Ntdtv.com- Akibat aplikasi yang digunakan oleh TikTok (Duoyin) dicurigai mengandung risiko ancaman terhadap keamanan nasional, akibatnya TikTok diblokir oleh banyak area pertahanan nasional di seluruh dunia. 

Gordon Chang, seorang pakar dalam urusan komunis Tiongkok menjelaskan tentang bahayanya menggunakan aplikasi TikTok, dan mengapa Amerika Serikat harus melarang TikTok dalam wawancara eksklusif dengan grup media ‘Epoch Times’.

Pengguna aplikasi video audio pendek TikTok di seluruh dunia diperkirakan mencapai  sebanyak 1 miliar. Namun, TikTok ditemukan memiliki risiko keamanan dan akan mengakses informasi pengguna secara sewenang-wenang, terutama yang berlatar belakang Tiongkok dari perusahaan induk ‘Byte Beat’ yang telah menimbulkan kekhawatiran terhadap keamanan nasional.

Gordon Chang mengatakan, “Tidak perlu diragukan lagi TikTok adalah penjahat. Misalnya, tahun ini perusahaan Apple telah 2 kali TikTok tertangkap sedang memantau pengguna ponsel Apple yang terjadi pada bulan April dan akhir bulan Juni.”

Meski beredar berita bahwa TikTok secara diam-diam mengakses lembar memo pengguna iPhone, namun TikTok mengaku telah mengatasi masalah tersebut, namun tetap tak bisa menghilangkan keraguan pihak luar. 

Gordon Chang menilai perilaku TikTok adalah bagian dari keseluruhan operasi komunis Tiongkok untuk mendapatkan informasi ponsel pengguna.

“Pengawasan yang berskala besar semacam ini akan mentransfer data yang tersimpan dalam TikTok dan aplikasi seluler Tiongkok lainnya ke sistem kecerdasan buatan Tiongkok. Tidak diragukan lagi, ini digunakan untuk menargetkan kita,” kata Gordon Chang.

Lalu mengapa sistem kecerdasan buatan Tiongkok mengumpulkan informasi tentang orang Amerika dan apa pengaruhnya terhadap orang Amerika?

Gordon Chang menjelaskan  bahwa semakin banyak data yang dimasukkan ke dalam sistem kecerdasan buatan, maka akan semakin baik sistem kerjanya. Komunis Tiongkok tidak peduli terhadap hak privasi. Mereka dapat menuang seluruh data dunia ke dalam sistem mereka, jadi mengumpulkan informasi itu sangat penting bagi mereka.

Dengan data tersebut, selanjutnya Komunis Tiongkok dapat berbuat banyak. Gordon Chang mengatakan, “Anda dapat menemukan kelemahan orang-orang dan memanfaatkannya. Beijing sedang melakukan hal ini, sasaran utama mereka adalah menambang informasi pengguna dari semua perusahaan asuransi kesehatan Amerika Serikat yang besar. Begitulah adanya. Tentu saja, Lembaga Administrasi Personalia Federal Amerika Serikat  menjadi target peretasan untuk mencari orang-orang yang cocok untuk direkrut sebagai mata-mata komunis Tiongkok.”

TikTok belakangan ini menjadi incaran pemblokiran oleh banyak negara di dunia. Selain sudah dilarang oleh India, pasar internasional terbesarnya, Amerika Serikat yang memiliki unduhan TikTok terbesar ketiga juga sedang berjalan menuju pemblokiran.

Gordon Chang menegaskan, akhirnya dimengerti bahwa satu-satunya cara untuk melindungi diri kita sendiri adalah dengan memutus mata rantai dengan komunis Tiongkok. (sin/rp)

Video Rekomendasi

Share

Video Popular