Epochtimes, oleh Sun Kaili- Minum air dalam botol kemasan hampir menjadi kebutuhan hidup banyak orang. Bahkan di rumah dan di kantor, air botol kemasan sudah menjadi standar air minum sehari-hari. Laporan penelitian terbaru mungkin membuat orang mempertimbangkan untuk mengubah kebiasaan gaya hidup tersebut.

Hanya minum air botol kemasan selama setahun Anda telah mengkonsumsi lebih dari 90.000 partikel plastik. 

Jurnal terkenal Environmental Science and Technology atau “Ilmu dan Teknologi Lingkungan” baru-baru ini merilis sebuah laporan penelitian berjudul “Manusia Konsumsi Mikroplastik “(Human Consumption of Microplastics). Laporan menunjukkan bahwa minum air botol kemasan akan sangat meningkatkan asupan kuantitas partikel plastik.  

Menurut analisis data, rata-rata air minum dalam kemasan mengandung partikel plastik 22 kali lebih banyak daripada air ledeng. Jika seseorang hanya meminum air ledeng dalam setahun, dia akan meminum 4.000 partikel plastik. Akan tetapi jika dia hanya meminum air botol kemasan setahun, dia dapat mengonsumsi 90.000 lebih banyak partikel plastik.

Partikel plastik biasanya mengacu pada partikel plastik yang berdiameter kurang dari 5 mm yang sebagian besar berasal dari hasil disintegrasi dan diferensiasi produk plastik seperti botol plastik dan kantong kemasan plastik. 

Partikel plastik yang lebih besar dapat diamati dengan mata telanjang, sedangkan yang lebih kecil hanya berukuran satu sel. Ini bukan laporan penelitian pertama tentang polusi plastik dalam air botol kemasan.

Air kemasan bermerek umumnya mendeteksi partikel plastik

Pada tahun 2018, dipimpin oleh organisasi berita nirlaba Orb Media, 250 botol air kemasan terlaris dari 11 merek di 9 negara diuji. Ini merupakan pengujian terbesar di dunia sejauh ini.

Pengujian tersebut menemukan bahwa 93% air kemasan mengandung partikel plastik yang berdiameter lebih dari 0,1 mm. Partikel plastik tersebut, yang lebih tebal dari rambut, mengandung rata-rata 10,4 partikel per liter air.

Sherri Mason, profesor kimia di Universitas Negeri Fredonia di New York, bertanggung jawab atas pengujian dan analisis. Dia mengatakan, “Kami menemukan partikel plastik dalam botol demi botol, merek demi merek.” Perlu dicatat bahwa 259 botol air kemasan yang diuji semuanya adalah merk internasional atau merk nasional ternama.

Hasil tes ini juga menarik perhatian Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) . Pada waktu itu, WHO mengumumkan bahwa mereka akan melakukan penilaian terhadap kemungkinan bahaya kesehatan yang disebabkan oleh partikel plastik dalam air minum dalam kemasan. Temuan ini dapat dirilis pada paruh kedua tahun ini.

Organisasi lingkungan Orb Media menyelidiki 11 merek dan 259 botol air dan menemukan bahwa 93% mengandung partikel plastik. Gambar tersebut adalah diagram skematik. (Chen Baizhou / The Epoch Times)

Bahaya partikel plastik pada tubuh manusia

Meski belum ada laporan investigasi lengkap mengenai dampak partikel plastik terhadap kesehatan manusia, para peneliti mengatakan bahwa plastik tersebut memang dapat melepaskan zat beracun di dalam tubuh.

Beberapa fragmen sangat kecil dan dapat menembus jaringan manusia dan menyebabkan penyakit terkait dengan sistem kekebalan. Laporan “Mikropartikel Plastik Ditelan oleh Tubuh Manusia” juga menunjukkan bahwa mikropartikel plastik ditemukan di air keran, air kemasan, dan bir. Akan tetapi jumlah air kemasan jauh lebih besar daripada air keran.

Orang dewasa mengkonsumsi plastik dari udara, minuman, dan makanan setiap tahun. Jumlah rata-rata partikel adalah 39.000 hingga 52.000. Orang Amerika mengonsumsi 74.000 hingga 121.000 partikel setiap tahun melalui makanan dan pernapasan.

Kieran Cox, seorang sarjana di University of Victoria di Kanada, yang bertanggung jawab atas penelitian tersebut, mengatakan bahwa ruang lingkup survei hanya mencakup ikan, kerang, gula, garam, bir, air dan udara perkotaan, serta sebagian besar makanan seperti roti. 

Daging, produk susu dan sayuran, serta minuman dalam kemasan belum diuji, yang berarti partikel plastik yang sebenarnya dimakan orang mungkin jauh lebih tinggi daripada hasil survei.

Dalam kehidupan nyata, partikel plastik hampir ada di mana-mana, dan orang sulit menghindarinya. Tetapi karena dua alasan, Sherri Mason mengatakan bahwa kita harus lebih memperhatikan polusi plastik dari air kemasan. Pertama, minum air kemasan akan meminum lebih banyak plastik daripada minum langsung dari cangkir secara langsung. Kedua, konsumsi air kemasan sangat besar.

Kieran Cox mengaku bahwa penelitian telah sepenuhnya mengubah dirinya. “Saya benar-benar menghindari kemasan plastik dan berusaha untuk sebanyak mungkin tidak minum air botol,”  kata Kieran Cox. (hui/rp)

Video Rekomendasi

Share

Video Popular