejauh ini tetap tidak mampu memproduksi massal. Lalu kemanakah raibnya pengeluaran militer Partai Komunis Tiongkok?

Sejak dulu hingga kini, seseorang yang berambisi suka berperang, akan selalu mengalami akhir yang tragis. 

Sejarah masa kejayaan Tiongkok sangat mengutamakan pertahanan militer seperti Tembok Raksasa. Ekspansi wilayah dalam sejarah Tiongkok, mayoritas karena serangan bangsa asing yang menginvasi, atau kerajaan sekutu meminta bantuan, sehingga acap kali lebih dulu melakukan pendekatan persuasif setelah itu mengirim pasukan. Dengan pertahanan yang kuat sebagai tameng, dalam banyak kondisi, belum sempat mengobarkan perang, berhasil menaklukkan lawan dengan toleransi dan jiwa yang besar. 

Taktik perang Sun Tzu juga sangat menjunjung tinggi menaklukkan lawan tanpa berperang. Sejak dulu kala kekuasaan raja yang belas kasih selalu mementingkan perdamaian, rakyat tentram sejahtera, dan bukan orang yang haus perang.

Kondisi geografis Tiongkok, sangat berbeda dengan Amerika. Sebagai negara maritim, di utara Amerika ada Kanada dan di selatan ada Meksiko. Keduanya adalah rekan yang baik, tidak ada kekhawatiran pertahanan perbatasan.

Pertahanan samudera jauh Amerika Serikat, walaupun memiliki Angkatan Laut yang kuat, tetap mengandalkan kerjasama keamanan dengan negara sekutu sebagai pondasi. Bersama- sama membangun pertahanan, dan bukan dengan ekspansi militer.

Partai Komunis Tiongkok yang tidak berwawasan  dan ambisius menantang Amerika Serikat di seberang Samudera Pasifik. Tanpa malu hendak merebut kekuasaan dengan pandemi yang jahat. 

Partai Komunis Tiongkok  bahkan mengusung “Undang Undang Keamanan Nasional versi Hong Kong” menantang masyarakat demokrasi bebas. Partai Komunis Tiongkok  sudah ditakdirkan akan tumbang. (lie/rp)

Video Rekomendasi

Share

Video Popular